Warna-warni Idul Fitri, Mengintip 12 Tradisi Lebaran di Berbagai Negara Yang Sarat Makna

Mendekati lebaran, orang-orang sudah mulai mempersiapkan keperluan lebaran. Mulai dari baju, makanan, parsel, hingga periapan mudik. Omong-omong tentang lebaran, setiap daerah memiliki tradisi sendiri-sendiri. Tradisi yang sudah ada selama bertahun-tahun.
Contohnya di Indonesia saja. Tradisi lebaran yang sudah kita kenal mislanya mudik, menabuh bedug, takbir keliling, saling berkeliling makanan, membuat ketupat, halal bihalal, ziarah ke makam, mendapat THR, baju baru hingga bermain petasan.
Lalu bagaimana tradisi lebaran di berbagai negara di dunia? Simak tulisan berikut ini
1. Malaysia
Di Malaysia, tradisi lebarannya tak jauh beda dengan negara kita. Ada tradisi mudik juga yang mereka sebut dengan “balik kampung”. Selain itu menu makanan yang dipersiapkan untuk merayakan lebaran juga sama. Ada ketupat, rendang, lemang, kue kering yang disebut “kuih raya”.
2. Singapura
Perayaan Idul Fitri di Singapura tak jauh beda dengan di Malaysia. Di pagi hari muslim Singapura salat Ied lalu mereka memanfaatkan momen ini untuk mengunjungi orang tua untuk bermaaf-maafan. Tak lupa mereka juga mengadakan “open house” dan menyediakan makanan khas lebaran seperti ketupat, rendang, lemang dan kuih raya. Sama halnya dengan di Indonesia, muslim di Singapura juga melakukan mudik dan memberikan uang hari raya.
Baca Juga:
3. Thailand
Di hari raya Idul Fitri, suasana Thailand sangat sunyi. Tak ada takbir dan hanya ada makan-makan biasa selepas sholat Ied. Perayaan sesungguhnya jatuh pada hari ke tujuh setelah lebaran yang disebut Rayo 6 atau hari raya selepas puasa syawal enam hari. Pada perayaan ini mereka makan ketupat dan gulai ayam serta mengunjungi makam untuk berziarah.
4. Vietnam
Islam di Vietnam merupakan minoritas namun pemerintah di sana sangat menghargainya. Selama bulan Ramadhan, umat muslim di negara tersebut diberikan kebabasan untuk mengambil cuti supaya bisa fokus beribadah. Mereka biasanya mudik ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Cuti tak hanya bisa diambil menjelang lebaran tapi sepanjang bulan suci.
5. Arab Saudi
Ketika Lebaran tiba, masyarakat Arab menghiasi rumah mereka agar lebih menarik, bahkan terlihat baru. Mereka berkumpul dengan keluarga besarnya utuk mengadakan azimah. Azimah ini serupa dengan tradisi di Indonesia yang biasa dikenal dengan Open House.
Hal yang membedakan adalah sajian makanannya, yaitu olahan daging domba dicampur nasi dan sayur tradisional. Ini merupakan menu khas Arab Saudi, teman-teman. Tak hanya itu, lebaran di Arab Saudi juga mencakup penghiasan rumah dengan dekorasi khas lebaran dan tentu saja pelaksanaan Salat Idul Fitri.
6. Turki
Lebaran di Turki hampir tidak berbeda jauh dengan Tanah Air. Adanya tradisi sungkem dari yang muda ke orang yang lebih tua—baik mencium tangan maupun bersujud. Namun, yang membedakan adalah ucapan salam setiap kali mengunjungi tetangga maupun kerabat untuk meminta maaf. Warga Turki akan mengucapkan “Bayraminiz Kutlu Olsun, Mutlu Bayramlar, atau Bayraminiz Mubarek Olsun” yang artinya selamat Hari Raya Bayram.
Keunikan lain dalam perayaan Lebaran di Turki ada pada saat salat Id. Hanya laki-laki yang melakukan jamaah di masjid, sedangkan perempuan salat sendiri di rumah. Kemudian, anak-anak akan silaturahmi ke tetangga dan membawa pulang permen, cokelat, maupun uang.
7. Afghanistan
Warga Afghanistan memiliki cara yang sangat unik untuk memeriahkan Lebaran, yaitu melalui tradisi Tokhm-Jangi atau adu telur. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh kaum pria di taman atau lapangan terbuka setelah menjalankan ibadah salat Ied.
Setiap peserta akan membawa telur rebus yang telah diwarnai dengan cantik. Aturannya sederhana namun seru, yakni dua orang akan saling membenturkan telur mereka hingga salah satunya retak. Pemilik telur yang tetap utuh keluar sebagai pemenang. Permainan ini menciptakan suasana kompetisi yang penuh tawa dan menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga di sana.
8. Mesir
Suasana Lebaran di Mesir sangat identik dengan kemeriahan Fanoos, yaitu lampion warna-warni yang menerangi jalanan kota.
Anak-anak biasanya akan memakai baju baru dan berkumpul di jalanan untuk menyanyi dan menari. Hidangan wajib yang harus ada di meja makan adalah Kahk, yaitu kue kering yang diisi dengan kacang dan ditaburi gula halus.
Tradisi makan bersama keluarga besar menjadi momen yang sangat sakral. Hidangan laut seperti ikan asin (fesikh) juga sering disajikan sebagai bagian dari jamuan khas setelah sebulan berpuasa.
9. Australia
Menjadi minoritas tentu tidak mudah. Akan banyak kendala yang harus dihadapi. Namun, bagi warga Muslim di Australia, keadaan minoritas seakan tidak menjadi masalah. Pasalnya, pemerintah memberikan kebebasan untuk merayakan momen Lebaran bersama kerabat dan saudara terdekat. Bahkan, perusahaan akan memberikan hari libur pada karyawan yang beragama Islam.
Sungguh perbedaan yang membawa persatuan, bukan? Apalagi ada festival kultur setiap kali Hari Raya Idul Fitri datang. Festival yang diikuti semua kalangan, tidak peduli beragama Islam maupun non-Islam.
10. China
Tradisi lebaran yang dilakukan masyarakat muslim di China adalah melakukan ziarah ke makam para leluhur, yang merupakan tindakan penghormatan terhadap ratusan ribu umat muslim yang meninggal selama Revolusi Kebudayaan pada masa Dinasti Qing. Selain itu, dalam perayaan lebaran di China, ada pakaian yang dipakai oleh masyarakat China. Pakaian ini adalah setelan jas dan kopiah putih bagi laki-laki, serta pakaian hangat dan kerudung bagi perempuan.
Baca Juga:
11. India dan Pakistan
Malam sebelum Idulfitri yang disebut Chaand Raat atau Malam Bulan adalah waktu yang paling meriah di India dan Pakistan. Begitu bulan sabit terlihat, pasar dan pusat perbelanjaan akan mendadak sangat padat.
Para perempuan berbondong-bondong menghiasi tangan mereka dengan Henna atau Mehendi dengan motif yang sangat rumit dan indah. Selain itu, mereka membeli gelang kaca berwarna-warni yang menjadi aksesori wajib saat Lebaran.
Suasana malam tersebut sangat hidup dengan lampu-lampu hias, musik, dan aroma masakan khas seperti Sheer Khurma (puding susu dan kurma) yang mulai disiapkan di dapur setiap rumah.
12. Nigeria
Bila Anda ingin melihat keindahan perbedaan agama yang dapat hidup berdampingan, maka bisa pergi ke Nigeria sewaktu momen Lebaran tiba. Meski bukan menjadi agama mayoritas, tetapi pemerintah menghargai warga Muslim yang tinggal di sana. Bahkan, Hari Raya Idul Fitri menjadi libur nasional.
Ketika Lebaran tiba, warga Kristen akan ikut memeriahkan. Mereka mengucapkan salam ‘Barka Da Sallah’, yang artinya salam sejahtera di Hari Raya dalam bahasa Hausa. Acara silaturahmi dalam dua agama yang berbeda itu pun terjadi dan saling memaafkan.
Nah, Itulah berbagai tradisi lebaran di berbagai negara yang penuh makna. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Tradisi Halal Bihalal, Prosesi Saling Bermaafan Saat Idulfitri Dari Tanah Jawa
















