5 Makanan Khas Lebaran Dari Berbagai Negara, Mampu Hangatkan Kebersamaan!

Keistimewaan dalam menyambut hari kemenangan tidak hanya dirasakan melalui berakhirnya ibadah puasa yang dilakukan sebulan penuh, tapi juga dapat ditandai dengan kehadiran beberapa fitur yang memunculkan sebuah nuansa tersendiri, termasuk salah satunya ialah makanan.
Selain beberapa makanan khas Hari Raya Idulfitri seperti ketupat, sayur labu, opor ayam, rendang, dan lainnya yang sudah cukup familiar di Indonesia, sebagian besar negara di dunia juga memiliki makanan khas lebaran yang tidak kalah lezat dan menggiurkan.
Berikut ini pembahasan mengenai makanan-makanan khas lebaran dari berbagai negara selengkapnya!
1. Aseeda

Hidangan yang mirip donat dengan isian mentega cair di tengahnya ini biasa ditemukan di beberapa wilayah Arab, salah satunya negara Yaman.
Aseeda termasuk salah satu jenis makanan pencuci mulut yang cocok disajikan dalam keadaan hangat sambil disuap menggunakan tangan.
Bahan-bahan yang harus dipersiapkan dalam mengolah makanan bernuansa manis menggiurkan ini ialah tepung terigu, mentega, madu atau sirup, kurma, garam, dan air.
Bagi masyaraat Yaman, sensasi kenyal dan lembutnya dari makanan yang sudah ada sejak abad ke-13 ini mampu menggugah kehangatan suasana berlebaran. Bahkan, aseeda tidak hanya pas disajikan saat perayaan-perayaan tertentu bagi umat muslim saja (aqiqah dan Maulid Nabi Muhammad saw), tapi juga bisa dikonsumsi dalam keseharian seperti saat sarapan dan makan malam.
Baca Juga:
2. Bolani

Makanan sejenis roti panggang berbentuk pipih dengan isian berbagai macam sayuran ini bisa dikatakan sebagai santapan klasik orang-orang Afganistan. Bahkan, kehadiran roti ini dapat ditemukan di mana saja, termasuk di pinggiran jalan.
Untuk menikmati bolani, bahan-bahan kulit roti yang mesti dipersiapkan ialah tepung terigu, ragi, garam, air hangat, dan minyak sayur. Sedangkan isiannya, bahan-bahan seperti kentang kukus, daun ketumbar, daun bawang, biji cabai, garam, lada hitam, minyak sayur, dan bawang bombai.
Tekstur kripsi dari bolani boleh dikatakan ampuh untuk menyemarakkan suasana penuh ceria dalam perayaan Hari Raya Idulfitri. Tidak hanya itu, hidangan favorit bagi semua kalangan dengan harga terjangkau ini pun cocok disajikan dalam acara-acara spesial seperti perayaan ulang tahun dan pernikahan.
3. Kahk

Kue kering tradisional berbentuk bulat dengan beragam variasi isian yang begitu disukai masyarakat Negeri Piramida ini sudah biasa dijumpai dalam perayaan hari besar umat muslim seperti Hari Raya Idulfitri.
Dalam menyambut hari terakhir bulan puasa, masyarakat Mesir sangat antusias membuat kue yang memerlukan sejumlah bahan seperti mentega atau ghee, air, tepung terigu, ekstrak vanila, garam, bubuk pengembang, ragi instan, dan biji wijen. Lalu, tidak lupa menghadirkan sejumlah opsi isian berupa lokum (manisan Turki), kurma (agameya), selai kurma (agwa), atau kacang-kacangan.
Sensasi legit berlemak dari kue yang sudah ada sejak zaman Firaun ini mampu menghadirkan momen kehangatan di tengah-tengah keluarga.
Selain itu, taburan gula halus di atasnya mampu menciptakan suasana penuh makna dalam kegembiraan dan keceriaan.
4. Manti

Salah satu kebudayaan kuliner khas Turki ini tenyata memiliki sejarah panjang yang sudah tercatat dari abad ke-15. Bahkan, di era Ottoman, manti akan disajikan dengan berbagai bumbu dan diisi cincangan daging domba.
Karena teksturnya yang kenyal dan mirip pangsit, kue yang tidak pernah absen dalam perayaan Hari Raya Idulfitri ini kerap mendapat julukan sebagai ‘ravioli Turki’.
Adapun beberapa bahan untuk membuat kulit kue yang dimasak dengan cara dikukus ini, yaitu tepung terigu, garam, telur, air, dan minyak zaitun. Sedangkan untuk isiannya, sejumlah bahan yang mesti disiapkan ialah cacahan daging domba atau sapi, bawang bombai, garam, dan merica.
Momen lebaran dijamin akan begitu terkesan bila menghadirkan kue manti di tengah-tengah keluarga dan seluruh kerabat terdekat.
Baca Juga:
5. Sheer Khurma

Para muslim di sekitar kawasan Asia Selatan (India, Pakistan, dan Bangladesh) akan menyediakan makanan tradisional yang satu ini untuk merayakan Hari Raya Idulfitri setelah menjalani sebulan penuh berpuasa.
Untuk membuat makanan penutup yang terkenal akan cita rasa manisnya ini ialah dengan mengumpulkan beberapa bahan seperti bihun tipis (sevai), susu, kurma, gula, kacang mete, kacang almond, air mawar, dan safron.
Selain itu, hidangan yang memiliki makna dalam setiap penggalan katanya, yaitu sheer (susu) dan khurma (kurma) ini sangat cocok disantap dalam porsi jumbo yang disajikan untuk keluarga besar.
Itu dia kelima makanan khas lebaran yang berasal dari berbagai negara yang menonjolkan keunikan dan identitas wilayahnya masing-masing dalam menyambut hari kemenangan.
Baca Juga: Ucapan Selamat Lebaran 2025 Dalam Berbagai Bahasa dan Gaya, Ada Makna di Setiap Kata
BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.