5 Langkah Menulis Feature Ala Gol A Gong, Coba Yuk!

Buat tulisanmu jadi lebih berkesan


2
2 points

Feature adalah jenis karya jurnalistik yang bersifat informatif, kreatif, menghibur, dan bisa subjektif. Menurut beberapa pakar, feature bukan termasuk jenis berita, artikel, maupun tajuk rencana. Feature memiliki ciri khas penulisan tersendiri dan lebih condong kepada karangan human interest.

Hingga saat ini, karya tulis feature masih jarang ditemukan. Hal tersebut karena tingkat kesulitan menulis feature berada satu tingkat di atas berita. Penulis feature harus bisa mengkombinasikan fakta dengan karya sastra sehingga menciptakan tulisan yang berkesan mendalam bagi para pembaca.

Seorang penulis legendaris Indonesia, Gol A Gong membagikan tips menulis feature melalui channel Youtube GolAGong TV. Menurutnya, feature merupakan peristiwa atau fakta yang dituliskan dengan gaya sastra.

Berikut 5 langkah menulis feature yang dapat kamu ikuti.

1. Menentukan Tema

Illustrasi menentukan tema feature (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

 

Feature biasanya diangkat dari sebuah fakta menarik yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Kamu bisa mendapatkan tema feature dari berita yang sedang banyak dibicarakan oleh masyarakat, tulisan di media sosial, maupun pengalaman pribadi.

Perhatikan kebutuhan atau selera pembaca sebelum menentukan tema feature. Jangan hanya mengikuti selera pribadi dalam menentukan tema. Salah satu kegagalan penulis feature adalah memilih tema yang sulit dimengerti sehingga hanya memiliki sedikit pembaca.

Namun, pastikan kamu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai tema tersebut agar tidak kesulitan saat menulis feature. Jangan sampai kamu memilih tema-tema yang tidak kamu pahami, sehingga informasi yang kamu tulis justru salah dan menyesatkan.

Pertimbangkan pula ketersediaan informasi yang dibutuhkan. Hal ini penting, agar kamu dapat menyelesaikan feature sesuai tenggat waktu yang telah ditetapkan. Jangan sampai penulisan feature berhenti di tengah jalan karena informasi yang dibutuhkan tidak tersedia.

2. Memilih Angle atau Sudut Pandang

Illustrasi memilih sudut pandang (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

Setelah menentukan tema dan peristiwa, penulis perlu memilih angle, point of view, atau sudut pandang atas suatu peristiwa. Misalnya dalam sebuah berita kebakaran pasar, penulis feature bisa memilih menuliskan feature tentang pasar, korban, maupun kotanya.

Dalam channel YouTubenya, Gol A Gong memberikan contoh pemilihan angle feature sebagai berikut,

Contoh penulisan feature dengan angle pasar:

“Tiga puluh tahun yang lalu, pasar induk itu berupa tanah tegalan yang tidak produktif. Bahkan menurut masyarakat di sekitarnya, di tanah tegalan itu menjadi sarang ular.

Contoh penulisan feature dengan angle korban:

“Surti hanya bisa memeluk pusara suaminya yang tewas terbakar tadi malam di pasar induk. Suaminya lah yang selama ini menafkahinya. Tanpa suaminya, maka rumah tangganya di ambang kehancuran.”

Contoh penulisan feature dengan angle kota:

“Warga kota B berkerumun di depan pasar induk yang musnah terbakar. Itulah satu-satunya pasar induk di kota itu. Ketika pasar itu hilang, hangus terbakar, mereka kebingungan harus membeli sembako dimana.”

3. Memilih Narasumber

Illustrasi memilih narasumber (Pexels.com/Greta Hoffman)

Penulis feature tetap membutuhkan narasumber untuk melengkapi data dalam tulisannya. Tidak hanya satu narasumber, sebaiknya pilihlah beberapa narasumber agar hasil tulisan feature lebih objektif dan sesuai fakta lapangan.

Terdapat beberapa kriteria dalam memilih narasumber yang tepat, antara lain:

  1. Memiliki informasi atas suatu peristiwa
  2. Responsif
  3. Jujur dan objektif
  4. Interaktif dan komunikatif

Misalnya jika akan menulis feature tentang korban kebakaran pasar, kita bisa memilih narasumber lain seperti tetangga korban atau kepala pasar, sehingga penulis bisa mengecek kebenaran informasi yang diberikan oleh korban.

4. Melakukan Field Research dan Desk Research

Illustrasi riset lapangan dengan wawancara (Pexels.com/Cottonbro Studio)

Penulis feature dapat mengumpulkan informasi berdasarkan riset lapangan (field research) dan studi literatur (desk research). Misalnya dalam penulisan feature pasar, kita dapat mencari informasi tertulis mengenai sejarah pasar dan melakukan wawancara kepada masyarakat sekitar.

Sebelum turun ke lapangan, penulis feature perlu melakukan studi literatur dengan metode dokumentasi agar mempermudah pengumpulan informasi. Setelah memiliki informasi dasar, selanjutnya penulis bisa melakukan riset mendalam dengan turun langsung ke lapangan.

Riset lapangan dapat dilakukan dengan cara observasi atau melakukan pengamatan dan wawancara. Catat temuan-temuan menarik yang ada di lapangan untuk memudahkan penulisan feature. Jangan lupa untuk melakukan wawancara secara mendalam, agar mendapatkan informasi unik yang berkesan.

Baca Juga: 5 Tempat di Mana Kamu Bisa Mendapat Ide Menulis

5. Menulis Feature dengan Bantuan 5W 1H

Illustrasi menulis feature (Pexels.com/Keira Burton)

Setelah data dan fakta sudah cukup terkumpul, maka kamu bisa memulai menulis feature. Struktur penulisan feature terdiri dari judul, lead (teras), body (bagian tubuh), dan penutup. Berbeda dengan struktur penulisan berita yang berbentuk segitiga terbalik, struktur penulisan feature cenderung lebih mirip ‘gentong’. Artinya, setiap bagian feature memiliki arti yang penting dan saling berkaitan satu sama lain.

Judul dalam feature tidak selalu berbentuk tegas dengan kalimat lengkap. Namun bisa dibuat sesuai kreativitas penulis sehingga lebih menarik dan menggugah rasa penasaran pembaca. Kamu juga bisa membuat judul feature dengan kata-kata yang mengandung arti berbeda, lho!

Untuk membuat kalimat pembuka atau lead, Gol A Gong memberikan contoh dengan menggunakan unsur 5W 1H, misalnya mengawali feature dari unsur Who (Siapa) sebagai berikut,

“Surti tak punya lagi air mata, sudah kering kerontang. Di depannya pasar induk sudah menjadi arang. Tubuhnya bergetar, yang ada di matanya adalah tubuh suaminya tergolek hangus.”

Selanjutnya, bagian tubuh feature harus memiliki keterkaitan dengan lead dan penutup. Buatlah sebuah kronologi cerita yang membuat pembaca ingin terus melanjutkan membaca. Setelah itu, kamu bisa menulis penutup feature yang memberikan kesan mendalam bagi pembaca.

Itulah 5 langkah menulis feature yang dapat kamu lakukan agar tulisan lebih berkesan. Teruslah berlatih dan mengembangkan kepekaan agar kemampuan menulismu semakin terasah!

Baca Juga: 5 Langkah Mulai Menulis, Hasilnya Keren dan Eksklusif!


Like it? Share with your friends!

2
2 points

Novice

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *