Science

Saat Fase Bulan Purnama, Mengenal Proses Terjadinya dan Jenis Gerhana Bulan

Gerhana bulan adalah tertutupnya bulan oleh bayangan bumi sehingga membuatnya tampak gelap dan tidak terihat. Fenomena tersebut dapat terjadi saat posisi bulan, bumi, dan matahari berada pada satu garis lurus.

Pada posisi tersebut, cahaya Matahari yang seharusnya mengenai bulan, tertutup oleh bumi. Dengan demikian, pada tampak seperti ada bayangan yang menutupinya. Bayangan akan menutupi bulan secara perlahan-lahan. Awalnya, hanya bayangan berbentuk cekung. Namun semakin lama bayangan tersebut akan menutupi seluruh bulan.

Fenomena gerhana Bulan merupakan salah satu yang ditunggu-tunggu selain gerhana Matahari. Hal ini dikarenakan gerhana Bulan menampakkan fenomena yang sangat indah, apa lagi pada saat langit cerah.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan

Secara sederhana, gerhana bulan terjadi ketika bumi berada tepat di antara matahari dan bulan. Posisi yang sejajar ini menyebabkan cahaya matahari yang seharusnya dipantulkan oleh bulan terhalang oleh bayangan bumi.

Fenomena ini hanya dapat terjadi pada fase bulan purnama. Namun, tidak setiap bulan purnama terjadi gerhana karena orbit bulan miring sekitar 5 derajat terhadap orbit bumi (ekliptika).

Gerhana bulan bisa berlangsung hingga tiga hingga enam jam, maka prosesnya juga membutuhkan waktu hingga bulan benar-benar tertutup. Bulan akan pertama menghilang sedikit demi sedikit sebelum benar-benar tertutup dengan penuh.

  • Bulan dalam fase total, yaitu bagian dari fase bulan. Bulan tersebut yang biasanya bersinar akan mulai tertutup demi sedikit oleh bayangan hitam.
  • Bulan yang tadinya hanya tertutup sedikit akan mulai tertutup dengan penuh, sehingga hanya sebagian dari bulan yang terlihat. Bumi juga akan terlihat menyabit.
  • Bulan akan mulai menghilang setelah tertutup penuh oleh bayangan bumi. Saat proses ini, bulan tidak dapat terlihat seakan-akan menghilang.
  • Tergantung lamanya fenomena ini, bulan akan kemudian muncul kembali dari arah pertama kali bulan menghilang. Bulan akan mulai muncul dari bentuk sabit, kemudian mulai muncul bulan setengah hingga akhirnya bulan kembali terlihat dengan utuh seperti semula.

Baca Juga:

Jenis-Jenis Gerhana Bulan

Ada 3 tipe gerhana bulan, yaitu gerhana bulan penumbra, gerhana bulan total, dan gerhana bulan sebagian.

1. Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total
Gerhana bulan total

Gerhana bulan total terjadi jika posisi bulan berada tepat di tengah umbra, yaitu bayangan inti atau bagian tengah bayangan gelap dalam gerhana bulan. Gerhana bulan total dapat dibagi menjadi dua tipe:

  • Gerhana bulan total negatif dan gerhana bulan total positif. Ketika terjadi gerhana bulan total negatif, warna bulan menjadi warna merah tidak merata.
  • Gerhana bulan positif terjadi jika bulan melalui titik umbra, sehingga warna merah yang terdapat pada bulan adalah merah merata.

Tergantung dengan daerahnya, gerhana bulan total akan terlihat lebih merah di suatu daerah dibanding daerah lain. Pada umumnya, semakin merah bulan terlihat di suatu daerah, semakin tinggi tingkat polusi di daerah tersebut. Jenis gerhana bulan ini termasuk fenomena yang sangat mencolok karena warna merahnya yang sangat cerah saat fase total bulan.

2. Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana bulan sebagian
Gerhana bulan sebagian

Gerhana bulan sebagian terjadi jika sebagian daerah bulan masuk ke daerah umbra dan sebagian lainnya berada di bayangan penumbra. Oleh karena itu, sinar matahari yang sampai ke permukaan bulan hanya sebagian sehingga hanya sebagian dari bentuk bulan yang terlihat.

Baca Juga:

3. Gerhana Bulan Penumbra

Gerhana bulan penumbra
Gerhana bulan penumbra

Gerhana Bulan penumbra terjadi ketika seluruh bagian Bulan berada di bagian penumbra. Tidak seperti saat gerhana Bulan total, gerhana Bulan penumbra masih menampakkan Bulan meski dengan warna yang suram. Gerhana Bulan bisa disaksikan secara langsung dengan mata telanjang karena fenomena ini tidak membahayakan kesehatan mata.

Meski demikian, gerhana Bulan kerap sulit diamati dengan mata telanjang karena terjadi di malam hari dan Bulan tampak redup atau gelap. Gerhana Bulan akan lebih mudah terlihat jika posisi Bulan dalam keadaan penuh atau purnama. Saat terjadi gerhana Bulan, bayangan Bumi di permukaan Bulan dapat terlihat jika menggunakan teleskop.

Baca Juga: Mengenal 4 Jenis Gerhana Matahari Beserta Proses Terjadinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button