Sering Dianggap Sepele! 7 Kesalahan Laki-laki Dalam Berpakaian Menurut Syariat Islam

Pakaian merupakan nikmat agung yang telah Allah Ta’ala anugerahkan kepada hambaNya, supaya mereka menutup aurat mereka dengannya.
Berpakaian juga bukan sekadar tren atau bagus, melainkan bagian dari ibadah dan identitas seorang Muslim. Dalam Islam, syariat telah memberikan panduan yang jelas agar pakaian yang dikenakan tidak hanya menutup aurat, tetapi juga mencerminkan ketakwaan dan adab.
Sayangnya, sering kali seorang laki-laki melakukan kesalahan karena kurangnya pemahaman terhadap batasan-batasan tersebut. Berikut adalah beberapa kesalahan laki-laki dalam berpakaian menurut syariat Islam.
1. Isbal
Isbal adalah menurunkan atau memanjangkan pakaian hingga di bawah tumit. Larangan isbal bersifat umum untuk semua jenis pakaian seperti sarung, gamis atau pakaian lainnya. Ironinya, larangan ini dianggap remeh oleh kebanyakan umat Islam, padahal dalam pandangan Allah ia merupakan masalah besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Kain yang memanjang hingga di bawah mata kaki tempatnya di Neraka.” (HR. Al-Bukhari, shahih).
Ancaman bagi musbil (orang yang melakukan isbal) dengan neraka tersebut sifatnya adalah mutlak dan umum, baik dengan maksud sombong atau tidak. Jika isbal tersebut dilakukan dengan maksud sombong maka ancamannya lebih besar. Nabi SAW bersabda:
“Pada hari Kiamat, Allah tidak akan melihat kepada orang yang menyeret bajunya (musbil, ketika di dunia) karena sombong.” (Muttafaq Alaih, shahih).
Dan secara tegas Nabi SAW melarang kita kaum lelaki melakukan isbal. Beliau SAW bersabda:
“Dan tinggikanlah kainmu hingga separuh betis, jika engkau enggan maka hingga mata kaki. Dan jauhilah olehmu memanjangkan kain di bawah mata kaki, kerana ia termasuk kesombongan, dan sungguh Allah tidak menyukai kesombongan.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dengan sanad shahih , At-Tirmidzi berkata, hadits ini hasan shahih).
Hadis di atas memberi kata putus terhadap orang yang beralasan bahawa memanjangkan kain hingga di bawah mata kaki dibolehkan asal tidak kerana sombong. Ini adalah alasan batil dan dicari-cari untuk membenarkan kebiasaan mereka yang menyalahi sunah.
Adapun kaum wanita, mereka diwajibkan menutupi tubuhnya hingga di bawah mata kaki, karena termasuk aurat.
Baca Juga:
2. Mengenakan pakaian tipis dan ketat
Dalam kaca mata syariat, jika bahan-bahan pakaian itu sangat tipis sehingga menampakkan aurat, lekuk-lekuk tubuh atau sejenisnya maka pakaian itu tidak boleh dikenakan.
Perkara ini berdasarkan firman Allah Taala:
“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan.” (Al-A’raf: 26).
Tetapi jika pakaian itu tidak menampakkan aurat dan lekuk-lekuk tubuh maka hal itu tidak mengapa. Namun jika pakaian itu menyerupai dan menunjukkan identiti pakaian orang kafir maka ia tidak dibolehkan.
3. Mengenakan pakaian yang menyerupai pakaian wanita
Di antara fitrah yang disyariatkan Allah kepada hambaNya yaitu agar lelaki menjaga sifat kelelakiannya dan wanita menjaga sifat kewanitaannya seperti yang telah diciptakan Allah. Jika hal itu dilanggar, maka yang terjadi adalah kerusakan hidup di masyarakat.
Dalam hadis sahih disebutkan:
“Rasulullah SAW melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki.” (HR. Al-Bukhari).
Sebagian ulama berkata, ‘Yang dimaksud menyerupai dalam hadis tersebut adalah dalam hal pakaian, berdandan, sikap, gerak-gerik dan sejenisnya, bukan dalam berbuat kebaikan. Karena itu, termasuk dalam larangan ini adalah larangan berdandan ala wanita, memakai anting-anting, kalung, gelang kaki dan sejenisnya bagi lelaki, sebab perkara-perkara tersebut adalah kekhususan bagi wanita.
Rasulullah bersabda:
“Allah melaknat lelaki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian lelaki.” (HR. Abu Daud, Shahihul Jami’ , 5071) .
4. Mengenakan pakaian yang tidak menutup aurat
Seperti memakai celana pendek atau pakaian lainnya yang menampakkan paha. Aurat lelaki adalah dari pusat sehingga dua lutut. Oleh itu, paha termasuk aurat. Setiap muslim diperintahkan menutup dan menjaga auratnya kecuali di depan isteri atau hamba sahayanya.
Ketika Rasulullah SAW melihat sahabat Ma’mar tersingkap pahanya, beliau bersabda,
“Wahai Ma’mar, tutupilah pahamu, kerana paha adalah aurat.” (HR. Ahmad).
“Jagalah auratmu kecuali dari isterimu atau hamba sahayamu.” (HR. Imam lima kecuali An-Nasa’i dengan sanad hasan).
5. Berpakaian tidak sopan ketika masuk masjid
Sebagian orang yang akan menunaikan salat berjamaah tidak peduli dengan pakaian yang dikenakannya. Misalnya masuk masjid dengan mengenakan kaus singlet, celana jeans yang berlubang. Salat adalah untuk menghadap kepada Allah, kerana itu kita harus mengenakan pakaian yang bagus dan indah sebagaimana yang diperintahkan. Allah berfirman:
“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” (Al-A’raf: 31).
Disunahkan pula agar kita memakai wangi-wangian ketika hendak ke masjid dan menghindari bau-bauan yang tidak sedap.
Baca Juga:
6. Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa
Mengenakan pakaian bergambar makhluk bernyawa adalah haram, baik gambar manusia atau hewan. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Setiap tukang gambar ada di Neraka, Allah menciptakan untuknya (dari) setiap gambar yang dia bikin sebuah nyawa, lalu mereka menyiksanya di Neraka Jahannam.” (HR. Muslim).
“Malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang ada di dalamnya anjing dan gambar-gambar.” (HR. Al-Bukhari).
Adapun gambar orang-orang kafir maka memakai atau menggunakannya mudaratnya akan semakin besar, sebab akan mengakibatkan pengagungan terhadap mereka.
7. Lelaki menggunakan perhiasan emas dan kain sutera
Sekarang banyak kita jumpai barang-barang perhiasan untuk lelaki yang terbuat dari emas. Seperti jam tangan, kaca mata, kalung, cincin dan sebagainya.
Dari Ibnu Abbas RA bahawasanya Rasulullah SAW melihat cincin emas di tangan seorang lelaki, serta merta baginda mengambilnya lalu membuangnya, seraya bersabda:
“Salah seorang dari kamu sengaja (pergi) ke bara api, kemudian mengenakannya di tangannya!’ Setelah Rasulullah SAW pergi, kepada lelaki itu dikatakan, ‘Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah!’ Dia menjawab, ‘Demi Allah, selamanya aku tidak akan mengambilnya, kerana Rasulullah SAW telah membuangnya.” (HR. Muslim, 3/1655).
“Dihalalkan emas dan sutera itu untuk kaum wanita dari kaumku dan diharamkan keduanya bagi kaum lelaki dari nya.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i, shahih).
Itulah beberapa beberapa kesalahan laki-laki dalam berpakaian menurut syariat Islam. Laki-laki muslim tetap bisa tampil modern dan modis selama tetap mematuhi batasan aurat, tidak sombong, dan tidak melanggar larangan-larangan lainnya.
Baca Juga: 4 Kiat Menghindari Dosa dan Perbuatan Maksiat Bagi Seorang Muslim


















