Foodmakanan tradisional

11 Oleh-oleh Khas Purbalingga Paling Laris, Wajib Diborong!

Kabupaten Purbalingga memang selalu menarik untuk dibahas. Tidak hanya terkait dengan sejarahnya, di sini juga menyimpan sejumlah potensi Objek Wisata Purbalingga dari panorama alamnya yang memikat.

Kabupaten Purbalingga adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pemalang di utara, Kabupaten Banjarnegara di timur dan selatan, serta Kabupaten Banyumas di barat dan selatan.

Selain tempat wisatanya yang menarik, kuliner dan oleh-oleh Khas Purbalingga juga bisa menjadi daya tarik tersendiri yang unik dan berbeda bagi para pengunjung untuk dibawa pulang ke kampung halamannya. Di Purbalingga, banyak jenis oleh-oleh yang bisa dibawa pulang oleh para wisatawan.

Inilah beberapa oleh-oleh Khas Purbalingga yang bisa kamu bawa pulang. Di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kacang Goreng Asin

Kacang Goreng Asin sudah menjadi cemilan yang melegenda bagi masyarakat Purbalingga. Penampilannya bolehlah gosong dan mirip kacang kulit khas pedesaan. Tapi rasanya? Banyak orang ketagihan untuk membelinya dan membawanya sebagai oleh-oleh.

Baca Juga:

2. Kue Manco

Makanan ini renyah jika dikunyah, namun agak lengket jika digigit. Saat menyentuh lidah, karakter makanan itu baru terasa, manis dan gurih. Makanan Khas Purbalinga ini dahulu biasa dihidangkan untuk hidangan tamu, atau menu wajib bagi sebagian masyarakat Purbalingga saat musim hajatan dan lebaran. Kue Manco sendiri bahan dasarnya ada yang dari beras ketan maupun dari aci. Kalau yang dari beras ketan bentuknya persegi panjang (lonjong) sedangkan yang dari aci bentuknya bulat.

3. Getuk Goreng Sokaraja

Getuk Goreng adalah cemilan asli khas Sokaraja, Banyumas yang sudah cukup populer di masyarakat hingga kota Purbalingga maupun luar kota. Getuk Goreng Sokaraja terbuat dari bahan dasar singkong atau biasanya masyarakat Banyumas menyebutnya dengan sebutan “boled”. Dengan tambahan gula jawa membuat Getuk Goreng ini menjadi manis dan gurih.

Sedikit cerita sejarah penting tentang getuk Goreng yang ditemukan pada tahun 1918 secara tidak sengaja oleh bapak Sanpringad, seorang penjual nasi rames keliling di daerah Sokaraja. Getuk basah adalah salah satu dagangannya, pada saat itu getuk basah yang dijual tidaklah laku, sehingga beliau memiliki akal agar getuk tersebut bisa dikonsumsi kembali, Kemudian getuk yang tidak habis dijual itu digorengnya dan dijual kembali.

Ternyata Getuk Goreng ini sangatlah digemari oleh para pembeli. Kini Getuk Goreng Sokaraja bukanlah makanan yang tidak lagi terjual melainkan Getuk Goreng yang sengaja dibuat untuk dijual.

4. Roti Toso

Roti Toso adalah Cemilan Khas Purbalingga berbahan baku tepung beras, kacang hijau dan gula jawa. Adonan dari bahan-bahan ini selanjutnya diaduk rata dan kemudian dibuat menjadi bentuk yang diinginkan. Kue Toso memiliki bentuk yang unik, Kue Toso dibentuk dengan jalan dibentuk pipih menjadi seperti piring, setelah itu dilipat lalu digoreng. Roti ini cukup awet dan tahan lama, jadi cocok untuk dijadikan Oleh-oleh Khas Purbalingga. Roti Toso banyak dijual di berbagai tempat Toko Oleh-oleh Purbalingga dan sekitarnya.

5. Kacang Umpet

Kacang Umpet salah satu Camilan khas Purbalingga, Jawa Tengah yang kini banyak dicari wisatawan yang berkunjung ke Purbalingga. Kacang Umpet memiliki tekstur yang renyah sehingga cocok sekali jadi cemilan. Nama kacang Umpet diambil dari bentuknya. “Umpet” dalam bahasa Jawa berarti “sembunyi”. Jadi, ada kacang yang bersembunyi dibalik kue manis khas dari Purbalingga ini.

6. Nopia dan Mino

Salah satu oleh-oleh khas Purbalingga yang banyak diminati adalah Nopia. Kulit Nopia terbuat dari adonan tepung terigu serta bahan tambahan lainnya, Sedangkan isi dari Nopia sendiri adalah gula merah atau gula jawa yang dicampur susu. Kue yang berbentuk setengah bulatan ini, memiliki bagian dasar yang hitam alias sedikit gosong. Hal ini dikarenakan memang ini ciri khas dari  Nopia Khas Purbalingga. Mino sendiri adalah sebutan untuk Mini Nopia, dengan kata lain Nopia berbentuk mini.

Baca Juga:

7. Gethuk Crispy

Sudah pernah merasakan keripik getuk? Mungkin kalau getuk kamu sudah sering makan, bahkan getuk di beberapa daerah menjadi Oleh-oleh Makanan Daerah tersebut. Di Purbalingga kini juga memiliki cara lain menikmati penganan getuk selain Getuk Goreng, yaitu Gethuk Crispy. Rasa kripik Getuk Crispy sendiri sangatlah gurih dan renyah, berbeda sekali dengan getuk yang identik dengan manis. Inovasi rasa dari manis menjadi gurih, dari tekstur lembut menjadi renyah wajib harus kamu coba cicipi.

8. Keripik Tempe

Keripik Tempe merupakan salah satu Oleh Oleh Khas Purbalingga yang sangat diminati dan sangat disukai baik warga Purwokerto sendiri atau kota lain. Kripik Tempe ini dibuat dari tempe yang segar dan berkualitas agar kerenyahannya terjaga kemudian diiris sangat tipis agar bisa renyah. Lalu diberikan tepung dengan bumbu khusus khas.

Baca Juga:

9. Jenang Jaket

Jaket sendiri adalah singkatan dari jenang asli ketan. Jadi jangan bingung jika mendengar nama jenang jaket. Ada dua varian yaitu jenang dengan dan tanpa wijen. Terbuat dari tepung ketan, santan kelapa dan gula merah, rasa jenang ini sangat pas untuk menemani kopi atau tehmu di sore hari. Manis, gurih dan harum gula merahnya akan menghibur indera penciuman dan perasa. Temukan di toko oleh-oleh, lalu bagikan kelezatannya dengan teman-temanmu.

10. Tempe mendoan

Kreasi tempe berikutnya dari Purwokerto adalah mendoan. Mendoan berbeda dengan tempe biasa karena dipotong tipis dan lebar, sehingga kamu bisa kenyang dengan hanya makan satu mendoan. Digoreng dengan tepung, bisa dicampur dengan daun bawang, cukup setengah matang sehingga mendoan terasa lembab. Biasanya dimakan dengan sambal kecap yang klop dengan rasa gurihnya, menjadikan rasa mendoan ini ngangenin. Bawa pulang mendoan khas Purwokerto yang akan sulit kamu temukan di Jakarta.

11. Permen davos

Permen legendaris yang rasanya manis dan mint ini ternyata adalah permen yang diproduksi langsung di Purbalingga sehingga kamu bisa membelinya sebagai oleh-oleh khas Purbalingga untuk orang-orang di rumah.

Sebagai informasi, Permen Davos diproduksi oleh PT Slamet Langgeng yang sudah berdiri sejak tahun 1931. Perusahaan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Kala itu, seseorang bernama Siem Kie Djian memproduksi permen manis dengan cita rasa mint yang bernama Davos. Nama Permen Davos sendiri berasal dari nama sebuah pegunungan yang ada di negara Swiss, yaitu Davos.

Itulah beberapa oleh-oleh khas Purbalingga yang bisa kamu cari jika kamu berwisata ke sana. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Asli Dari Kota Pensiun, 10 Oleh-oleh Khas Majalengka Yang Banyak Dicari Orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button