“Relakan dia, Alya. Jangan terus mengkhayalkan keberadaanya. Iklaskan, agar tidak berat bebannya,” bisik Kanaya sambil mengelus punggung Alya.

Aku belajar menjadi penyembuh untuk tubuhku sendiri
Aku belajar menjadi pendidik terbaik untuk pikiranku 
Aku belajar menjadi penghibur untuk membuat diriku terhibur

Sore ini, hujan pun turun
Menghapus jejak-jejak kaki
Bekas tapak kekuasaan, kedewasaan
Menghilangkan bekas-bekas perasaan sayang
Menghancurkan bukit-bukit cinta

Ketika kau menghebatkanku
Sesungguhnya itu adalah cara tercepat menghancurkanku