Sport

Bukan Cuma GOAT, 5 Pelajaran Kepemimpinan yang Bisa Kita Tiru dari Lionel Messi

Lionel messi
Lionel Messi (detik.com)
Terlepas hasil final Argentina melawan Spanyol nanti, status Lionel Messi sebagai pesepak bola yang istimewa tak akan berubah. Dia bukan sembarang pemain. Waktu dan usia pun tampaknya tak mampu menghapus keistimewaannya.

Di usia yang sudah jauh melewati puncak karier seorang pesepak bola, ia masih mampu bersaing dengan pemain-pemain yang jauh lebih muda. Fakta itu saja sudah cukup menjadi bukti bahwa Messi memang istimewa.

Namun, kehebatan seorang Messi bukan hanya soal kontribusi golnya. Akan tetapi, jiwa kepemimpinan La Pulga (julukan untuk messi) patut diacungi jempol dan diapresiasi. Berikut faktanya

1. Peduli terhadap pemain lainnya

Seorang Lionel Messi tidak pernah terlihat marah terhadap teman satu tim nya. Walaupun pemain tersebut membuat blunder, tidak mampu memanfaatkan peluang mencetak gol, ataupun gagal menghalau serangan lawan.

Messi mengerti hal tersebut. Dia sangat mengapresiasi kerja keras teman-temannya. Dia tidak pernah terlihat marah ataupun kesal dengan temannya di timnas Argentina.ย Sebagai pemimpin, Messi sangat memahami bahwa tonggak kesuksesan tim mereka dalam kekompakan tim, dan saling menghargai semua peran pemain. Seperti itulah yang dilakukan seorang pemimpin yang baik dan mempunyai kepedulian tinggi.

Baca Juga:

Beda Usia Hampir Dua Dekade! Ini Sosok Pemain Tertua dan Termuda di Piala Dunia 2026

2. Tidak banyak bicara, bermain dengan cerdasย 

Lionel Messi merupakan pribadi yang dikenal pendiam dan dan jarang berbicara dalam setiap pertandingan. Ternyata Messiย memiliki gaya kepemimpinannya sendiri yang berbeda dari kebanyakan kapten dalam suatu tim sepakbola.

Diam dan berpikir merupakan gaya kepemimpinan seorang Lionel Messi. Hal itulah yang dilakukan Messi dalam memimpin di setiap pertandingan. Berawal dari diam dan berpikir, Messi lebih memilih memberikan arahan dengan berbicara empat mata dan mendatangi satu per satu rekannya.

Sebagai penggemar Messi, saya melihat Messi lebih tenang pada Piala Dunia 2026 ini. Tidak hanya lebih tenang, banyak berjalan, lebih banyak diam dan malah lebih banyak tidak menarik perhatian. Dengan karakter seperti ini, sebagai Kapten tim, Messi lebih memberi kesan healing kepada timnya.

Messi memahami dirinya sendiri. Dengan usia yang tidak muda lagi, Messi memahami smart work, bukan hard work. Messi tidak berlari jauh sana sini, namun ketika bola di kakinya, Messi memanfaatkan kesempatan itu semaksimal mungkin.

Melalui cara seperti itu,ย membuat rekan-rekan setimnya mudah memahami apa yang diperintahkanย Messi, sehingga membuat Messiย sangat dicintai oleh rekan-rekannya diย Timnas Argentina. Bahkan saat ada rekannya melakukan sebuah kesalahan, Messiย tidak langsung berteriak dan memarahinya. Tetapiย dia memberitahu pemain tersebut dengan bicara secara langsung empat mata.

Misi Pertahankan Takhta Juara, Sanggupkah Argentina Cetak Sejarah Back-to-Back di Piala Dunia 2026?

3. Lionel Messi seorang Kapten yang Rendah Hati

Penampilan dan gaya kepemimpinan Lionel Messi tidak diragukan lagi, karena menjadi salah satu faktor kunci penentu kemenangan mereka di Piala Dunia 2022, sejak Argentina pertama meraihnya sejak 1986.

Tagliafico mengatakan bahwa kesederhanaan dan kerendahan hati penyerang Paris Saint-Germain (PSG)itu bisa dilihat ketika Messi lebih sering memberikan contoh kepada teman-teman setimnya, dibandingkan banyak berbicara.

Ketika seseorang berbicara dengan Messi, seseorang tersebut hanya mendapati kesan bahwa dia hanyalah pemain biasa. Namun, ketika seseorang melihat Messi memperlakukan bola, itu sangatlah luar biasa.ย Kesederhanaan dari seorang Lionel Messi membantu teman-temannya di Timnas Argentina tetap rendah hati. Messi tidak memgeluarkan banyak kata-kata, melainkan yang diterapkan dia adalah memberikan sebuah contoh.

Kerendahan hati dari seorang Messi sebagai pemimpin di lapangan hijau juga bisa dilihat, dari cara dia membimbing generasi muda Argentina dalam berbagai situasi pertandingan. La Pulga tampak dengan rendah hati memberikan umpan ke pemain lain yang notabene juniornya di tim, serta tidak mencolok ingin jadi pahlawan.

Baca Juga:

4. Tidak panik dan tetap tenang meski Argentina tertinggal

Pada saat melawan Mesir dan Inggris, Argentina tertinggal 1-0 terlebuh dahulu, Namun sang kapten tidak tampak panik, walau waktu terus berjalan. Dia tampak terlihat tenang, sambil sekali-kali melihat catatan waktu tersisa di atas.

Messi terus berfikir, mencari celah untuk masuk ke lini pertahanan lawan. Begitu dia melihat kesempatan walau sekecil apapun, dia berusaha memanfaatkan hal itu dengan sebaiknya. Messi mampu melihat posisi teman yang berada di posisi yang bagus untuk mencetak gol.

5. Bisa memainkan beberapa peran sekaligus dalam satu pertandingan

Messi merupakan pemain yang dianugerahi talenta yang luas biasa. Dengan kemampuannya dia bermain di posisi manapun sesuai dengan kebutuhan tim.

Saat Argentina sedang buntu, tidak mendapat pasokan bola, atau ditempel lawan terus, Messi yang berada di posisi penyerang tengah, dengan cerdik dia akan berpindah posisi. Messi tahu di posisi mana dia akan bisa bergerak bebas.ย Selain penyerang tengah, Messi juga sangat bagus bermain di posisi penyerang sayap, ataupun menjadi playmaker di tengah lapangan.

Baca Juga: Beda Usia Hampir Dua Dekade! Ini Sosok Pemain Tertua dan Termuda di Piala Dunia 2026

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ร—
ร—