Memahami Konsep dan Perbedaan Qiro’ah, Tilawah, Tadarus, dan Tadabbur Al-Qur’an

Generasi terdahulu umat Islam dari kalangan Sahabat dan Tabi’in kata Ibnu Taymiyah selalu berkumpul untuk tilawah dan saling menyimak Al-Qur’an dalam rangka menata hati dan mensucikan jiwa mereka. Rumah-rumah mereka, khususnya di bulan Ramadhan, berdengung tak ubahnya lebah-lebah, terpancari sinar, bertabur kebahagiaan.
Mereka membaca Al-Qur’an dengan tartil, berhenti sejenak pada ayat-ayat yang membuat mereka ta’jub, menangis di kala mendengar keindahan nasehat-nasehatNya, gembira dengan kabar kebahagiaan. Mereka mentaati perintahNya sebagaimana menjauhi larangaNnya.
Dan ternyata makna qiro’ah, tilawah, tadarus, tadabur memiliki makna yang berbeda-beda aplikasinya dalam menyikapi Al Qur’an sebagai kitab suci bagi umat muslim ini. Lantas apa perbedaannya? apa saja definisi-definisinya ? Nah, mari kita tinjau sejenak bersama-sama.
Qiro’ah
Qiro’ah, adalah masdar dari Qoro’ah yg berarti mengumpulkan (Al Jam’u), artinya mengumpulkan huruf2 dalam sebuah untaian kata dan kalimat. Bentuk turunan kata dasar ini memiliki makna-makna diantaranya:
- Tafahhama (berusaha memahami),
- Daarasa (terus mempelajari),
- Tafaqqaha (berupaya mengerti secara mendalam), dan
- Hafizha (menghafal) karena menghafal juga berarti jama’a (mengumpulkan) dan dhamma (menyatukan).
Karena itu Qiro’ah, biasa mengandung unsur, mempelajari, memahami dan menghafal. Maksudnya ketika seseorang itu Qiro’ah, maka lebih kepada aspek intelektual, pemikiran, menelaah (knowledge). Biasanya bersifat umum, karena itu Qiro’ah bisa untuk kitab suci, bisa juga utk qiro’ah lainnya seperti kitab hadis, surat kabar, dsb.
Baca Juga:
Tilawah
Adapun Tilawah, dari kata Talaa-Yatlu.. Makna awalnya adalah mengikuti (tabi’a atau ittaba’a) secara langsung dengan tanpa pemisah, yang secara khusus berarti mengikuti kitab-kitab Allah, baik dengan cara qira’ah (intelektual) atau menjalankan apa yang terkandung di dalamnya (ittiba’).
Kata “tilawah” dengan berbagai derivasi dan variasi maknanya dalam Al-Qur’an terulang/disebutkan sebanyak 63 kali. Tilawah dapat diartikan sebagai pembacaan yang bersifat spiritual atau aktivitas membaca yang diikuti komitmen dan kehendak untuk mengikuti apa yang dibaca itu.
Sedangkan qiro’ah dapat dimaknai sebagai aktivitas membaca secara kognitif atau kegiatan membaca secara umum, sementara tilawah adalah membaca sesuatu dengan sikap pengagungan. Oleh karena itu, dalam Al Qur’an kata tilawah sering digunakan daripada kata qiro’ah dalam konteks tugas para Rasul alaihissalam.
Tadarus
Istilah tadarus semakin populer di bulan Ramadhan. kegiatan ini tak hanya dilakukan di masjid atau musala, tapi juga di rumah. Banyak muslimin yang membaca Al-Quran dari awal hingga khatam, tapi ada juga yang melanjutkan kebiasaan tadarus setelah salat fardu.
Kata tadarus berasal dari kata (darosa) yang berarti membaca (qiro’ah) atau berlatih dan selalu menjaga. Ketika ada imbuhan huruf ta’ dan alif pada kata darasa, maka maknanya berubah menjadi ‘saling membaca’. Dari sinilah kita kenal kata “tadarus” atau “mudarasah“. Sehingga dua kata ini dapat diartikan “membaca, menelaah, dan mendapatkan ilmu secara bersama-sama, di mana dalam prosesnya mereka sama-sama aktif”.
Hal ini diisyaratkan dalam Al Quran QS. Ali ‘Imran: Ayat 79. Allah SWT berfirman:
“Tidak mungkin bagi seseorang yang telah diberi kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah,” tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya!“”
Tadabbur
Sedangkan kata “tadabbur” sendiri terdapat diantaranya dalam QS. An Nisaa’ ayat 82, secara leksikal/harfiah tadabbur mengandung beberapa filosofi makna, yakni: refleksi, meditasi, berfikir, pertimbangan dan perenungan.
Mencermati rangkaian makna terbaca, kata ini memiliki makna integral dalam konteks kecerdasan manusia; intelektual, spiritual dan moral. Itulah kemungkinan yang dapat kita tangkap mengapa Al-Qur’an menggunakan kata tadabbur.
Baca Juga:
Qiro’ah, Tilawah, Tadarus, dan Tadabbur Al-Qur’an merupakan satu kesatuan dalam ibadah
Qira’ah merupakan perintah untuk membaca al-Qur’an dengan bacaan yang benar disamping itu dianjurkan untuk membaca sesuatu yang tertulis ataupun tidak tertulis, baik teks al-Qur’an maupun teks lainnya. Dalam perspektif ajaran Islam pada dasarnya ketika kegiatan tersebut adalah perintah Allah untuk umat Islam.
“Tilawah” menekankan pada keterampilan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ini mencakup pengucapan yang jelas dan tepat, memperhatikan tajwid, serta menjaga keindahan bacaan.
Sebaliknya, “tadarus” Al-Qur’an menekankan pada pembacaan Al-Qur’an dengan tartil (lambat dan teratur) dan tadabbur (pengkajian dan pemahaman). Ini tidak hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi juga menggali makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya.
Di satu sisi, tilawah memberi penekanan pada keterampilan teknis membaca Al-Qur’an, yang penting untuk menjaga keaslian teks. Di sisi lain, tadarus menekankan pada pemahaman yang mendalam terhadap makna ayat dan pesan yang terkandung di dalamnya, yang penting untuk mendapatkan wawasan spiritual dan pedoman hidup.
Baca Juga: 5 Tips Mendidik Anak Menjadi Generasi Milenial Muslim Yang Saleh
















