Mengintip Manfaat Si Mungil dari Tanaman Kersen

Buah, daun, dan bunga pada tanaman Kersen dengan nama latin Muntingia Calabura L. memiliki kandungan senyawa aktif yang bisa dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan.


Indonesia kaya akan berbagai jenis tanaman yang kaya manfaat. Beberapa tanaman tersebut telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pengobatan, kesehatan, nutrisi, dan sebagainya. Namun beberapa tanaman masih banyak juga yang belum dimanfaatkan secara maksimal atau belum sama sekali.

Masyarakat tentu tidak asing dengan tanaman bernama kersen, atau yang lebih dikenal dengan sebutan kersen. Tanaman yang memiliki buah mungil berbentuk bulat menyerupai cherry ini, lebih banyak dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh. Tanaman ini memiliki daun yang rindang dan selalu tumbuh subur di setiap musim.

Keberadaan tanaman kersen di setiap musim menjadikan produk olahan buah, bunga, dan daun kersen bisa ditemui di setiap musim. Ekstrak buah, bunga, dan daun kersen bisa dimanfaatkan sebagai produk kesehatan dan kecantikan, seperti teh, sirup, selai, snack, kapsul, dan masker kecantikan.

Kersen yang memiliki nama latin Muntingia Calabura L. ini banyak terdapat kandungan senyawa aktif sehingga sangat tepat sekali apabila tanaman ini dimanfaatkan menjadi berbagai produk olahan.

Apa saja kandungan senyawa aktif pada tanaman kersen?. Berikut pemaparan dari hasil uji fitokimia pada buah, bunga, dan daun kersen.

1. Buah Kersen

Buah Kersen (dok.pribadi/muashofaefida)

Buah kersen berbentuk bulat dan ada tangkainya, di bagian bawahnya ada titik hitam seperti tahi lalat. Buah yang belum matang berwarna hijau, warnanya berangsur kuning dan merah ketika matang. Bagian dalam buah terdapat kumpulan biji-bijian kecil dan air yang berasa manis.

Pada umumnya masyarakat mengkonsumsi buah kersen secara langsung atau dijadikan jus buah. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa buah kersen mengandung senyawa aktif fenolik, flavonoid, alkaloid, steroid, saponin, tanin, dan terpenoid. Kandungan lain dari buah kersen yaitu gallocatechin, epigallocatechin, catechin, flavanol, naringenin, quercetin, gallic acid, vanilla acid, chloric acid, chlorogenic acid, caffeic acid, pcoumaric acid, ferulic acid, -hydroxycinnamic acid, dan myricetin.

Buah kersen secara ilmiah memiliki aktivitas sebagai anti inflamasi, antimikroba, anti aging, dan antioksidan yang bisa menangkal senyawa radikal bebas. Berdasarkan kandungan senyawa aktif buah kersen, maka buah kersen sangat cocok untuk dijadikan produk olahan untuk kesehatan, nutrisi, dan kecantikan.

Buah kersen telah diujicobakan menjadi produk pangan fungsional seperti selai, teh, sirup, puding, dan dodol.

Baca Juga: Inovasi Produk Berbasis Ekstrak Daun Ketepeng Cina Sebagai Gel Antipruritik

2. Daun Kersen

Daun Kersen (dok.pribadi/muashofaefida)

Daun kersen berukuran kecil dengan panjang 4 sampai 14 cm, dan bergerigi di bagian pinggirnya. Terdapat beberapa daun dalam satu tangkai daunnya. Permukaan daun terdapat bulu-bulu halus dan terdapat zat seperti lilin yang memberikan kesan lengket seperti lem ketika dipegang.

Hasil uji fitokimia pada daun kersen, menunjukkan bahwa daun kersen mengandung senyawa metabolit sekunder, seperti terpenoid, flavonoid, fenolik, saponin, dan tanin. Senyawa flavonoid bermanfaat untuk mengobati hipertensi, gangguan fungsi hati, dan menstimulasi pembentukan estrogen. Flavonoid memiliki aktivitas antimikroba, antivirus, dan antioksidan.

Kandungan senyawa metabolit primer pada daun kersen seperti air 77,8 gram, protein 0,38 gram, lemak 1,56 gram, karbohidrat 17,9 gram, serat 4,6 gram, kalsium 124,6 gram, fosfor 84 mg, besi 1,18 gram, karoten 0,02 gram, tianin 0,55 gram, dan vitamin 80,5 mg.

Produk olahan daun kersen bermanfaat sebagai antioksidan penangkal radikal bebas, pengobatan untuk penderita diabetes, menurunkan kolesterol dan lemak, dan mengatasi kerusakan otot tubuh.

Daun kersen telah dijadikan produk pangan fungsional, yaitu teh herbal, keripik, pepes, dan campuran sayuran.

3. Bunga Kersen

Bunga Kersen (dok.pribadi/muashofaefida)

Bunga kersen berwarna putih dengan mahkota bunga berbentuk bundar telur terbalik. Terdapat lima mahkota bunga dalam satu bunga kersen. Di bagian tengah terdapat benang sari yang berwarna kuning.

Kandungan senyawa metabolit primer bunga kersen seperti air 76,12 gram, lemak 0,5 gram, protein 2,06 gram, karbohidrat 7,43 gram, serat 11, 61 gram, dan tanin 0,37 gram.

Bunga kersen bisa dimanfaatkan sebagai antiseptik, obat penenang, meredakan otot kejang, kram perut, sakit kepala, dan demam. Produk pangan fungsional yang memanfaatkan bunga kersen yaitu teh herbal.

Ternyata, banyak manfaat yang bisa didapat dari buah, daun, dan bunga dari pohon kersen.

Baca Juga: Wujudkan Kulit Cantik Alami dengan 6 Buah-buahan Ini!

 

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *