geografisPendidikan

Terlihat Putih Bersih, Bagaimana Proses Terjadinya Salju?

Bagi kita yang tinggal di daerah tropis fenomena salju merupakan hal yang unik karena wilayah tropis sangat kecil kemungkinannya untuk turun salju.

Salju adalah air yang jatuh dari awan yang telah membeku menjadi padat dan seperti hujan. Salju terdiri atas partikel uap air yang kemudian mendingin di udara atas jatuh ke bumi sebagai kepingan empuk, putih, dan seperti kristal lembut.

Pada suhu tertentu (disebut titik beku, 0° Celsius, 32° Fahrenheit), salju biasa meleleh dan hilang. Proses saat salju/es berubah secara langsung ke dalam uap air tanpa mencair terlebih dulu disebut menyublim. Proses lawannya disebut pengendapan.

Bagaimana proses terjadinya salju?

Terjadinya salju berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer bumi, kemudian kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi, yaitu temperatur dimana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat hingga kemudian menggumpal membentuk awan.

Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.

Partikel air yang jatuh itu adalah air murni yang belum terkotori oleh partikel lain. Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0˚C, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah dari 0˚C.

Saat pembentukan hujan salju, biasanya temperatur udara tepat dibawah awan adalah dibawah 0˚C (temperatur udara tergantung di ketinggian diatas permukaan air laut). Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.

Baca Juga:

Partikel-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, yang berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan dan perekat antar uap air sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya untuk membentuk kristal lebih besar.

Apabila temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, maka kristal-kristal es jatuh ke tanah. Kristal-kristal es yang jatuh ke tanah itulah dinamakan salju. Jika tidak jatuh ke tanah, kristal es tersebut meleleh dan sampai ke tanah dalam bentuk air hujan. Terkadang ketika pembentukan salju tidak terjadi secara sempurna maka yang jatuh ke tanah adalah butiran-butiran es.

Baca Juga:

Struktur unik kristal salju

Bentuk salju e1767619766517
Bentuk salju (SainsPOP)

Sekilas, salju hanya tampak seperti butiran es. Namun, sebenarnya bentuk salju itu bermacam-macam karena dipengaruhi oleh suhu di bumi.

Jika suhu di bumi mencapai 0 derajat Celsius, maka kristal salju berbentuk seperti piring kecil. Jika di bawah 0 derajat Celsius, maka kristal saljunya berbentuk seperti jarum atau kolom.

Jika suhunya di bawah -15 derajat Celsius, maka kristal saljunya bentuknya seperti bintang segi enam atau hexagonal. Jika bercampur dengan debu, kristal salju biasanya berbentuk segitiga.

Kristal salju memiliki struktur unik, tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia ini. Bentuk salju yang beragam dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk seberapa rendah cuaca di sekitarnya.

Baca Juga: Bagaimana Proses Turunnya Hujan? Dari Awan hingga Tetesan Air

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button