PoliticsInternasional

14 Perang Paling Dahsyat dan Brutal di Dunia, Korbannya Jutaan Orang!

Perang dahsyat yang merenggut puluhan juta jiwa umat manusia ini merupakan ajang pertempuran untuk mengukuhkan kedigdayaan para pihak yang bertikai. Berbagai teknologi modern digunakan untuk “melenyapkan” masing-masing lawan dari muka bumi.

Alat-alat “pencabut nyawa” mutakhir dipamerkan tiap-tiap negara yang terlibat dalam perang terbesar sepanjang sejarah umat manusia dan banyak meminta korban jiwa tersebut.

Berikut beberapa perang paling dahsyat yang pernah terjadi di dunia, yang menelan korban hingga jutaan orang.

1. Perang Palestina-Israel

Konflik Palestina-Israel sebenarnya sudah terjadi sejak ribuan tahun lalu. Puncaknya terjadi dengan pembentukan negara Israel pada tahun 1948.

Tahun tersebut, Inggris yang merampas tanah Palestina dari Kesultanan Turki Ottoman memberikannya kepada kaum Yahudi dalam rangka membangun kembali “tanah air” sejak mereka terusir dari wilayah tersebut karena “membangkang” kepada Tuhan sejak ribuan tahun yang lalu. Negara-negara Timur Tengah dengan mayoritas penduduk muslim yang tidak menyetujui hal tersebut langsung mengangkat senjata melawan Israel dalam Perang Arab-Israel 1948. 

Perang kemudian berlangsung kembali pada tahun 1967, dikenal juga dengan Perang Enam Hari. Perang ini disebabkan masih tidak relanya negara Arab menerima Israel. Konflik Palestina-Israel masih berlangsung hingga saat ini, dengan menelan korban hingga jutaan orang.

Baca Juga:

2. Perang Salib

Merupakan perang untuk merebutkan Yerussalem yang meluas menjadi konflik antar agama paling dahsyat sepanjang sejarah, dimulai sejak kaum Kristiani yang direstui Paus atas nama agama Kristen berusaha merebut kembali wilayah Yerussalem dan “Tanah Suci” dari kekuasaan Islam. Perang ini berlangsung selama beberapa periode dari abad ke-9 hingga abad ke-16 Masehi.

Perang Salib pertama dilancarkan pada 1095 oleh Paus Urban II. Perang ini mencuatkan nama Salahudin Al Ayyubi dan Richard “The Lion Heart” sebagai pahlawan di kedua belah pihak. Perang ini sedikit banyak memberikan pengaruh dalam mengantarkan Eropa menuju zaman Renaissance.

3. Ekspansi Mongol

Ekspansi Mongol adalah sebuah ekspansi besar bangsa Mongol yang dipimpin oleh Genghis Khan untuk menaklukan wilayah Eurasia pada awal abad ke-13. Dengan membawa pasukan berkuda dalam jumlah besar dan amat terlatih, Genghis Khan berhasil menebar teror di seantari Eurasia selama 1 dasawarsa. Genghis Khan berhasil menguasai Tiongkok, mengalahkan Rusia, menghancurkan kekaisaran Persia, mencaplok Polandia dan Hongaria, serta meluluh-lantahkan Baghdad sebagai pusat kekhalifahan Islam pada masa itu.

Cara dan tujuan Ekspansi Genghis Khan berbeda dengan kaisar-kaisar sebeumnya. Ia menghancurkan apa saja di depan mata, tanpa pandang bulu. Ia menyerang bukan untuk memerintah, melainkan untuk menjarah, memerkosa, dan menculik gadis-gadis untuk mereka bawa ke negerinya, hal inilah yang membuatnya di takuti di seluruh Eurasia.

4. Perang Dunia II

Berlangsung dari tanggal 1 September 1939 sampai tanggal 14 Agustus 1945 ditiga benua: Asia, Afrika, dan Eropa. Di Eropa, Adolf Hitler sebagai kanselir Jerman yang berusaha membangkitkan kembali kejayaan Jerman melalui fasisme terlebih dahulu menyerang Polandia. Selanjutnya dengan dibantu oleh Italia dan Uni Soviet, Jerman terus memperluas wilayah pendudukannya. Di Asia, Jepang secara mendadak menyerang pangkalan laut AS di Pearl Harbour pada 7 Desember 1941, menyeret Asia sebagai medan Perang Dunia II. Amerika Serikat yang semula tidak ikut berperang mulai mengangkat senjata melawan blok Axis, bergabung bersama Inggris dan Perancis.

