Social & Culture

9 Upacara Adat di Medan Paling Ikonik; Dari Kelahiran, Pernikahan, Hingga Kematian

Kota Medan merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang terdapat di Pulau Sumatera. Kota Medan adalah ibukota dari Propinsi Sumatera Utara. Di Kota Medan yang ramai dikenal di antaranya beberapa upacara adat yang unik yang bisa kita temukan di wilayah ini.

Berbagai upacara adat yang merupakan tinggalan dari para leluhur yang masih dijaga keberadaannya hingga sekarang ini.

Yuk kita simak bersama ulasan informasi tentant upacara adat yang ada di Kota Medan! Berikut ini merupakan daftar dari 10 upacara adat di Medan yang unik.

1. Mangokal Holi

Mangokkal Holi adalah tradisi masyarakat Batak guna menghormati jasa-jasa leluhurnya. Mangokkal Holi dilakukan dengan cara mengambil tulang belulang leluhur mereka dari dalam kuburan di mana tulang belulang tersebut nantinya akan dibersihkan dan ditempatkan di sebuah tugu.

Hal ini dilakukan agar keturunan di generasi sekarang dan mendatang masih mampu menghargai leluhurnya. Mangokkal Holi ini memang terbilang unik dan istimewa, karena tulang belulang tersebut dijadikan sebagai simbol penghormatan kepada leluhur dan jasa-jasanya kepada masyarakat Batak.

Baca Juga:

2.  Upacara Mandi Balimau

Upacara Mandi Balimo merupakan upacara pembersihan badan sebelum bulan Ramadhan tiba. Sebelum bulan Ramadhan tiba, warga Kota Medan mengadakan prosesi mandi Balimo dengan cara mandi guyuran air yang telah dicampur rempah-rempah.

Biasanya mereka menggunakan perasan jeruk purut yang nantinya airnya akan diguyurkan ke seluruh tubuh mereka. Mandi Balimo ini bertujuan agar umat Islam bisa membersihkan tubuh dan jiwa mereka dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Upacara Mandi Balimo ini masih dijaga keberadaannya hingga sekarang.

3. Mangirdak

Mangirdak adalah upacara adat pemberian semangat kepada ibu hamil dimana usia kandungannya sudah menginjak 7 bulan. Upacara mangirdak ini dilakukan dengan cara mengunjungi dan mendatangi ibu hamil 7 bulan tersebut dengan membawa oleh-oleh atau makanan.

Kedatangan mereka ditujukan dengan sebuah tujuan yaitu memberikan semangat dan motivasi secara lebih kepada sang ibu hamil agar kandungannya dijaga dengan baik sampai dengan masa kelahiran sang bayi.

4. Upacara Pemberian Ulos Tondi

Upacara Pemberian Ulos Tondi adalah upacara yang dilakukan untuk menyambut kedatangan sang bayi yang baru lahir di kepercayaan masyarakat Batak yang dilakukan kepada ayah dan ibu sang bayi.

Di dalam Upacara Pemberian Ulos Tondi ini sang ayah dan ibu akan diberikan kalungan kain ulos yang merupakan kain khas Batak sebagai penghormatan dan rasa syukur mereka kepada keluarga yang telah dikaruniai anak bayi guna meneruskan keturunannya di masa yang akan datang.

Upacara Pemberian Ulos Tondi ini terbilang sangat sakral dan masih dilakukan oleh warga Kota Medan hingga sekarang ini.

5. Martutu Aek

Martutu Aek adalah proses pemandian dan pemberian nama kepada anak di masyarakat Batak dimana anak akan disucikan dan didoakan agar sang anak mendapatkan keberkahan dan nasib mujur kedepannya.

Pada usia anak menginjak 7 hari setelah hari kelahirannya anak bayi wajib dimandikan di pancuran air. Setelah itu anak bayi akan diberkati oleh sesepuh adat dimana sesepuh adat ini wajib memberikan rekomendasi nama yang nantinya diharapkan bisa mendatangkan nasib baik dan mujur bagi kehidupan sang anak.

6. Mangharoan

Mangharoan adalah upacara adat setelah 2 minggu umur kelahiran si anak bayi dalam kepercayaan masyarakat Batak. Dalam upacara Mangharoan ini akan dilakukan perjamuan makan bersama yang dilakukan oleh pihak keluarga dengan para tetangga.

Di dalam upacara Mangharoan ini si ibu dari si anak bayi akan diberikan asupan makanan yang diharapkan bisa memperlancar suplai sir susunya kepada si anak.

Upacara Mangharoan ini bertujuan mendekatkan diri secara lebih antara si anak dengan si ayah dan ibunya agar keterikatan mereka bisa terjaga dengan baik untuk ke depannya.

8. Marhajabuan

Marhajabuan adalah upacara pesta pernikahan yang wajib dilakukan oleh warga Batak di Kota Medan. Upacara Marhajabuan ini dilakukan dengan mengundang kerabat, tetangga maupun tamu undangan.

Upacara Marhajabuan ini wajib dilakukan, jadi pasangan yang menikah bukan hanya sebuah prosesi di gereja atau ijab kabul saja. Para pasangan pengantin ini wajib berbagi kebahagiaan dengan yang lain lewat sebuah pesta pernikahan.

Di prosesi Marhajabuan ini kedua pasangan pengantin akan diberikan pengalungan kain ulos sebagai tanda penghormatan.

Baca Juga:

8. Martilaha

Martilaha adalah proses upacara adat kematian khas warga Batak. Martilaha ini dilakukan jika pihak yang meninggal adalah seseorang yang meninggal namun belum menikah dan memiliki anak sama sekali.

Martilaha merupakan sebuah prosesi upacara adat yang sakral yang masih terjaga keberadaannya hingga sekarang. Martilaha merupakan sebuah bentuk pelepasan arwah seseorang yang meninggal dunia dimana anak tersebut masih single dan belum berumah tangga sama sekali. Hal ini dilakukan agar arwahnya mendapatkan ketenangan di alam akhirat.

9. Mate Mangkar

Mate Mangkar adalah prosesi upacara adat kematian khas warga Batak di mana upacara ini dilakukan kepada suami atau istri yang belum memiliki keturunan sama sekali.

Mate Mangkar ini dilakukan dengan khidmat dan sakral dimana keluarga yang ditinggalkan wajib melepas kepergian suami atau istri yang telah meninggal dunia agar arwahnya bisa tenang dan diterima dengan baik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Mate Mangkar ini merupakan sebuah penghormatan kepada pihak yang meninggal dan keluarga yang telah ditinggalkan oleh pihak yang meninggal dunia.

Itulah daftar dari beberapa upacara adat di Medan yang bisa kita temukan. Berbagai upacara adat tersebut merupakan rangkaian kekayaan budaya yang ada di Kota Medan di mana beberapa upacara adat tersebut masih dilakukan dan dijaga keberadaannya hingga sekarang.

Baca Juga: Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Sunda, Rangkaian Sakral Yang Kaya Makna

Sigit Setiawan

Life is Beautiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button