Di Batas Khayal
“Relakan dia, Alya. Jangan terus mengkhayalkan keberadaanya. Iklaskan, agar tidak berat bebannya,” bisik Kanaya sambil mengelus punggung Alya.
“Relakan dia, Alya. Jangan terus mengkhayalkan keberadaanya. Iklaskan, agar tidak berat bebannya,” bisik Kanaya sambil mengelus punggung Alya.
Tak bisakah kita melihat warna yang sama? Atau kau mengalah pada merahku, Sementara aku mengalah pada birumu