Mengenal 8 Jenis Danau Berdasarkan Proses Terbentuknya, Beserta Contohnya

Tentu semua sudah tahu apa itu danau, kan? Jika kamu pergi ke Sumatera Utara, kamu akan menemukan Danau Toba yang luas dan indah. Jika kamu pergi ke daerah Poso, Sulawesi Tengah, kamu akan menemukan Danau Poso.
Danau merupakan salah satu sumber air yang menunjang kehidupan semua makhluk hidup. Meski umumnya danau berisi air tawar, tetapi ada juga danau yang berisi air asin seperti Laut Kaspia di Rusia.
Danau adalah suatu genangan air dalam jumlah besar yang menempati cekungan dan terletak di wilayah daratan. Suatu genangan dapat disebut danau jika memenuhi kriteria berikut.
- Permukaan air cukup luas sehingga terdapat gelombang.
- Air cukup dalam sehingga terdapat perbedaan suhu pada berbagai kedalaman air.
- Vegetasi yang mengapung (ganggang) tidak cukup banyak untuk menutupi seluruh permukaan air.
Berdasarkan pengertian dan berbagai kriteria danau seperti di atas, tentu itu sangat luas cakupannya. Waduk pun bisa dikatakan sebagai danau, tetapi tentu saja waduk berbeda jenisnya dengan danau-danau lainnya.
Danau biasanya dibedakan berdasarkan bagaimana danau itu bisa terjadi. Berikut Jenis-jenis danau bedasarkan proses terbentuknya:
1. Danau Tektonik
Danau tektonik terbentuk ketika terjadi gerakan/pergeseran lempeng tektonik yang membentuk lipatan/patahan. Cekungan yang terbentuk akibat pergeseran lempeng tersebut akhirnya terisi oleh air hujan dan membentuk genangan air yang sangat luas. Contoh danau yang terbentuk dari proses ini adalah Danau Singkarak, Danau Matana di Sulawesi Selatan, Danau Poso, dan Danau Towuti.
yaitu danau yang terbntuk oleh tenaga endogen yang bersumber dari gerakan tektonik seperti cekungan-cekungan akibat patahan dan lipatan. Contohnya Danau Tempe, Danau Tondano dan Danau Towuti di Sulawesi.
Baca Juga:
2. Danau Vulkanik
Danau vulkanik terbentuk akibat aktivitas vulkanik (gunung berapi). Kawah atau kepundan gunung api baik yang masih aktif maupun yang sudah mati apabila terisi air akan menjadi danau. Danau yang terbentuk disebut danau crater. Contoh: Danau Kelimutu, Danau Segara Anak di Gunung Rinjani, Danau Batur, dan Danau Telaga Warna di Dieng.
3. Danau Vulkano-Tektonik
Danau ini terbentuk akibat penggabungan proses tektonik dan vulkanik. Pada saat terjadi erupsi gunung api (meletus), sebagian badan gunung api patah dan merosot menutupi lubang kepundan. Patahnya gunung ini disebabkan adanya kekosongan dapur magma pada saat terjadi gunung meletus. Jika daerah patahan tersebut terisi air, maka akan terbentuk danau. Contoh danau yang terbentuk karena hal ini adalah Danau Toba.
4. Danau Karst (solusional)
Danau ini terbentuk melalui proses pelarutan zat kapur oleh air. Pelarutan kapur tersebut menghasilkan suatu bentuk cekungan yang jika terisi air hujan akan membentuk danau karst berupa dolina. Jika ukuran suatu danau karst lebih besar daripada dolina pada umumnya, maka disebut uvala. Danau karst yang lebih besar daripada uvala adalah polje. Contohnya adalah dolina di Biak, Papua, dan di Pegunungan Seribu (Yogyakarta).
5. Danau Ladam (oxbow lake)
Sungai yang besar biasanya membentuk kelokan aliran sungai di hilir sungai tersebut, yang disebut meander. Hasil erosi oleh sungai yang terendapkan akan menutup aliran sungai pada meander sehingga meander sungai terpisah dari aliran sungai yang baru. Jika sisa aliran ini terisi lebih lanjut oleh air, maka akan terbentuk danau oxbow atau danau tapal kuda. Danau Oxbow sering dijumpai di beberapa sungai di Kalimantan.
6. Bendungan/waduk
Bendungan terbentuk dari pembendungan aliran sungai. Pembendungan ini bisa terjadi karena dua sebab, yaitu karena longsoran (proses alami) dan direncanakan (buatan manusia). Contoh danau bendungan oleh proses alam adalah Danau Pengilon di Dieng dan Telaga Sarangan di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selain oleh proses alam, danau ini bisa dibuat oleh manusia dengan kesengajaan (direncanakan) untuk membendung aliran sungai. Danau yang terbentuk biasa disebut waduk. Contoh waduk ada banyak, di antaranya Waduk Jatiluhur, Waduk Saguling, dan Waduk Gajah Sungkur.
7. Danau Laguna
Danau ini terjadi akibat kombinasi antara angin dan ombak yang membentuk tanggul-tanggul pasir di sepanjang pantai. Kemudian, tanggul-tanggul pasir ini membentuk suatu genangan air yang disebut danau laguna. Contohnya adalah danau laguna di Ternate.
Baca Juga:
8. Danau glasial (Glestser)
Danau glasial (gletser) biasanya terbentuk di daerah pegunungan. Pada saat salju mencair, akan terbentuk gletser yang meluncur ke bawah (erosi salju). Hasil erosi salju yang berupa basin (cekungan di lereng) jika terisi oleh air hujan atau salju yang mencair akan membentuk genangan yang disebut danau gletser. Contohnya, Danau Finger di New York dan The Great Lakes di Amerika.
Itulah jenis-jenis danau berdasarkan proses terbentuknya. Melihat keragaman danau di atas, kita jadi tahu bahwa permukaan bumi kita selalu berubah dan berproses. Keberadaan danau tidak hanya mempercantik pemandangan, tapi juga menjadi sumber kehidupan bagi ekosistem di sekitarnya.
Baca Juga: Bukan Danau Toba, Ternyata Inilah Pemegang Rekor Danau Terdalam di Indonesia
















