14 Olahraga Paling Brutal di Zaman Kuno, Tanpa Aturan dan Taruhannya Nyawa!


1ee88498 d7d9 446b 845d 003d9d64532d.jpg 46
Olahraga paling brutal

Olahraga itu tujuannya memang agar badan lebih sehat dan bugar. Lewat kompetisi-kompetisi olahraga, para olahragawan juga dilatih untuk bisa bersikap sportif. Karena itulah olahraga memang disarankan bagi siapapun.

Di zaman dulu, olahraganya lebih brutal dan mengerikan. Selesai berolahraga bukan cuma capek-capek saja, bahkan bisa menimbulkan kematian. Mari simak ulasan dari 9 olahraga paling brutal di zaman kuno.

1. Pertarungan Banteng

Olahraga ini dilakukan sebagai salah satu bentuk ritual pada zaman perunggu di Minoan Crete. Para akrobatik melompati banteng yang sedang berlari ke arahnya. Kini olahraga ini telah menjadi gaya pertarungan banteng di Spanyol yang dikenal dengan nama matador.

2. Pankration

Pankration adalah gabungan antara gulat dan tinju tapi lebih keras. Olahraga ini dilakukan oleh bangsa Yunani kuno dalam pertandingan Olimpiade. Dalam pertandingan ini, peserta harus menghajar lawannya separah mungkin hingga hampir mati, tapi tidak boleh sampai benar-benar mati.

3. Naumachia

Beberapa koloseum Romawi bisa dibanjiri dengan air untuk mengadakan pertandingan laut gladiator besar-besaran. Dalam pertandingan ini, dilakukan pertempuran seperti perang angkatan laut sungguhan. Julius Caesar bahkan juga pernah punya 6 ribu pendayung, gladiator dan pertarungan antar tahanan. Saking brutalnya olahraga ini, perahu yang tidak tenggelam kabarnya sampai terlihat seperti dicat merah karena banyaknya darah.

Baca Juga:

4. Skin Pulling 

Pertandingan tarik tambang bangsa Viking tidak menggunakan tali tambang, melainkan kulit binatang. Kompetisi dilakukan di atas lubang berapi sehingga yang kalah akan terjatuh dan terbakar hingga tewas. Sementara yang menang bisa menjarah mereka.

5. Fisherman Jousting 

Di zaman Mesir Kuno, masyarakat Mesir akan mendayung ke sungai Nil dan berusaha saling menghajar satu sama lain dengan menggunakan dayung mereka hingga berdarah-darah. Pertarungan ini akan mengundang buaya-buaya yang tinggal di sungai sehingga lawan yang kalah dan terjatuh akan menjadi santapan buaya.

6. Tarahumara

Olahraga ini dilakukan dengan berlari melintasi gurun Meksiko sejauh 322 km selama 48 jam atau 2 hari. Peserta juga diharuskan berlari sambil menendang bola kecil di sepanjang jalan.

7. Pelota Purepecha

Olahraga ini mirip dengan permainan hoki es di zaman modern. Tapi bedanya, bola yang dimainkan dibakar agar bisa dimainkan pada malam hari. Permainan ini dianggap sebagai olahraga bola paling aman dari suku Maya.

8. Buzkashi

Adalah sebuah olahraga kuno di Afghanistan dan masih berhubungan dengan permainan Polo di zaman modern. Hanya saja bedanya, olahraga ini menggunakan mayat kambing tanpa kepala dan berusaha memasukkannya ke gawang lawan.

9. Nguni

Dalam olahraga masyarakat Zulu ini, peserta mempersenjatai diri dengan 2 tongkat panjang. Tongkat ini digunakan untuk pertahanan dan menyerang. Untuk mengetahui siapa yang terkuat, mereka saling memukul terus menerus tanpa menggunakan pelindung.

Baca Juga:

10. Ancient Polo

Ancient Polo dimainkan oleh Kekaisaran Persia Kuno beberapa waktu sebelum abad keenam SM. Berbeda dengan sekarang di mana polo dimainkan dengan suasana kekeluargaan, dulu olahraga ini dimainkan para pejuang oleh pasukan kavaleri dengan nuansa serius dan digunakan sebagai latihan perang dengan menggunakan ramming kuda kecepatan tinggi. Bahkan, Kaisar Byzantine Manuel mengalami gegar otak, Kaisar Alexander dan John dari Trebizond meninggal kala memainkan olahraga ini.

11. Calcio Fiorentino

Olahraga satu ini mirip dengan rugby. Calcio Fiorentino adalah olahraga yang dimainkan oleh Bangsa Romawi Kuno dan biasa dipertontonkan di alun-alun pusat kota Florence. Mereka akan dibagi menjadi dua tim yang saling berebut bola dengan mencoba cara apapun. Pemain bisa saling bergulat, meninju, menendang, menerjang semua sah.

Untuk menambah nuansa bela diri, setiap kali gol meriam akan ditembakkan. Menariknya pemenang hanya diberi hadiah makanan, atau seekor sapi. Dan yang kalah akan mendapat luka-luka untuk dirawat di rumah.

12. Permainan bola Mesoamerika 

Permainan bola ini dilakukan pada tahun 1400 Sebelum Masehi. Olahraga ini memiliki banyak nama di antara peradaban Mesoamerika, sebut saja ollamaliztlitlachtilpitz, dan pokolpok. Tidak seperti permainan bola di zaman modern, olahraga ini merupakan ritual yang penuh dengan kekerasan. Tidak jarang permainan ini melibatkan pengurbanan manusia.

Peraturannya, dua tim yang terdiri dari 2-6 pemain akan bermain dengan bola karet yang diisi dengan beton. Lawan memukul bola yang berat dengan pinggul mereka, yang sering menyebabkan memar parah.

13. Water Jousting

Apakah Anda pernah melihat perang bantal? Saat melakukan perang bantal, lawan saling berhadapan sambil duduk di atas bambu, misalnya. Mereka akan saling memukul dengan bantal. Pemenangnya adalah mereka yang tidak terjatuh ke air.

Permainan ini dilakukan di zaman Mesir kuno. Water Jousting di Mesir tercatat pada relief makam dari sekitar 2300 Sebelum Masehi. Relief itu menggambarkan para nelayan di dua perahu berlawanan yang dipersenjatai dengan tongkat panjang. Beberapa anggota mengarahkan sementara rekan satu tim mereka menjatuhkan lawan dari perahu mereka.

14. Venatio

Venatio adalah pertarungan antara binatang buas dan gladiator. Ini berlangsung di amfiteater Romawi dan dianggap sebagai hiburan favorit masyarakat Romawi. Hewan-hewan eksotis dari seluruh wilayah kekaisaran diimpor ke Roma untuk ambil bagian. Semakin berbahaya dan langka, semakin seru pertarungan itu.

Catatan sejarah menggambarkan pembantaian manusia dan binatang saat perayaan 100 hari Colosseum. Pertempuran sadis antara hewan dengan hewan juga menjadi hiburan kesukaan orang Romawi. Untuk menambah sedikit “kegembiraan”, penjahat atau orang Kristen yang dihukum kadang-kadang dieksekusi dengan dilemparkan ke binatang buas.

Itulah tadi beberapa olahraga paling brutal di zaman kuno yang menyiksa. Untungnya kita hidup di zaman modern yang mengenal berbagai jenis olahraga yang lebih aman dan tidak sampai mengancam nyawa.

Baca Juga: Bukan Cuma Permainan, 12 Olahraga Tradisional Dari Indonesia Yang Mendunia


Professional

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *