Bisnis dan Keuangan

Niat Cuan Malah Rugi, 11 Kesalahan Fatal Investasi Emas Bagi Pemula Berujung Bangkrut

Beruntunglah orang yang sudah lama berinvestasi dan memiliki Logam Mulia, terlebih saat ini karena harganya lagi naik. Ya, harga emas mengalami kenaikan yang sangat tinggi.

Banyak orang, mungkin sudah memahami apa saja kelebihan investasi Emas. Investasi emas merupakan salah satu jenis investasi yang dianggap minim risiko. Karena, Emas nilainya cenderung stabil dan dianggap tak punya efek inflasi (zero inflation effect). Sangat jarang sekali harga emas turun.

Namun, banyak orang yang salah langkah dalam berinvestasi emas, apalagi bagi pemula. Niatnya untung, malah buntung. Apa saja kesalahan investasi emas bagi pemula yang berujung bangkrut, berikut ulasannya.

1. Tidak memiliki tempat untuk menyimpan emas

Sebutlah, kamu telah memiliki beberapa batang emas. Tetapi setelahnya, kamu belum memikirkan tempat penyimpanan. Tak punya tempat penyimpanan emas batangan yang layak dan aman? Maka kamu harus menunda dulu investasi emas. Kenapa begitu? Karena logam mulia yang satu ini memang sangat rawan pencurian.

Pastikan kamu memiliki brankas super aman di rumah. Atau jika tidak begitu, kamu bisa menggunakan jasa SDB (Safe Deposit Box) yang disediakan oleh bank. Bergabung dengan forum komunitas sesama investor emas juga merupakan ide yang bagus. Dengan sejumlah uang membership, kamu bisa memperoleh brankas bersama yang aman dan terjamin.

Baca Juga:

2. Tidak memperhatikan kemurnian emas

Bentuk emas investasi terbaik adalah yang masih berupa batangan dengan 99,99% kemurnian. Selain itu, pastikan pula ada sertifikat yang menyertai pembeliannya. Karena jika tidak hati-hati, kamu akan berakhir memiliki emas oplosan atau palsu.

Apalagi jika kamu membelinya di tempat yang tidak tersertifikasi. Perhiasan juga merupakan bentuk investasi emas. Hanya saja, emas yang sudah menjadi perhiasan nilainya cenderung turun karena sudah mengalami percampuran dengan logam-logam lain.

3. Tidak riset harga saat membeli emas

Ketika ingin membeli emas, janganlah sembrono langsung membeli. Lakukan riset terlebih dulu. Bandingkan harga beli emas dari satu pihak ke pihak lainnya supaya kamu memperoleh harga terbaik.

Ada banyak sekali penjual emas yang menaikkan harga terlalu tinggi karena tahu pembelinya adalah seorang pemula. Bukan hanya membandingkan harga, sebagai pemula kamu juga wajib tahu harga emas.

Meskipun dianggap sebagai bentuk investasi paling aman, harga emas tidaklah stabil dan selalu berubah. Sebagai investor, kamu bahkan dianjurkan untuk senantiasa memeriksa harga emas batangan setiap harinya. Dengan begitu bakal bisa memutuskan untuk beli emas ketika harganya turun dan menjual kembali saat harganya naik.

4. Membeli emas daur ulang

Pernahkah kamu mendengar istilah scrap gold alias emas daur ulang? Pada dasarnya, emas daur ulang adalah emas-emas tua yang kebanyakan berasal dari benda elektronik. Emas-emas tua ini oleh para perajin emas didaur ulang dan kemudian dijual kembali.

Harganya memang cenderung miring, membuat banyak orang tertarik beli perhiasan scrap gold. Yang perlu kamu harus tahu, jika memang ingin beli emas daur ulang, ada risiko cacat produk. Banyak perhiasan atau koin emas yang dibuat dengan cara scrap gold tidak terlihat sempurna sehingga bukan hanya mengurangi harga jual, juga tampak kurang atraktif. Tetaplah pada emas batangan jika yang kamu inginkan adalah investasi.

5. Membeli di tempat yang legalitasnya diragukan

Penjual emas memang banyak. Tapi, tidak semuanya sudah tersertifikasi oleh OJK. sebagai pemula, Anda harus benar-benar waspada saat beli emas. Ada banyak sekali kasus orang-orang tertipu investasi bodong, karena ternyata beli emas di perusahaan yang tidak kredibel. Sebabnya, salah satu bentuk investasi bodong emas kerap terjadi dalam jual-beli emas online.

Karena menggunakan sistem online, pembeli jelas tak bisa melihat seperti apa bentuk emas yang sudah dimiliki. Ketika kamu memilih konsep pool account misalnya, yang kamu peroleh biasanya hanya sertifikat pembelian saja. Belum termasuk jual beli data pribadi kamu yang sudah terlanjur diunggah. Jadi, selalulah waspada.

Baca Juga:

6. Tidak memiliki dana darurat karena semua uang habis untuk membeli emas

Mungkin dalam benak investor, semakin banyak yang dibeli semakin banyak pulalah laba di maa depan. Tapi sebenarnya, Anda tidak sebaiknya melakukan hal tersebut. Karena jika ternyata kamu hanya punya sedikit uang tunai, akan menyulitkan jika terjadi masalah darurat dan tabungan terlanjur habis untuk beli emas.

Sebagai investor yang cerdas, seharusnya kamu memilah uang untuk kebutuhan harian dan tabungan supaya keuangan jadi sehat. Belilah secara berkala dengan nominal yang masuk akal. Lagi pula, yang terpenting dari investasi ini bukan hanya jumlah, tapi juga komitmen dan konsistensi kamu.

7. Tidak memiliki tujuan investasi yang jelas

Yang satu ini paling sering dilakukan oleh banyak investor pemula. Selalu milikilah tujuan yang jelas dan berjangka panjang; seperti naik haji, sekolah anak, dan lain-lain. Dengan begitu, kamu tidak akan mudah tergoda mencairkan emas batangan untuk kebutuhan yang kurang mendesak.

Agar menghasilkan pertambahan nilai tinggi dan jadi produk investasi menguntungkan, emas batangan pun harus disimpan dalam waktu; minimal dua tahun. Karena investasi emas tak mungkin terjadi dalam waktu harian atau bulanan saja. Jika memang kamu ingin hasil investasi singkat, maka menabung emas bukanlah pilihan yang tepat.

8. Menganggap emas sebagai aset tanpa risiko

Setiap investasi pasti memiliki risiko. Banyak investor pemula menganggap emas sebagai aset yang selalu aman dan tidak pernah turun nilainya. Padahal, harga emas tetap bisa mengalami fluktuasi mengikuti kondisi ekonomi global, nilai tukar rupiah, hingga kebijakan suku bunga.

Jika membeli emas saat harga sedang tinggi tanpa perhitungan, investor berisiko mengalami kerugian ketika harga turun. Kamu harus bisa memahami bahwa emas memang cenderung stabil dalam jangka panjang, tetapi tetap memiliki risiko pergerakan harga.

9. Membeli Emas dalam Bentuk Perhiasan

Jika tujuan kamu untuk investasi, jangan membeli emas dalam bentuk perhiasan. Alasannya akan ada komponen biaya pembuatan saat pembelian dan saat dijual. Biasanya toko emas tidak hanya menghitung kadar dan beratnya, tetapi juga biaya pembuatan perhiasan. Makin rumit bentuk emas itu, maka makin mahal ongkos yang kamu keluarkan.

Daripada berisiko, ada baiknya kamu membeli adalah logam mulia (LM) murni standar 99,99 persen, produksi dan bersertifikat PT Aneka Tambang (Antam). Kamu bisa membeli emas Antam di Antam langsung, Pegadaian atau toko emas tapi pastikan toko emas itu memiliki sertifikat asli dari Antam.

Baca Juga:

10. Membeli emas secara utang

Jangan beli emas dengan berutang untuk investasi. Belilah logam mulia ini secara tunai. Bila dilakukan secara utang, kamu terikat untuk menjual atau membelinya. Lagipula emas itu jenis investasi jangka panjang, sehingga akan sulit buatmu membayar utang pembelian emas yang butuh waktu cepat.

Saat ini banyak arisan yang dilakukan dalam bentuk emas. Cara ini mungkin baik untuk menabung, tetapi kurang cocok untuk dijadikan emas yang diperoleh sebagai investasi.

11. Membeli emas dalam ukuran besar

Sebenarnya membeli emas dalam ukuran besar lebih menguntungkan dibanding ukuran kecil karena harganya “gramnya” akan lebih murah. Tapi untuk membeli dalam ukuran besar, kamu memang harus memiliki dana yang cukup besar.

Namun kamu juga harus tahu bahwa emas dalam bentuk batangan atau ukuran besar akan lebih sulit dijual dibanding emas berukuran kecil. Karena itu, jika kamu ingin menggunakan emas untuk bisa dicairkan setiap waktu, kamu perlu investasi emas berukuran kecil.

Jadi, sesuaikan saja investasi emas dengan kebutuhan. Atau bisa saja kamu kombinasikan antara ukuran kecil dan besar.

Itulah beberapa kesalahan dalam investasi emas yang bisa berujung pada kerugian. Jadi, tetap berhati-hati dalam setiap investasi walaupun minim risiko.

Baca Juga: 4 Tips Sukses Mengatur Keuangan Keluarga Modern, Anti Gali dan Tutup Lubang!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button