Life

Waspada Modus Love Scamming, Saat Cinta Virtual Menjadi Awal Kehilangan Harta

Cinta dan kasih sayang ternyata bisa menjadi ‘penghasilan’ bagi pelaku penipuan. Alih-alih mendapatkan jodoh, korban justru kehilangan harta bendanya setelah memercayai perasaan yang dituturkan dengan manis oleh pelaku.

Cinta itu buta. Demikian adanya pepatah untuk orang yang sedang kasmaran menemukan sang pujaan hati. Kata-kata indah pun mendorong korban untuk memercayakan apapun yang ia miliki kepada sang kekasih. Sang korban pun menjadi budak cinta, atau bucin, istilah masa kininya.

Saat cinta datang, kepercayaan pun diserahkan. Itulah yang dimanfaatkan pelaku untuk mengelabui korban. Bermodal kata dan perlakuan yang manis, pelaku dapat menipu korban. Tujuannya mendapatkan banyak uang dari korban. Itulah yang dinamakan love scamming.

Love scamming adalah penipuan, dengan cara pelaku berusaha mendekati calon korban, sok akrab. Sehingga ketika calon korbannya menaruh kepercayaan pada penipu, baru dia melakukan kejahatan masalah finansial.

Baca Juga:

Love scamming menjadi tren penipuan berkedok asmara

Memanfaatkan rasa cinta dan rasa kasihan dari orang-orang yang sudah terjerat, untuk menjebak mereka melakukan hal tertentu atau yang paling parah: mengirimkan uang dalam jumlah besar bermodalkan cerita sedih. Love scamming adalah penipuan berkedok asmara di mana pelaku menaklukkan korban dengan kata-kata cinta bahkan hubungan romansa yang seolah serius.

Saat beraksi, pelaku memanipulasi korban untuk mendapatkan uang lalu pelaku akan menghilang. Penipu biasanya memakai identitas online palsu untuk kemudian menggunakan ilusi hubungan romantis untuk memanipulasi dan/atau mencuri dari korban.

Taktik untuk melakukan Love Scamming prinsipnya ada 2 tahap:
1. Meyakinkan calon korban bahwa dia adalah orang yang bisa dipercaya
2. Melakukan penipuan

Berbagai metode dipakai untuk tahap pertama. Untuk meyakinkan identitas kadang orang memakai foto dengan tampilan menarik (good looking), teks, suara, gabungan keduanya, jabatan mentereng. Ada kalanya kesamaan minat, seperti agama, rayuan cinta, dan sebagainya.

Berbagai langkah tersebut tujuannya agar meyakinkan calon korban, bahwa dia adalah orang yang bisa dipercaya, dan dibutuhkannya. Langkah pertama ini memerlukan waktu, sehingga pelaku biasanya sangat bersabar.

Setelah tahap pertama berhasil, baru melangkah ke tahap kedua, yang merupakan tujuan utama. Antara lain:

  1. Mengajak investasi bersama
  2. Meminta uang untuk mengirimkan barang mewah atau tertahan di bea cukai
  3. Meminta uang untuk alasan kebutuhan darurat
  4. Meminta mengirimkan foto tidak senonoh sebagai alat pemerasan
  5. dan berbagai upaya lain

Baca Juga:

Bagaimana ciri-ciri love scamming?

Supaya jangan terjebak dalam love scamming, kenali berbagai ciri-cirinya sebagai berikut:

  • DI awal, pelaku memberikan perhatian Intens dengan mengirim pesan romantis, sering menanyakan kabar, bahkan cepat mengajak ke jenjang serius. Hal ini untuk membangun rasa percaya.
  • Menggunakan identitas dan profil palsu Biasanya pelaku menggunakan foto orang lain yang berwibawa (dokter, tentara, PNS, pengusaha sukses). Nama, pekerjaan, dan alamat pun sering dipalsukan.
  • Tidak mau diajak ketemu dengan berbagai alasan, sedang tugas luar negeri, kerja proyek, atau kuliah di negara lain. Tujuannya agar hubungan tetap hanya di dunia maya.
  • Meminta uang setelah hubungan cukup intens, mulailah skenario muncul: keluarga sakit, kecelakaan, atau hadiah tertahan di bea cukai. Semua alasan dibuat agar korban mau mengirim uang.
  • Memberikan ancaman jika menolak dan korban mulai curiga. Pelaku bisa memakai informasi pribadi yang sudah digali untuk menakut-nakuti, misalnya mengancam bisnis atau reputasi korban.

Tidak semua yang disampaikan lewat media sosial itu benar, baik identitas, minat, rayuan dan ancaman. Ada yang benar dan ada yang tidak benar. Perlu kehati-hatian, agar jangan sampai terjebak oleh scamming.

Baca Juga: 7 Tips Mengamankan Diri Dari Jebakan Penipuan Berkedok Asmara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button