Suka Memberi Meskipun Hidup Pas-pasan? 5 Hal Inilah yang Menjadi Alasannya!

Suka memberi kepada sesama memiliki nilai kepuasan hidup tersendiri!


Ilustrasi menolong orang lain (pexels.com/Sarwer e Kainat Welfare)

Setiap karakter serta kepribadian yang dimiliki oleh seseorang biasanya terbentuk karena pengaruh dan faktor didikan dari kedua orangtua. Lingkungan serta berbagai faktor lainnya juga mempunyai peran penting dalam membentuk sebuah kepribadian manusia. Memungkinkan sebagian orang ada yang suka, bahkan gemar sekali untuk memberi.

Menariknya hal tersebut tidak hanya dilakukan kepada orang terdekatnya saja, tetapi orang lain yang tidak dikenalnya sekalipun. Termasuk ke dalam tipe manusia yang peka dan peduli terhadap sesamanya. Terdapat berbagai rasa yang dirasakan jika berhasil untuk melakukan sebuah kebaikan.

Sebenarnya rasa ingin memberi, prihatin serta membantu manusia lainnya adalah hal wajar yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang. Namun ada sebagian orang yang rela memberi meski dalam keadaan sulit. Ingin tahu apa alasannya? simak penjelasannya berikut ini.

 1. Mudah dalam mengikhlaskan

Ilustrasi ikhlas (pexels.com/ELEVATE)

Sebagian orang yang tengah memberikan sesuatu yang berguna untuk sesamanya juga membentuknya menjadi karakter yang mudah ikhlas. Memberikan sesuatu kepada orang lain atas hasil jerih payahnya sendiri dengan hati yang lapang adalah bentuk ikhlas yang dapat terlihat. Tidak ada rasa ingin menuntut kembali atas pemberian yang telah dilakukannya.

Mereka percaya pada setiap yang diberikannya akan berbalik lagi ke dirinya sendiri, sehingga tak ada kata rugi dalam menolong. Jika perlu apa pun yang dimilikinya saat ini  dengan senang hati akan diberikannya.

2. Rasa empati yang tinggi

Ilustrasi rasa empati (pexels.com/Rodnae Productions)

Nah, bagi sebagian orang yang suka menolong biasanya akan lebih mudah untuk berempati. Jika ada sesama yang kesesusahan maka jiwanya akan seketika bereaksi, seolah-olah dapat merasakan hal yang sama. Rasa emosionalnya inilah yang dapat menjadikannya seorang penolong, karena merasa berada di posisi yang sama dengan yang ditolongnya.

Baca Juga: Menjadi Bahagia, Rajinlah Buang Sampah Batin!

3. Memberikan rasa tenang dan damai

Ilustrasi memberikan rasa tenang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Bagi seseorang yang suka memberi, ternyata memberikan efek rasa tenang dan damai ke dalam jiwanya. Hal tersebut seperti obat penawar yang membuatnya menjadi terefresh kembali. Hadirnya rasa lega atas tindakan baiknya, yang membuat orang lain bahagia membuatnya menjadi sangat tenteram.

Itulah yang menjadikan seseorang sangat suka memberi, meskipun hidupnya tak berlebih. Kepribadiannya tersebutlah yang mendorongnya untuk menjadi manusia yang dapat bermanfaat bagi yang lainnya.

Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Harus Punya Rasa Takut, Tidak Selalu Buruk lho!

4. Menjadi manusia yang berpikiran positif

Ilustrasi positif thinking (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Senang memberi juga membawa dampak bagi kejiwaan dan batin seseorang, sehingga akan berpengaruh pada pola pikirnya. Banyak sebagian dermawan yang suka menolong mempunyai pikiran positif yang membangun dan terbuka. Ketika melihat sesorang yang kesusahan mereka tidak akan menjudge hal buruk yang mengakibatkannya susah. Namun bertindak memberikan bantuan sesuai dengan kemampuannya.

5. Ada kepuasan tersendiri dalam hidupnya

Ilustrasi mendapatkan kepuasan tersendiri (pexels.com/cottonbro studio)

Beberapa orang yang senang dan gemar sekali memberi pertolongan mesti dalam keadaan terjepit sekaligus memberikan kepuasaan tersendiri. Kegiatan memberi yang dilakukan ternyata serupa rasanya dengan goals yang sudah terpenuhi. Jadi jika telah melakukan pertolongan akan ada rasa bahagia yang dirasakan.

Itulah beberapa alasan yang membuat seseorang sangat sering memberikan bantuan kepada sesama. Saking seringnya, terkadang mereka lupa akan keadaannya sendiri yang tengah pas-pasan.

Baca Juga: Pentingnya Meningkatkan Personal Branding

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Senior

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *