Religion

Jarang Diketahui! Inilah 5 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Bulan ini menjadi bulan istimewa yang penuh keberkahan dan waktu yang tepat bagi seorang muslim untuk memperbaiki iman dan ketakwaan kepada Allah Swt sebelum memasuki bulan Ramadhan.

Oleh karena itu, untuk menjadi hamba yang bertakwa dan beriman, kita dianjurkan untuk menjalankan amalan-amalan yang dianjurkan seperti melaksanakan sunah dan berdoa. Namun, untuk menambah keimanan, ada baiknya kita mengetahui berbagai peristiwa penting di bulan Sya’ban yang berpengaruh dalam kehidupan umat Islam.

Hal ini dimaksudkan agar kita lebih memaknai bulan Sya’ban sebagai bulan yang penuh kemuliaan. Berikut beberapa peristiwa penting yang terjadi di Bulan Sya’ban.

1. Berubahnya Arah Kiblat

Peristiwa penting di bulan Sya’ban yang pertama adalah berubahnya arah kiblat umat Islam yang awalnya Baitul Maqdis atau Masjidil Aqsa di Kota Yerusalem lalu berpindah ke Ka’bah di Masjidil Haram Makkah. Diceritakan, ketika masih berada di Makkah, Rasulullah mendirikan shalat dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis, termasuk ketika beliau shalat di sekitar Ka’bah. Selama 16 bulan setelah hijrah ke Madinah, beliau masih mendirikan salat menghadap ke Baitul Maqdis meskipun sebenarnya beliau lebih suka menghadap ke arah Ka’bah.

Kepada Jibril, Rasulullah Saw bertutur,

“Aku senang jika Allah memalingkan wajahku dari kiblat Yahudi.” Jibril menjawab, “Aku hanya hamba biasa, berdoalah dan mintalah kepada Rabbmu.” Maka, Rasulullah Saw menengadahkan wajahnya ke langit.

Kemudian, turunlah firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah.

“Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.” (QS Al Baqarah: 144).

2Turunnya Ayat tentang shalawat atas Rasulullah 

Di antara keistimewaan bukan Sya’ban adalah ia menjadi bulan di mana diturunkan ayat Shalawat dan Salam kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ayat itu adalah firman Allah: 

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”  (QS Al Ahzab 56)

Baca Juga: 

3. Turunnya Perintah Allah Swt untuk Menjalankan Puasa Ramadhan

Bulan Sya’ban merupakan bulan yang berada di antara bulan baik Allah Swt yaitu bulan Rajab dan bulan Ramadhan. Pada bulan ini, Allah Swt menurunkan perintah berpuasa pada bulan Ramadhan. Sebagaimana dikatakan dalam firman Allah Swt dalam surah Al-Baqarah ayat 183.

“Wahai orang-orang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

4. Penyerahan Amal Kepada Allah Swt

Peristiwa penting di bulan Sya’ban lainnya adalah naiknya amalan-amalan kita kepada Allah Swt. Pada bulan ini tepatnya pada malam Nisfu Sya’ban, seluruh amal kita naik kepada Allah Swt. Seperti dikutip oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki dari hadits riwayat An-Nasa’i yang meriwayatkan dialog Usamah bin Zaid dan Nabi Muhammad Saw.

“Wahai Nabi, aku tidak melihatmu berpuasa di bulan-bulan lain sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?” Rasulullah menjawab, “Banyak manusia yang lalai di bulan Sya’ban. Pada bulan itu semua amal diserahkan kepada Allah. Dan aku suka ketika amalku diserahkan kepada Allah, aku dalam keadaan puasa,”

Baca Juga:

5. Rasulullah memperbanyak puasa sunah di bulan Sya’ban

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ditanya: “Puasa apakah yang lebih utama setelah Ramadhan?” Beliau menjawab: “Sya’ban guna memuliakan Ramadhan” ditanyakan: “Sedekah apakah yang lebih utama?” Beliau menjawab: “Sedekah dalam Ramadhan” (Imam Turmudzi berkata: Hadits Gharib)

Dalam riwayat Nasa’i disebutkan, Aisyah ra berkata:

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah banyak berpuasa dalam suatu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya’ban. Beliau selalu berpuasa atau banyak berpuasa pada bulan (sya’ban)”

Dalam riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Aisyah ra berkata:

“Nabi shallallahu alaihi wasallam tidak pernah berpuasa dalam satu bulan lebih banyak daripada di bulan Sya‘ban. Sungguh Beliau puasa dalam seluruh Sya’ban dan Beliau bersabda, “Ambillah amal yang kalian kuat (mampu) karena sesungguhnya Allah tidak bosan sehingga kalian bosan” dan adalah shalat yang paling disukai oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah yang dilanggengkan meski sedikit. Jika telah melakukan suatu shalat maka Beliau melanggengkannya”

Puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan atau pemanasan sebelum memasuki bulan Ramadhan. Jika seseorang sudah terbiasa berpuasa sebelum puasa Ramadhan, tentu dia akan lebih kuat dan lebih bersemangat untuk melakukan puasa wajib di bulan Ramadhan.

6. Pernikahan Nabi Muhammad Saw

Salah satu momen bahagia yang terjadi pada bulan Sya’ban adalah berlangsungnya pernikahan Rasulullah Saw dengan Siti Hafshah dan Siti Juwairiyah. Hal ini bukan hanya menjadi momen yang membahagiakan tetapi juga menjadi teladan bagi kita untuk menjalani kehidupan berumah tangga yang harmonis.

Demikianlah sederet peristiwa penting di bulan Sya’ban yang bisa menjadi penambah semangat kita untuk lebih beriman dan memperbanyak melakukan perbuatan baik di bulan yang penuh berkah ini. Selain itu, menjadi pengingat kita akan mulianya bulan Sya’ban yang sering terlupakan ini.

Baca Juga: Update Status! 25+ Ucapan Menyambut Bulan Ramadhan yang Paling Populer

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button