13 Rudal Balistik Milik Iran Yang Ditakuti Lawan, Mampu Menjangkau 3.000 KM

Iran merupakan negara di Timur Tengah yang memiliki persenjataan militer canggih. Semua jenis senjata, termasuk senjata nuklir dimiliki oleh Iran. Rudal adalah salah satu senjata jarak jauh canggih yang terus dikembangkan oleh Iran.
Dengan lebih dari 3.000 rudal balistik menurut Komando Pusat AS (CENTCOM) yang dilansir Iran Watch, Iran telah membangun kemampuan rudal strategis yang mencakup berbagai jenis dan jarak tembak, mulai dari rudal jarak pendek hingga sistem rudal balistik menengah (MRBM) yang dapat mencapai Israel dan bahkan wilayah Eropa Selatan.
A. Rudal Balistik Jarak Pendek (SRBM)
Jenis rudal ini dirancang untuk menyerang target dalam radius kurang dari 1.000 kilometer. Iran memiliki beberapa model:
1. Shahab 1 dan Shahab 2
Rudal ini adalah versi Iran dari rudal Scud buatan Soviet. Shahab 1 punya jangkauan sekitar 300 km sedangkan Shahab 2 mencapai 500 km. Keduanya menggunakan bahan bakar cair dan hanya punya satu tahap pendorong. Akurasinya rendah dan sudah digunakan dalam konflik sebelumnya.
2. Qiam 1
Qiam adalah versi modifikasi dari Shahab yang lebih canggih. Rudal ini tidak memiliki sirip ekor, sehingga lebih sulit dideteksi radar dan lebih mudah diluncurkan dari peluncur bergerak. Jarak tembaknya mencapai 800 km dan mampu membawa hulu ledak seberat 650 kg.
3. Fateh 110 dan varian lainnya seperti Fateh 313 dan Zolfaghar
Fateh 110 adalah rudal berbahan bakar padat yang terkenal karena akurasinya cukup tinggi. Jarak tembaknya sekitar 300 hingga 700 km tergantung versi. Fateh 313 lebih modern dan bisa mencapai target dengan presisi sekitar 10 hingga 30 meter. Rudal ini sering dipakai untuk menyerang sasaran militer yang tidak berlapis baja.
4. Dezful dan Raad 500
Terakhir, ada Dezful yang merupakan pengembangan dari Zolfaghar dengan jangkauan hingga 1.000 km. Ini adalah rudal solid-fuel yang cepat diluncurkan. Sedangkan Raad 500 adalah versi yang lebih ringan dan menggunakan bahan komposit, namun belum banyak dipakai secara luas.
Baca Juga:
B. Rudal Balistik Jarak Menengah (MRBM)
Jenis rudal ini memiliki jangkauan antara 1.000 hingga 3.000 kilometer dan bisa digunakan untuk menyerang negara-negara yang jauh seperti Israel atau pangkalan militer AS di wilayah Teluk. Berikut ini adalah beberapa modelnya:
1. Shahab 3 dan Ghadr
Shahab 3 adalah rudal klasik jarak menengah dengan jangkauan sekitar 1.300 km. Ghadr adalah versi modifikasinya yang lebih ringan dan lebih presisi, dengan jarak 1.600 km. Meski keduanya masih menggunakan bahan bakar cair, rudal-rudal ini sering ditampilkan dalam parade militer Iran.
2. Emad
Emad adalah peningkatan dari Ghadr dengan kemampuan manuver lebih baik saat mendekati target. Jangkauannya sekitar 1.800 km. Iran mengklaim rudal ini cukup akurat dan bisa membawa berbagai jenis hulu ledak, termasuk yang berdaya ledak besar.
3. Khorramshahr
Ini adalah salah satu rudal paling ditakuti dari Iran. Versi terbaru seperti Khorramshahr 4 bisa menempuh jarak 2.000 hingga 3.000 km dan membawa banyak submunisi. Rudal ini diyakini dapat membawa hulu ledak besar bahkan hingga 1.500 kg. Akurasinya cukup tinggi untuk ukuran rudal besar.
4. Sejjil
Berbeda dari rudal lainnya, Sejjil menggunakan dua tahap pendorong dan bahan bakar padat, yang membuatnya bisa diluncurkan dengan cepat dan sulit dilacak. Jangkauan maksimalnya mencapai 2.000 km dan dirancang untuk menjadi pengganti rudal berbahan bakar cair seperti Shahab.
5. Kheibar Shekan dan Haj Qassem
Kheibar Shekan adalah rudal baru berbahan bakar padat dengan jangkauan 1.450 km. Ini didesain agar lebih ringan dan lebih cepat. Haj Qassem juga merupakan rudal padat dengan jangkauan sekitar 1.400 km dan dipercaya lebih presisi, cocok untuk menghancurkan infrastruktur militer jarak jauh.
6. Fattah 1 dan 2
Fattah-1 merupakan rudal balistik hipersonik jarak menengah pertama yang dikembangkan sepenuhnya oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Rudal ini mampu melaju hingga Mach 15 atau sekitar 17.9
Rudal berbahan bakar padat satu tahap ini membawa hulu ledak seberat 200 kilogram dan menggunakan teknologi hypersonic glide vehicle (HGV) yang memungkinkan perubahan arah secara ekstrem pada fase akhir penerbangan, sehingga sulit dilacak maupun dicegat sistem pertahanan udara.
Fattah-2 merupakan pengembangan lanjutan dari Fattah-1 yang mulai diperkenalkan kepada publik sejak 2023. Meski detail teknisnya belum sepenuhnya diungkap, rudal ini diyakini mengalami peningkatan pada aspek kecepatan, jarak tempuh, serta kemampuan manuver.
7. Qassem Basir
Qassem Basir merupakan rudal berbahan bakar padat dengan jangkauan 1.200 kilometer. Qassem Basir telah dikembangkan sebagai versi terbaru dari rudal balistik Martyr Haj Qassem. Rudal tersebut telah mengalami modifikasi signifikan pada desain hulu ledaknya, yang memungkinkannya bermanuver lebih efektif dan menghindari sistem pertahanan rudal. Qassem Basir dilengkapi dengan sistem pemandu pencitraan termal, yang meningkatkan presisinya dan membuatnya tahan terhadap peperangan elektronik.
Baca Juga:
C. Rudal Jelajah (Cruise Missiles)
Berbeda dengan rudal balistik yang mengikuti lintasan parabola, rudal jelajah terbang pada ketinggian rendah dan lebih sulit dideteksi radar. Untuk jenis ini, Iran memiliki dua model utama, yaitu:
1. Soumar dan Hoveizeh
Soumar diduga merupakan hasil rekayasa balik dari rudal Rusia Kh 55. Jaraknya belum pasti, tapi diyakini bisa mencapai lebih dari 2.000 km. Hoveizeh adalah varian darinya dengan jarak sekitar 1.350 km dan menggunakan mesin turbojet.
2. Ya Ali dan Paveh
Ya Ali adalah rudal jelajah jarak pendek sekitar 700 km. Paveh adalah versi yang lebih baru dan lebih jauh, dengan jangkauan 1.650 km. Keduanya bisa diluncurkan dari darat dan sangat cocok untuk serangan diam-diam terhadap target penting.
D. Sistem Peluncur Satelit (SLV)
Iran mengklaim rudal SLV ini untuk misi luar angkasa. Namun, beberapa sistem peluncur satelit Iran seperti Simorgh, Zuljanah, dan Ghaem-100 menggunakan teknologi mirip dengan rudal balistik jarak jauh, dan dapat dialihfungsikan untuk keperluan militer.
1. Safir dan Simorgh
Safir adalah roket dua tahap pertama Iran, mampu mengangkat satelit kecil ke orbit. Simorgh adalah versi yang lebih besar dan mampu membawa muatan lebih berat sejauh 4.000 hingga 6.000 km.
2. Zuljanah dan Ghaem 100
Zuljanah adalah roket padat yang lebih modern, cocok untuk peluncuran cepat. Ghaem 100 adalah versi tiga tahap dan bisa mengirimkan muatan hingga 1.000 kg, menunjukkan potensi untuk pengembangan rudal antar benua.
Baca Juga: Bukan Ukraina, Inilah 5 Lawan Sepadan bagi Rusia!















