5 Tips Ajarkan Self Care pada Anak, Bantu Hindari Stres Usia Muda!


Ilustrasi anak (pixabay.com/bessi)

Stres dan depresi tentu muncul karena adanya tekanan yang diterima oleh seseorang. Hal ini tidak hanya bisa terjadi kepada orang dewasa tetapi juga anak-anak atau pun remaja. Nah, untuk mengatasinya, kamu sebagai orangtua dapat mengajarkan self care pada anak.

Dengan begitu kesehatan mental anak pun bisa terjaga dengan baik. Membuat tumbuh dan kembangnya pun bisa berjalan sesuai dengan yang orangtua harapkan. Istilah self care sendiri artinya adalah cara merawat diri.

Namun faktanya, self care bekerja lebih baik dari sekadar merawat diri. Banyak sekali dampak positif yang dapat diterima dari hasil merawat diri tentunya. Berikut tips yang dapat kamu ajarkan kepada anak, di antaranya, yaitu:

1. Konsumsi makanan sehat dan bergizi

Untuk dapat melakukan self care, kamu sebagai orangtua tentu harus mengajarkan anak supaya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Tips ini merupakan hal dasar dari bentuk self care, bagaimana tidak? Tubuh yang sehat merupakan tanda bahwa seseorang berhasil merawat tubuhnya.

Dengan konsumsi makanan yang seimbang, maka baik tulang maupun fungsi tubuh lainnya akan bekerja dengan baik. Jauhkan anak dari makanan cepat saji atau makanan ringan yang banyak mengandung penyedap rasa. Beritahu bahwa makanan tersebut tidak baik untuk dikonsumsi dalam jangka panjang.

2. Istirahat yang cukup

Bentuk dari self care lainnya yang dapat kamu ajarkan kepada anak, yaitu istirahat yang cukup. Ajarkan selalu anak-anak untuk tidur siang dan malam secukupnya. Untuk batasan aktivitas di malam hari pun perlu dibatasi.

Supaya anak tahu bahwa kegiatan malam hari digunakan untuk beristirahat. Jadi tidak ada istilahnya bergadang bagi anak-anak dan remaja yang masih dalam tahap perkembangan. Dengan begitu kualitas tidur yang diperoleh pun akan sangat maksimal.

Baca Juga:

3. Pengembangan pikiran

Selanjutnya, cara lain dari self care yang dapat dicontohkan kepada anak, yakni dengan pengembangan pikiran. Bantu anak untuk terlepas dari smartphone yang membuatnya kembali terhubung dengan dirinya sendiri. Pengembangan pikiran yang bisa dilakukan sangat banyak.

Contohnya menyuruh anak untuk membaca buku, melakukan diskusi bersama dan banyak lainnya. Maksud dilakukannya pengembangan pikiran semata-mata untuk membuat wawasan anak semakin bertambah. Membuat pola pikirnya pun lama-kelamaaan terbentuk sehingga bisa melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang.

4. Habiskan waktu bersama orang terdekat

Penyembuhan atau perawatan diri terbaik lainnya bisa dilakukan bersama keluarga, teman atau sahabat. Dengan menghabiskan waktu bersama orang terdekat, secara tidak langsung akan merawat diri. Terlebih lagi anak yang masih dalam usia pengawasan orangtua.

Sebagian besar anak-anak dan remaja sangat suka dengan keintiman dari keluarga. Pasalnya di usia tersebut mereka masih dalam proses pencarian jati diri. Jadi dengan berkumpul dan melakukan kegiatan sederhana pun bisa membuatnya nyaman dan merasa disayangi.

Baca Juga:

5. Mengerjakan hobi

Mempunyai hobi atau sesuatu yang disenangi bisa menjadi salah satu alternatif untuk melakukan self care. Pasalnya dengan melakukan hobi yang disenanginya anak akan merasa lebih bahagia. Ada penyembuhan tersendiri yang dirasakan anak, apabila hal yang diminatinya tersalurkan.

Nah, untuk orangtua sendiri harusnya peka dengan minat dan hobi anak. Dengan begitu pemberian arahan pada hobi pun bisa diberikan dengan baik. Jadi hobi anak bisa tersalurkan dengan tepat tentunya.

Cukup beragam bukan tips yang bisa kamu gunakan saat mengajarkan self care pada anak? Kini setiap anak pun bisa terhindar dari resiko kesehatan mental yang buruk. Dengan begitu, anak bisa tumbuh dan berkembang tanpa adanya stres.

Baca Juga: 5 Tips Mencintai Diri Sendiri, Sudah Pernah Coba Belum?

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Emperor

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *