CATATAN SEORANG PAHLAWAN
Aku ingin hidup damai dalam sisa usia Sebelum nafas ini berhenti berhembus Sebelum nyawa ini kembali menghadap Tuhan
Aku ingin hidup damai dalam sisa usia Sebelum nafas ini berhenti berhembus Sebelum nyawa ini kembali menghadap Tuhan
Aku hanya ingin menepi sebentar. Dari riuh isi kepala, Yang entah apa maunya.
Bagai cerita kupu-kupu dan kumbang Saling berebut bunga desa hingga keduanya terbang Meninggalkan desa mencoba memenuhi keinginan
Tuhan tahu hatiku tercipta untuk siapa Tuhan paham bagaimana hatiku kala bercerita Seluruh kegundahanku bersamanya Jikalau aku inginkan cinta maka tak jadi satu apapun...
Reguklah madu kebahagian pada saat kebangkitanmu nanti
Pria baik yang penuh cinta Yang selalu menjagaku sedari belia
Hujan turun di penghujung senja Menampung air mata yang terus mengalir Menanggung beban rasa pedih Akibat berpisah dari rindu
Jika aku lelah, siapa lagi yang bersedia mendengar tangisanku ini? Apakah kita benar-benar berhenti sampai di sini dan menjadi asing kembali?
Ingin hidup bersamamu walau aral menghadang Ingin mencintai sepenuh hati walau godaan melanda Ingin selalu bersama denganmu walau dunia hancur sirna
Sore ini, hujan pun turun Menghapus jejak-jejak kaki Bekas tapak kekuasaan, kedewasaan Menghilangkan bekas-bekas perasaan sayang Menghancurkan bukit-bukit cinta