Review Anime Record of Ragnarok Season 1

Anime Record of Ragnarok Season 1 bercerita tentang duel antara dewa dan manusia yang mempertaruhkan nasib manusia 1000 tahun mendatang.


Bagaimana jadinya kalau nasib umat manusia sudah di ujung jari? Bagaimana jadinya kalau para dewa memutuskan bahwa manusia sudah tidak layak untuk hidup lebih lama? Inilah review anime Record of Ragnarok Season 1, yaitu tentang para dewa yang tidak akan memperpanjang nasib manusia.

Sinopsis Anime Record of Ragnarok Season 1

Setiap 1000 tahun, majelis Dewa berkumpul untuk memutuskan takdir umat manusia. Setelah 7 juta tahun sejarah kehidupan umat manusia, pada Dewa memutuskan kalau umat manusia tidak bisa dimaafkan dan harus dimusnahkan.

Baca Juga: Review Film The Conjuring: The Devil Made Me Do It (2021)

Plot Anime Record of Ragnarok Season 1

Valkyrie Brunhilde (dok. imdb.com/Record of Ragnarok)

Sesuai deskripsi tapi nggak hanya itu. Ketika sidang dewa berlangsung, hadir sosok Valkyrie yang keberatan dengan hasil sidang tersebut. Menurutnya terlalu mudah kalau manusia dimusnahkan begitu saja.

Karena itu, si Valkyrie yang bernama Brunhild mengusulkan tentang manusia menentukan nasib mereka sendiri melalui sebuah pertarungan. Sebuah duel satu lawan satu dari setiap kelompok yang terdiri dari 13 orang. Dewa melawan manusia.

Jika manusia kalah, maka mereka akan dimusnahkan tetapi jika manusia menang maka mereka akan dibiarkan hidup untuk 1000 tahun mendatang. Karena itulah, dewa pun mengirim perwakilan mereka dan manusia juga mengirim perwakilan mereka.

Duel tersebut kemudian dilaksanakan di alam dewa. Perwakilan manusia dipanggil ke alam dewa dan disediakan arena pertarungan duet tersebut. Tidak hanya itu, duel tersebut kemudian dibuat dalam sebuah kompetisi yang dihadiri oleh para dewa dan manusia sebagai penonton dan pendukungnya.

Duel maut yang menentukan nasib manusia pun dimulai.

Baca Juga: Review Novel Rasa Karya Tere Liye

Ulasan Anime Record of Ragnarok Season 1

Why Netflix, why

Sebuah ungkapan saya untuk review atau ulasan anime Record of Ragnarok Season 1.

Manganya bagus loh… Sebuah manga yang mengangkat tema pertempuran dewa melawan manusia. Tapi kok Record of Ragnarok Season 1 jadi gini.

Oke deh, nggak buruk-buruk banget. Animasinya bagus dan detail tapi kok berkesan malas karena ada beberapa bagian yang hanya menampilkan tokoh yang berfose gitu aja tanpa gerakan atau interaksi spesifik seolah-olah kayak gambar screenshot yang ditempel aja di sana untuk menambah durasi.

Terus sebenarnya saya suka karena ada backstory setiap karakter, baik dewa dan manusia, yang hadir di tiap episode… Tapi haruskah gitu munculin bagian backstory itu di tengah-tengah adegan aksi dan pertarungan. Ganggu banget. Kan bisa lebih oke nih di munculin di awal episode atau akhir.

Yang bikin Record of Ragnarok Season 1 sebenarnya tau nggak sih? Hal yang menjadi terbaik dari manga itu adalah adegan pertarungannya.

Dan yang paling saya sebel tuh, ada tokoh komentator yang nyerobot terus, memotong adegan terus. Porsinya bahkan menyaingi adegan aksi dan pertarungan itu sendiri. Bisa jadi disengaja karena memang ingin menghemat materi manga agar bisa dibikin beberapa season, tapi ya nggak gitu juga.

Terus… kok ending episode terakhir gitu sih… Memberikan kesan kalau Record of Ragnarok Season 1 itu udahan dan nggak bakal lanjut ke season berikutnya dengan statement “Dan Ragnarok pun terus berlanjut…”

(Dan ini uneg-uneg saya) Aneh banget dah… niat lanjut season 2 atau nggak sih? Kalau memang rencana nggak, kenapa ngulur materi di anime dan ngebuat jalan ceritanya lambat seakan-akan bakal ada season selanjutnya dengan kelanjutan cerita dan pertarungan lain.

Ahh… Why Netflix, why?

Rating (personal penulis) anime Record of Ragnarok Season 1: 5/10

Jangan lupa nonton agar kalian tetap waras dan terhibur. Sampai jumpa.

Baca Juga: Review Film The Empty Man (2020)

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Emperor

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *