Review Novel Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap, Novel Kisah Hidup Wanita Penghuni Surga

Novel Khadijah merupakan kisah hidup dari Kekasih Al-Amin, seorang wanita mulia yang tidak tergantikan bagi Sang Nabi.


Apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia, hidup itu melelahkan, saya paham, mudah-mudahan kita semua dapat melewatinya.

Kali ini, saya membawa review novel kembali, saya ada novel bestseller dunia, yang pasti semua orang sudah tau, jika pun ada yang belum tau, saya perkenalkan, ini adalah Novel Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap. Novel kisah hidup dari Kekasih Al-Amin, seorang wanita mulia yang tidak tergantikan bagi Sang Nabi.

Tidak perlu berlama-lama lagi, inilah dia review novel Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap, simak!

Informasi Novel:

  • Judul: Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap
  • Penulis: Sibel Eraslan
  • Penerjemah: Ahmad Saefudin, Hyunisa Rahmanadia, Erwin Putra
  • Penerbit: Karya Media
  • Tahun Terbit: 2013
  • Jumlah Halaman: xxx11 + 388 halaman
  • Ukuran Novel: 22 cm
  • ISBN: 978 – 979 – 1479 – 63 – 9

Sinopsis Novel Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap:

Novel ini mengisahkan tentang kisah hidup Khadijah binti Khuwaylid, sosok wanita hebat, dermawan dan merupakan istri dari Nabi Muhammad SAW. Novel ini menceritakan ibunda Khadijah, yang berusaha merahasiakan sebuah kata yang berawalan dengan huruf ‘Mim’ namun kemudian semua itu akhirnya tersingkap.

Kata itu ternyata mengandung makna yang dalam. Sebuah kata yang diibaratkan sebagai kunci, rumus, dan juga sandi. Ibunda Khadijah ingin merahasiakannya, merahasiakan dambaan hatinya, kekasih yang juga sepupunya. Dan saat Ibunda Khadijah berucap ‘Mim’, ketika kedua bibirnya menutup rapat, seakan-akan udara yang berada di dalam rongga mulutnya telah meniupkan cinta ke dalam hatinya. Cintanya yang teguh dan pasti pada seorang lelaki yang kelak menjadi Sang Nabi.

Baca Juga: Review Novel Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Pendapat Saya Tentang Novel Khadijah: Ketika Rahasia Mim Tersingkap:

“Khadijah adalah tali kehidupan yang mengikat suaminya. Seperti kapal yang selalu siap untuk berlabuh. Seperti jangkar besi yang dilempar ke laut, Khadijah adalah rantai yang mengikat suaminya di pelabuhan.”

Pertama-tama untuk mereview novel ini saya bingung, bingung harus memulainya dari mana, saya sangat mengagumi sosok Ibunda Khadijah, jadi kata pertama untuk mengawali review novel ini saya akan ucapkan Alhamdulillah. Bersyukur saya sudah dipertemukan dengan novel ini, bersyukur karena saya diberi kesempatan untuk bisa membaca kisah hebat ini.

Membaca novel ini saya serasa menjelajahi sejarah, novel ini dikemas dengan luar biasa lengkap, terstruktur, jelas dan tepat dalam penyampaiannya. Kisah Ibunda Khadijah yang tertuang dengan nyaman untuk dibaca, membawa banyak pelajaran, terutama mengajarkan bagaimana menjadi seorang wanita seutuhnya.

Alunan kisahnya begitu mengalir dan indah, membuat saya rasanya melayang, dibuat terbuai dengan kata demi kata yang dipilihnya. Novel ini membawa pandangan yang apik, kisahnya yang terlalu nyata, membuat saya ingin masuk ke dunia itu, ingin bertemu dengan Ibunda Khadijah. Ibunda Khadijah sosok yang kuat, visioner, cerdas, dan selalu berada di sisi Sang Nabi.

Dengan kisah ini, saya belajar bagaimana seharusnya menjadi seorang wanita, belajar tangguh dari setiap ujian yang menerpa, belajar ikhlas pada kehilangan atas setiap hal yang dititipkan Allah SWT, dan yang paling penting belajar dermawan dan baik hati terhadap sesama.

Saya terhanyut pada cinta Ibunda Khadijah pada semua orang terutama Sang Nabi, tidak pernah saya mendengar kasih sayang yang tulusnya melebihi kasih sayang Ibunda Khadijah pada Sang Nabi. Ibunda Khadijah menjadi yang pertama pada awal permulaan adanya agama Islam. Ibunda Khadijah setia pada saat semua hartanya terkuras, karena kasih sayangnya pada umat Sang Nabi. Sungguh luar biasa kisah ini.

Dengan novel ini, saya paham apa itu cinta yang sesungguhnya, saya mulai mencintai Ibunda Khadijah lebih dalam lagi. Saya lebih mengenal lagi, kisah Nabi Muhammad SAW dari sudut pandang Ibunda Khadijah.

Menjadi manusia pertama yang mempercayai kenabian Nabi Muhammad SAW, menjadi pemeluk Islam pertama, sekaligus menjadikan Ibunda Khadijah sebagai panutan bagi perempuan, sungguh sangat mengagumkan. Begitu terasa cinta beliau terhadap agama Islam. “Rumah Khadijah seperti surga,” begitulah penggalan kalimat dari buku ini. Betapa beruntung dan nikmat, muslim pada masa itu, meskipun dengan cobaan yang tidak sedikit, namun Ibunda Khadijah mampu melewati masa tersulit itu.

Hingga Allah SWT menobatkan kepada Ibunda Khadijah, sebagai perempuan penghuni surga, begitu indah hadiah yang diberikan pada Ibunda Khadijah.

Semoga dengan adanya novel ini, semua orang dapat mengenal lebih jauh lagi tentang Ibunda Khadijah ini. Saya merekomendasikan kepada seluruh kaum muslim, untuk sekali saja membaca novel ini, kalian akan merasakan nikmatnya, dan akan selalu ingin mengulangi lagi dan lagi untuk membacanya.

Akhir kata, membaca itu adalah kenikmatan, setiap kita mengenal kata-kata baru itu adalah anugerah yang tak akan tertandingi. Apalagi dengan bertambahnya wawasan dalam hidup kita, maka jadikanlah bacaan kalian sebagai bekal untuk memperkuat iman, memperkaya pengetahuan, dan mencerahkan pemikiran kita, agar senantiasa diberikan akal yang sehat, sehingga bisa mengontrol diri dari ketidaktahuan dan keegoisan.

Semoga review kali ini, banyak membawa manfaat untuk kita semua, dan menjadi contoh yang nyata untuk kita berbuat baik. Selamat membaca, terima kasih!

Baca Juga: Mengenal Game Berdasarkan Kartu Remi di Alice in Borderland

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *