Pulau Bali yang kaya akan budaya dan tradisi memiliki cara unik dalam menyampaikan perasaan, baik itu suka cita maupun duka cita.
Bahasa Bali, sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Bali, memiliki beragam ungkapan yang sarat makna untuk momen-momen penting tersebut.
Buat kamu yang sering ke Bali untuk wisata atau bisnis, penting sekali untuk mempelajari bahasa Bali, walaupun hanya sekedar ucapan selamat pagi, siang, dan malam.
Ucapan selamat dalam bahasa Bali sering diawali dengan โRahayuโ atau jika ditambahkan kata semoga (dumogi/dumadak) misalnya Dumogi Rahayu (Semoga Rahayu, semoga dalam keadaan baik/ selamat) , maka kata ini berubah menjadi โRahajengโ. Dua-duanya artinya sama, yakni kondisi seseorang yang dalam keadaan baik, sehat, selamat dan aman dari gangguan apapun serta tidak dalam kekurangan apapun. Bedanya hanya dalam penggunaan.
Sehingga jika tidak merujuk pada waktu atau kejadian yang spesifik masyarakat Bali mengucapkan kata Rahajeng/ Rahayu dalam memberi Salam.ย Contohnya โRahajeng, Bliโย atau โDumogi Rahayu, Bliโ.ย Rahajeng/ Rahayu = baik, selamat, sehat sentosa. Bli = kakak laki-laki.
Maksudnya adalah โSemoga berada dalam keadaan selamat dan baik baik saja ya Kakโ.
1. Ucapan selamat pagi, siang, dan malam
Pagi = Semeng.ย Selamat Pagi = Rahajeng Semeng.ย Banyak juga yang membubuhkan akhiran โanโ sehingga kata Semeng menjadi Semengan. Artinya sama saja.
Siang = Tengahi.ย Selamat Siang = Rahajeng Tengahi.
Malam = Wengi.ย Selamat Malam = Rahajeng Wengi.
Kata Rahayu tidak umum digunakan dalam konteks ini. Jadi tidak ada Rahayu Semeng atau Rahayu Wengi.
Baca Juga:
2. Ucapan Selamat Khusus dan Hari Raya
Ulang Tahun = Wanti Warsa.ย Selamat Ulang Tahun = Rahajeng Wanti Warsa.
Tahun Baru = Warsa Anyar.ย Selamat Tahun Baru = Rahajeng Warsa Anyar.
Menyampaikan Selamat Hari Raya bisa dilakukan dengan mengucapkan kata Rahajeng Dina (Dina = Hari) lalu bubuhkan nama hari rayanya. Misalnya;
Rahajeng Dina Galungan (Selamat Hari Raya Galungan), Rahajeng Dina Kuningan, Rahajeng Dina Saraswati, Rahajeng Dina Pagerwesi dsb.
Atau bisa juga disederhanakan tanpa kata Dina. misalnya:
Rahajeng Galungan, Rahajeng Kuninganย dan sebagainya.
3. Ucapan lanjutan setelah salam
Secara umum masyarakat Bali tidak berhenti dengan hanya mengucapkan salam standar Rahajeng Semeng โ Rahajeng Wengi saja, tetapi umumnya memberikan doa tambahan lagi atas ucapan salam ini (terurama jika tertulis).
Misalnya โRahajeng semeng. Dumogi sami rahayuโ. (Selamat pagi. Semoga semua dalam keadaan baik).
Atau โRahajeng Wanti Warsa Putu, dumogi setata kenak, bagya tur lantang yusaโ. (Selamat Ulang Tahun Putu, semoga selalu sehat, bahagia dan panjang umur).
4. Menjawab Salam
Secara umum salam Rahajeng Semeng/ Wengi bisa dijawab singkat dengan mengucapkan salam yang sama Rahajeng Semeng/ Wengiย juga.
Tetapi jika salam yang disampaikan adalah berupa ucapan selamat misalnya, ulang tahun, atau hari Raya, maka salam bisa dijawab dengan terlebih dahulu mengucapkan terimakasih lalu dengan mengucapkan salam kembali.
Terimakasih = Matur Suksma. Atau cukup dengan โSuksmaโ saja.
Misalnya โSuksma. Rahajeng Mewaliโ yang maksudnya adalah โ Terimakasih. Saya mengucapkan doa yang sama baiknya untukmu jugaโ.
Atau bisa juga menjawab โSuksma. Dumogi rahayu sareng samiโ.ย Artinya โTerimakasih. Semoga semua orang dalam keadaan baikโ.
5. Membalas berita bahagia
Terkadang kita mendengar informasi atau berita dari teman tentang rencana pernikahan anaknya, atau akan menyelenggarakan acara di rumahnya. Cara membalasnya adalah dengan mengucapkan doa agar pelaksanaan acaranya sukses.
โDumogi memargi antarโ (semoga berjalan dengan baik tanpa rintangan).
โDumogi labda karyaโ Semoga pekerjaannya berhasil.
โDumogi labda karya sida sidaning donโ Semoga pekerjaannya berhasil sesukses suksesnya.
Atau jika ingin mendoakan pengantin
โDumogi langgeng ngantos riwekasanโ. Semoga langgeng hingga ke depannya terus.
6. Ucapan salam saat berjumpa
Saat berjumpa, kalimat salam pertama yang diucapkan oleh orang Bali adalah โOm Swasti Astuโ.ย Ucapan ini adalah doa dari yang mengucapkan Salam agar orang yang diajak berbicara berada dalam keadaan baik, sehat dan bahagia. Karena kata Om adalah seruan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sedangkan Swasti artinya dalam keadaan baik, dan Astu artinya Semoga.
Om Swasti Astu = Ya Tuhan, Semoga (orang yang saya ajak bicara ini) Engkau berikan dalam keadaan baik, sehat dan bahagia.
Ucapan Om Swasti Astu bisa dijawab dengan doa yang sama kembali, Om Swasti Astu. Bisa juga dijawab denganย Om Shanti Shanti Shanti.ย Shanti = damai.
Salam Om Swasti Astu juga umum digunakan sebagai pembuka pidato, rapat, tulisan. Dan sebagai penutup dari pidato, rapat ataupun tulisan juga diakhiri dengan Om Shanti Shanti Shanti.ย Salam ini tidak mengenal waktu. Berlaku untuk kapan saja.
Baca Juga:
7. Ucapan semoga cepat sembuh atau terkena musibah
Saat mendengar sahabat atau kerabat yang sakit, tentu saja yang kita ucapkan bukanlah selamat tetapi doa agar yang bersangkutan diberi kesembuhan. Jadi ucapannya adalah โDumogi gelis kenakโ. Semoga lekas sembuh.Atau โDumogi gelis warasโ Semoga lekas sehat.
Dan doa yang paling umum diucapkan adalah โOm Sarwa Wighna, Sarwa Klesa, Sarwa Lara Roga, Winasa ya Namahย โ. artinya โYa Tuhan, kami mohon agar segala halangan, segala penyakit, segala penderitaan dan gangguan Engkau binasakan ya Tuhanโ.
Jika kita mendengar ada berita tentang sahabat atau kerabat yang mengalami musibah lain yang tidak terkait dengan kesehatan tubuh, seperti kehilangan, kecurian dsb, maka ucapan kita adalah โDumogi polih kerahayuanโ
8. Ucapan belasungkawa
Orang Bali mengucapkan kalimat โDumogi amor ring Acintyaโย saat mendengar teman atau kerabat meninggal dunia. Yang artinya โSemoga bisa menyatu kembali dengan Tuhan Yang Maha Esaโ.
Atau mengucapkan doa โOm Swargantu, Moksantu, Sunyantu, Murcantu. Om Ksama Sampurna Ya Namah Swahaโ yang artinya โ Ya Tuhan, semoga atna yang menunggal mencapai surga, lalu menyatu denganMu, mencapai keheningan tanpa suka duka. Ampunilah ia, semoga segalanya disempurnakan atas kemahakuasaanMu.
Baca Juga: 26 Kata Dalam Bahasa Jawa, Memiliki Makna Berbeda di Jateng dan Jatim



Komentar