5 Cara Mengolah Ide Sederhana, Menjadi Konten Keren dan Berkelas!

Tangkaplah ide kemudian olah, akhirnya bisa jadi amunisi untuk karya keren dan berkelas


Ilustrasi ide (pixabay.com/mohamed_hassan)

Kita kerap terkesima dengan hasil karya orang-orang yang tampak gemilang, baik dalam bentuk tulisan, gambar, produk multidimensi, maupun bentuk lainnya. Saking kerennya, karya-karya itu layak ditampilkan di media massa, menjadi trending, dibahas dalam ragam diskusi, bahkan dipromosikan secara komersil hingga mendulang pundi-pundi rupiah.

Menyaksikan fenomena eksplorasi dan realisasi ide dalam bentuk karya yang berlangsung setiap hari, mungkin kalian bertanya-tanya, bagaimana bisa? Bagaimana caranya orang-orang itu mendapatkan ide, di mana ide bersembunyi? Bagaimana cara menangkap ide untuk kemudian diolah lalu pada akhirnya bisa jadi amunisi karya-karya terbaik?

Berikut, saya uraikan lima langkah jitu membangun pabrik ide yang bisa kamu gunakan, lalu kamu bisa menangkap dan membuat karya dari ide-ide brilian itu.

1. Ssstt! Ada Banyak Ide Berseliweran di Sekitar Kita

Ilustrasi mencari ide (unsplash.com/Markus Winkler)

Kata siapa ide-ide tinggal di tempat tersembunyi. Justru sebenarnya mereka berseliweran di sekitar kita. Banyak dan seluruhnya brilian. Bagaimana bisa? Coba sejenak menengok makna ide menurut Kamus Besar bahasa Indonesia (KBBI).

Ide diartikan sebagai rancangan yang tersusun di dalam pikiran, suatu gagasan serta cita-cita. Sebab ia sebuah gagasan dan pikiran, otomatis ide akan selalu muncul setiap detik, selama manusia berpikir dan melakukan tindakan setelah berpikir.

Manusia berpikir dan berinteraksi dengan sesamanya, serta dengan lingkungan. Ia juga bergerak dan berpikir dengan seperangkat organ yang brilian hasil ciptaan Tuhan. Ketika kita mengedipkan mata, ketika melihat awan yang berarak di langit, ketika merasakan angin atau air yang dingin, akan ada ide apa saja yang muncul dan berpotensi menyulut karya brilian.

Sayangnya, sejak kecil kita telah terbiasa untuk mengabaikan keberadaannya karena berbagai alasan. Mungkin kamu mengabaikan ide karena: faktor ketidaksengajaan, terhambat budaya dan lingkungan, atau bisa jadi kamu terlalu bingung bagaimana cara memilah ide untuk dijadikan karya. Karena itu, cobalah lebih fokus dan peka.

Baca Juga: 5 Langkah Mulai Menulis, Hasilnya Keren dan Eksklusif!

2. Buatlah Daftar Ide-Ide

Cara mengikat ide dengan membuat daftar khusus (unsplash.com/Glenn Carstens)

Setelah kamu menyadari keberadaan ide-ide yang berserakan, segeralah membuat daftar ide-ide. Sebab, itulah senjata rahasia untuk menangkap dan menjaring ide. Daftar itu bisa kamu buat dalam bentuk daftar catatan konvensional (kertas atau buku dan alat tulis), atau dalam bentuk digital (note di smartphone). Yang jelas, perangkat itu bisa segera kamu jangkau ketika kamu merasa dapat ide dan inspirasi di keseharian, sesederhana apapun ide yang datang itu.

Ide-ide yang telah kamu tulis dalam daftar, idealnya segera diolah menjadi karya (tulisan, lukisan, karya sastra lainnya). Tapi kalau kamu belum punya cukup waktu dan ruang untuk mengolahnya, maka ide-ide itu bisa sejenak disimpan untuk  digunakan kemudian. Daftar tersebut akan sangat berguna sebagai alat penangkap ide yang paling efektif.

Baca Juga: 8 Tips Menulis Novel Online, Cara Terbaik Dapatkan Cuan Dari Tulisanmu!

3. Percaya Diri dan Berpikiran Terbuka Setiap Hari

Menulislah  tanpa ragu dan penuh percaya diri (unsplash.com/Green Chamelon)

Ide yang ditangkap tentu akan diolah agar nantinya bisa menjadi karya yang berguna. Ketika kamu sudah mendapatkan waktu, momen dan mood yang tepat untuk mengolahnya, maka segeralah lakukan. Lakukan dengan penuh percaya diri dan percaya bahwa ide tersebut akan menghasilkan karya yang berguna.

Rasa percaya diri itulah yang menjadi modal utama dari datangnya gaya dan pemikiran out of the box sehingga pikiranmu terbuka untuk ide-ide pendukung lainnya yang muncul. Tapi ingat! jangan sampai memiliki percaya diri yang berlebihan. Kalau berlebihan namanya sombong, yang akan berujung pada tumpulnya pikiran.

4. Tak Membatasi Interaksi

Membaca akan memicu banyak ide brilian (Unsplash.com /Eliott Reyna)

Mengundang ide dan mengolahnya di kemudian hari tidak akan bisa luwes dan kaya jika kamu hanya berdiam diri di kamar yang pengap dan sempit. Kamu juga akan tumpul pikirannya kalau terlalu cepat mengklaim sesuatu sebagai yang hitam atau putih, dalam atau dangkal, benar atau salah.

Bergaulah dengan sebanyak-banyaknya orang, datangilah segala tempat yang indah dan bersejarah, bacalah buku yang beragam, serta dengarkanlah musik yang menyenangkan telinga. Itu semua akan membuat inspirasimu semakin kaya. Kamu pun akan punya banyak bekal untuk mengolah ide menjadi karya yang layak untuk dipamerkan.

Baca Juga: 5 Langkah Menulis Feature Ala Gol A Gong, Coba Yuk!

5. Selesaikanlah Apa yang Telah Dimulai

Berbuat sesuatu dan selsaikanlah (Unsplash.com/Brett Jordan)

Boleh saja kamu terampil dalam menangkap ragam ide yang menarik. Akan tetapi semuanya akan menjadi sia-sia jika kamu terbiasa menunda pekerjaan, atau tak menyelesaikan apa yang telah dimulai. Mungkin alasannya adalah lelah dan bosan. Tapi ingatlah, Sesuatu yang berharga tidak akan didapatkan dengan jalan kemalasan dan sikap cengeng. Justru dengan bekerja keras, berani mencoba, belajar dari kesalahan dan terus menjaga tekad akan membuat kamu sukses mengolah ide agar menjadi karya brilian.

***

Setelah membaca artikel ini, saya harap kamu jadi sadar akan keberadaan ide yang ternyata ada di depan jidat sendiri. Ide-ide yang banyak itu akan jadi semakin keren jika kamu bisa memilih beberapa, lalu diolah menjadi karya gemilang yang berguna untuk dirimu sendiri, serta orang-orang di luar sana.

Baca Juga: 8 Tips Menjadi Penulis Artikel yang Sukses

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Like it? Share with your friends!

Senior

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *