Mengenal 4 Jenis Gerhana Matahari Beserta Proses Terjadinya

Gerhana matahari merupakan peristiwa alam biasa yang hanya dapat terjadi pada fase bulan baru, yaitu bentuk bulan yang selalu berubah-ubah jika dilihat dari bumi. Saat itu bulan akan lewat di antara matahari dan bumi, dan bayangannya jatuh pada permukaan bumi. Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan berada di antara bumi dan matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari.
Gerhana matahari terjadi karena sinar matahari pada siang hari terhalang oleh bulan sehingga keadaan yang terang berangsur-angsur menjadi gelap. Jika terjadi gerhana matahari maka bayangan bulan akan mengenai bumi. Oleh karena bulan lebih kecil daripada bumi maka hanya sebagian tempat saja yang mengalami gerhana matahari.
Proses Terjadinya Gerhana Matahari
Bumi sebagai planet pengiring berukuran jauh lebih kecil dari Matahari. Demikian juga Bulan yang merupakan pengiring Bumi. Akibatnya keduanya akan membentuk bayang–bayang planet atau bayang–bayang satelit alam yang mengiringi planet dengan bentuk kerucut bayang–bayang umbra (bayangan inti). Bentuk kerucut bayang–bayang umbra itu, diapit oleh kawasan penumbra (bayang-bayang kabur di luar bayangan inti).
Gerhana matahari total terjadi pada saat piringan Bulan sama dengan piringan Matahari atau tampak lebih besar dari piringan Matahari akibat variasi jarak Bumi–Bulan dan perbandingan diameter sudut Matahari terhadap diameter sudut Bulan yang juga bervariasi. Piringan Bulan akan tampak lebih besar dari piringan Matahari saat posisi Bulan dan Matahari berada di posisi terdekat dengan Bumi. Tapi bagi pengamat tidak akan ada perbedaannya.
Waktu maksimum terjadinya totalitas atau gelap sempurna ketika cahaya Matahari tertutup oleh Bulan adalah 7 menit 31 detik. Tapi pada umumnya totalitas terjadi lebih pendek dari waktu tersebut.
Baca Juga:
Jenis-jenis Gerhana Matahari
Jarak orbit bulan ke bumi dan bumi ke matahari dapat memengaruhi besar atau kecilnya bentuk piringan matahari dan bulan. Di mana hal ini akan berpengaruh terhadap bayangan mana yang akan sampai ke permukaan bumi, apakah umbra atau antumbra (bayangan perpanjangan dari umbra dengan bentuk kerucut dengan ujung yang menjauh dari bumi).
Kondisi ini juga yang akhirnya akan berpengaruh terhadap jenis gerhana matahari yang akan terlihat di bumi. Berdasarkan kemungkinan ini gerhana matahari pun dibagi menjadi 4 jenis gerhana.
1. Gerhana Matahari Total

Gerhana matahari total terjadi pada saat piringan Bulan sama dengan piringan Matahari atau tampak lebih besar dari piringan Matahari akibat variasi jarak Bumi–Bulan dan perbandingan diameter sudut Matahari terhadap diameter sudut Bulan yang juga bervariasi. Piringan Bulan akan tampak lebih besar dari piringan Matahari saat posisi Bulan dan Matahari berada di posisi terdekat dengan Bumi. Tapi bagi pengamat tidak akan ada perbedaannya.
Waktu maksimum terjadinya totalitas atau gelap sempurna ketika cahaya Matahari tertutup oleh bulan adalah 7 menit 31 detik. Tapi pada umumnya totalitas terjadi lebih pendek dari waktu tersebut.
2. Gerhana matahari sebagian

Gerhana sebagian terjadi jika bulatan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari bulatan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari bulatan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan.
3. Gerhana matahari cincin

Gerhana cincin terjadi jika bulatan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menghalangi sebagian dari bulatan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi saat ukuran bulatan Bulan lebih kecil dari bulatan Matahari. Sehingga ketika bulatan Bulan berada di depan bulatan Matahari, tidak seluruh bulatan Matahari akan tertutup oleh bulatan Bulan. Bagian bulatan Matahari yang tidak tertutup oleh bulatan Bulan, berada di sekeliling bulatan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya.
Baca Juga:
4. Gerhana matahari hibrida

Gerhana Matahari Hibrid atau yang juga disebut Gerhana Matahari Cincin-Total merupakan gerhana yang memiliki dua macam gerhana yang berbeda, yaitu Gerhana Matahari Cincin dan Gerhana Matahari Total.
Kedua gerhana tersebut terjadi dalam satu kali fenomena gerhana dan terjadi secara berurutan. Hal ini dapat terjadi karena bayangan umbra bulan harus melewati kelengkungan yang berbeda-beda pada daerah tertentu disebabkan bentuk bumi yang bulat.
Sehingga ada kalanya ujung kerucut bayangan umbra bulan tergantung di atas permukaan bumi dan menyebabkan lokasi di bawahnya melihat hal tersebut sebagai gerhana matahari cincin, dan ada kalanya juga saat kerucut bayangan umbra bulan itu bergeser ke bagian lengkungan yang lebih tinggi, menyebabkan ujung kerucut bayangan umbra bulan sampai ke permukaan bumi dan daerah yang dilewatinya melihat hal tersebut sebagai gerhana matahari total.
Baca Juga: Pasca Big Bang! 5 Hipotesis Tentang Proses Terbentuknya Tata Surya


