Uni Soviet yang tiba-tiba diserang oleh sekutunya sendiri, Jerman melalui Operasi Barbarossa pada 1941 balik memusuhinya dan memulai rangkaian kekalahan Jerman. Perang berakhir pada 14 Agustus 1945 dengan menyerahnya Jepang kepada sekutu setelah dua kotanya, Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Perang ini mengakibatkan 50.000.000 tewas, lahirnya PBB, dan munculnya Uni Soviet dan Amerika Serikat sebagai negara adidaya.

5. Perang Dunia I

Perang dunia 1 ini berlangsung dari 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918 dilatarbelakangi Pangeran Franz Ferdinand dari Austria dibunuh anggota kelompok teroris Serbia, Gavrilo Princip di Sarajevo. Perang ini menghadapkan blok sentral (Austria, Jerman, Turki, Bulgaria) dengan blok sekutu (Rusia, Perancis, Inggris, Kanada, Italia, Amerika Serikat).

Perang ini menjadi tonggak runtuhnya kekuasaan monarki absolut di seluruh dunia. Selain itu empat dinasti, Habsburg, Romanov, Ottoman dan Hohenzollern, yang mempunyai akar kekuasaan hingga zaman Perang Salib, seluruhnya jatuh setelah perang. Perang ini menewaskan 40.000.000 orang di seluruh dunia dan munculnya depresi ekonomi 1929.

6. Perang Napoleon

Perang ini timbul selama Napoleon Bonaparte memerintah Perancis dari 1799 hingga 1815 dan berdampak luas di Eropa. Napoleon Bonaparte yang berhasil merebut kekuasaan di Perancis melalui sebuah kudeta 18 Brumaire menata ulang sistem kemiliteran di Perancis dan secara mengejutkan berhasil memperluas kekuasaan Perancis hingga menguasai hampir seluruh wilayah Eropa.

Namun Perancis tidak berdaya melawan Inggris dan Rusia. Perang Napoleon berakhir ketika ia mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo (18 Juni 1815) dan disepakatinya pakta Paris yang kedua. Jumlah korban sekitar 3.250.000 sampai dengan 6.500.000 juta jiwa

7. Perang Saudara Rusia

Setelah Revolusi Bolshevik 1917, Rusia bukannya tenang justru terjerumus ke perang saudara. Tentara Merah yang notabennya komunis berhadapan dengan Tentara Putih yang anti-komunis, ditambah intervensi asing dari negara-negara Barat.

Perang ini brutal, bukan hanya karena pertempuran, tapi juga kelaparan besar dan wabah penyakit. Mulai dari wabah tifus, flu, hingga kekurangan pangan sampai membunuh jauh lebih banyak orang dibandingkan perang. Dalam dua tahun saja, sekitar 9 juta nyawa hilang.

Baca Juga:

8. Perang Saudara China

China mengalami perang saudara berkepanjangan antara Kuomintang atau kelompok nasionalis dan Partai Komunis. Pertarungan ini sempat berhenti ketika Jepang menginvasi, tapi begitu Jepang kalah, konflik kembali membara.

Pertempuran yang melelahkan ini membuat jutaan orang kehilangan rumah, keluarga, dan masa depan. Total korban mencapai 7 juta jiwa, sebuah angka mencengangkan untuk perang internal.

9. Perang Vietnam

Perang Vietnam menjadi ukuran panasnya era Perang Dingin dahulu. Vietnam Utara yang adalah komunis mendapat dukungan Uni Soviet dan Tiongkok, sementara Vietnam Selatan ditopang penuh oleh Amerika Serikat.

Perang gerilya yang melelahkan, bombardir besar-besaran, hingga tragedi My Lai menjadi bagian kelam dari konflik ini. Lebih dari 4,2 juta orang tewas, termasuk jutaan warga sipil.

Selain meninggalkan luka bagi rakyat Vietnam, perang ini juga menghantui masyarakat Amerika. Hingga kini, Perang Vietnam dianggap salah satu kegagalan terbesar intervensi militer AS.

10. Perang Kongo II

Banyak yang menyebut konflik ini sebagai Great African War karena melibatkan sembilan negara sekaligus. Intinya pada perang ini terjadi perebutan sumber daya alam di Kongo, dari berlian hingga kobalt.

Yang paling tragis, mayoritas korban bukan karena pertempuran, melainkan kelaparan, penyakit, dan kekerasan milisi. Perang ini menelan korban skitar 3,8 juta orang hanya dalam waktu empat tahun.

11. Pemberontakan Taiping

Salah satu dari daftar panjang perang dahsyat yang terjadi di China, pemberontakan Taiping terjadi dari tahun 1850 hingga 1864. Itu adalah pemberontakan melawan dinasti Qing yang berkuasa oleh kelompok pemujaan yang dikenal sebagai God Worshiping Society, yang mempermasalahkan kondisi ekonomi di sekitar mereka.

Pemberontakan Taiping bahkan menyebabkan kelompok itu merebut kota utama Nanjing selama lebih dari satu dekade. Pemimpin pemberontakan, Hong Xiuquan, mulai memperluas jangkauan Masyarakat Penyembahannya di seluruh Tiongkok.

Pada tahun 1850, ia mulai melihat bahwa kelompoknya dipersenjatai dan diorganisasi dengan baik. Mereka melihat beberapa kemenangan ketika mereka mengalahkan pasukan Qing di beberapa kota, dan pengepungan Nanjing akan menjadi titik perjuangan tertinggi mereka. Tetapi, begitu Eropa bergabung dengan pasukan Qing, itu adalah awal dari akhir. Hong ditemukan tewas pada tahun 1864, dan pemberontakan gagal, meninggalkan setidaknya 20 juta tewas.

12. Penaklukan Dinasti Qing

Dinasti Ming di Tiongkok memerintah dari tahun 1368 hingga 1644, mengawasi masa yang mencakup banyak Tembok Besar yang sedang dibangun, pencetakan jenis logam bergerak pertama, dan pembangunan Kota Terlarang yang terkenal.

Namun, pada 1618, pemberontakan melawan China Kekaisaran dimulai di Manchuria, menggerakkan peristiwa yang akan menggulingkan seluruh dinasti Ming. Pada 1636, seorang pemimpin dinasti Qing yang baru diangkat, Hong Taiji, memahkotai dirinya sendiri sebagai kaisar China.

Gerakan pemberontakan mendapatkan daya tarik dan meluas ke ibu kota Beijing, yang akhirnya diambil alih pada tahun 1644. Masih butuh empat puluh tahun pertumpahan darah sebelum dinasti Qing yang baru akan menetapkan diri sebagai rezim baru di Tiongkok. Selama penaklukan itu, lebih dari 25 juta orang kehilangan nyawa mereka.

Baca Juga:

13. Perang Sino-Jepang II

Perang yang berkobar sekitar waktu yang sama dengan Perang Dunia II, Perang Sino-Jepang Kedua terjadi antara Jepang dan China dari tahun 1937 hingga 1945. Meskipun pada awalnya konflik terpisah, konflik itu akhirnya diserap ke dalam prahara Perang Dunia II, dan beberapa negara lain terlibat dengan berpihak kepada salah satu negara.

Perang berasal dari kebijakan imperialistik Jepang. Ketika Jepang membom pangkalan AS di Pearl Harbor pada tahun 1941, Amerika datang membantu China, yang mulai mengubah gelombang konflik Tiongkok-Jepang.

Perang antara keduanya sering terabaikan, karena pertempuran Sekutu dan Axis yang lebih terkenal lebih lazim dalam buku-buku sejarah.

Ketika AS menjatuhkan bom atom di Jepang pada tahun 1945, bom itu secara efektif mengakhiri teater perang Pasifik, yang juga mengakhiri Perang Tiongkok-Jepang Kedua.

Antara 10 dan 25 juta warga sipil terbunuh dalam konflik yang paling besar dari seluruh sisi Pasifik pada Perang Dunia II.

14. Penaklukan Spanyol atas Amerika

Gagasan romantis tentang orang-orang dari Eropa yang datang dan “menemukan” Amerika meninggalkan beberapa poin penting: itu lebih seperti penjarahan, dan ada banyak penderitaan, penyakit, dan genosida.

Ketika Christopher Columbus mengarungi samudra biru pada tahun 1492, ada sekitar 60 juta orang yang tersebar di seluruh Amerika Utara dan Selatan. Namun kemudian, orang kulit putih Eropa datang dengan penyakit, perbudakan, dan kecenderungan membunuh secara keseluruhan, dan mengurangi populasi menjadi sekitar 4 juta, yang berarti sekitar 90 persen dari total penduduk asli dan memicu punahnya suku-suku tradisional di sana.

Diyakini masuknya orang Eropa membunuh begitu banyak orang begitu cepat sehingga suhu global mendingin untuk beberapa waktu selama 1600-an. Begitu banyak tanah pertanian dan kehutanan yang tak terurus oleh penduduk asli (yang sekarang sudah mati) sehingga alam mengambil alih dan melahap semua CO2 yang biasanya membuat planet ini memanas.

Itulah beberapa perang paling dahsyat yang pernah terjadi di dunia. Semoga tidak terjadi lagi ya.

Baca Juga: 10 Film Tentang Perang Dunia 2 Paling Favorit, Banyak Mengangkat Isu Kekejaman dan Kemanusiaan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button