Sejak 4 Abad Lalu, 15 Tradisi Unik Saat Tahun Baru Imlek di Seluruh Dunia

Tahun baru Imlek merupakan perayaan terpenting bagi orang Tionghoa. Bagi kebanyakan orang, Imlek selalu identik dengan makan-makan, dan yang paling penting.. Angpao!!
Tahun Baru Cina sendiri telah ada sejak 4000 tahun yang lalu dan seiring dengan perkembangan zaman, beberapa tradisi terbentuk yang akhirnya menjadi tradisi turun dan harus dijalani di setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Lalu apa tradisi unik yang ada selama perayaan Tahun Baru Imlek? Berikut ulasannya
1. Pantang Makan Bubur
Jika kue dan jeruk adalah makanan khas selama Tahun Baru Imlek, itu berbeda dengan bubur. Bubur adalah makanan yang tidak pernah disajikan ketika Tahun Baru Cina. Bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan.
Baca Juga:
2. Membersihkan rumah
Dalam kepercayaan masyarakat China membersihkan rumah berarti membuang semua hal buruk yang menghambat kedatangan keberuntungan. Tradisi pembersihan biasanya dilakukan oleh orang-orang China satu hari sebelum Tahun Baru Imlek, karena dipercaya bahwa membersihkan rumah ketika Tahun Baru China akan membuang keberuntungan di tahun itu.
3. Menghias rumah
Selain dibersihkan, mendekorasi rumah juga merupakan hal yang dilakukan sebelum Tahun Baru Cina. Pintu dan jendela dicat ulang, dan juga menambahkan ornamen berwarna merah. Sebagian besar dekorasi yang digunakan berwarna merah, yang bagi orang China melambangkan sesuatu yang makmur dan kuat, dan membawa keberuntungan.
4. Penuh ornamen berwarna Merah
Salah satu ciri dari setiap perayaan Tahun Baru Imlek adalah penggunaan warna merah di semua tempat. Warna merah melambangkan sesuatu yang kuat, makmur, dan membawa hoki. Tidak hanya itu warna merah juga diyakini mampu mengusir Nian atau sejenis makhluk liar yang hidup di dasar laut atau gunung yang keluar di musim semi atau selama Tahun Baru Cina.
Nian sendiri diyakini datang untuk mengganggu manusia, terutama anak-anak muda. Itulah mengapa orang-orang Tionghoa menghiasi rumah, dan menggunakan pakaian, dan aksesoris merah saat Tahun Baru Imlek.
5. Hidangan Tahun Baru Cina
Tahun baru Imlek akan terasa tidak lengkap jika tidak ada makanan wajib yang disajikan selama hari perayaan. Sama seperti selama perayaan Tahun Baru Imlek, makanan khas Cina seperti kue keranjang, dan jeruk adalah makanan wajib yang tersedia selama Tahun Baru Imlek.
Untuk komunitas Cina, makanan yang disajikan selama perayaan terdiri dari setidaknya 12 jenis makanan yang melambangkan 12 jenis zodiak dalam kepercayaan publik Cina. Selain melambangkan zodiak, masing-masing makanan ini juga memiliki arti tersendiri.
Misalnya, ayam utuh yang melambangkan kemakmuran keluarga, mie panjang yang melambangkan panjangnya kehidupan yang tidak diperbolehkan untuk dimakan, atau melapisi kue genuine yang berarti banyak keberuntungan.
Baca Juga:
6. Jangan Membalikkan Ikan Saat Makan
Makan ikan dapat menjadi hal yang umum selama perayaan. Tetapi berbeda jika dilakukan pada Tahun Baru Imlek. Dalam tradisi Cina Anda tidak diperbolehkan mengambil daging ikan di bagian bawah, bukan hanya Anda juga harus meninggalkan ikan yang Anda makan untuk dinikmati keesokan harinya. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa kebiasaan ini adalah simbol dari nilai surplus untuk tahun mendatang.
7. Menyalakan petasan dan kembang api
Petasan dan kembang api memang identik dengan perayaan besar, terutama pada saat tahun baru, hal yang sama berlaku selama perayaan Tahun Baru Imlek. Selain memeriahkan perayaan yang berlangsung setahun sekali, menurut kepercayaan China, membakar petasan dan kembang api tepat pada Tahun Baru Imlek adalah wajib untuk mengusir nasib – nasib buruk di tahun sebelumnya dan mengharapkan tahun baru yang lebih bahagia dan lebih baik.
8. Pertunjukan Liong dan Barongsai
Dalam kepercayaan Cina, Liong (naga) dan Barongsai adalah simbol kebahagiaan dan kesenangan. Tarian naga dan singa ini diyakini sebagai pertunjukan yang dapat membawa keberuntungan dan salah satu cara mengusir roh jahat yang akan mengganggu manusia. Jadi tidak mengherankan bahwa pertunjukan ini selalu hadir di setiap perayaan Tahun Baru Cina.
9. Bagi-bagi Angpao
Tradisi yang satu ini memang akrab bagi Anda. Tradisi yang tidak pernah absen di setiap perayaan Tahun Baru Imlek ini memang momen yang withering ditunggu-tunggu selama perayaan Tahun Baru Imlek. Tradisi mendistribusikan angpao ini adalah tradisi di mana keluarga Cina yang telah menikah memberikan rezeki kepada anak-anak dan orang tua mereka.
Dalam kepercayaan China, uang dalam angpao untuk dibagikan tidak boleh diisi dengan angka 4 di dalamnya karena 4 dianggap membawa nasib buruk. Membagikan angpao juga dipercaya mempercepat keberuntungan nanti.
10. Mengunjungi kerabat terdekat
Tidak hanya saat Lebaran, Tahun Baru Imlek juga merupakan waktu yang tepat untuk mengunjungi Anda. Momen ini digunakan oleh komunitas Tionghoa untuk memperkuat persaudaraan. Jadi tidak mengherankan, pada saat Tahun Baru Imlek banyak orang Tionghoa kembali ke kampung halaman mereka untuk merayakan bersama keluarga mereka.
11. Mengharap hujan turun
Di tengah masyarakat, ada kepercayaan bahwa hujan saat Imlek menandakan keberuntungan. Masyarakat Tionghoa sering mengharapkan hujan turun saat Imlek karena dianggap membawa rezeki yang banyak. Uniknya, tahun baru Imlek biasanya jatuh pada bulan Januari atau Februari. Di mana curah hujan mengalami peningkatan secara merata di seluruh wilayah Selatan Indonesia.
12. Menyantap Jeruk
Ada alasan mengapa jeruk menjadi salah satu buah yang penting di kala Imlek. Dalam bahasa Mandarin, penyebutan buah jeruk, “zhi”, mirip dengan penyebutan kata emas dan keberuntungan. Maka dari itu, buah ini dianggap akan membawa keberuntungan. Selain itu, buah jeruk juga berwarna kuning emas, yang dianggap membawa keceriaan untuk tahun yang akan datang.
Alasan terakhir, buah jeruk juga berbentuk bundar sempurna, sama seperti bulan (atau lunar). Bentuk bundar sendiri dianggap sempurna karena tidak memiliki ujung, sehingga dipercaya terus memberikan rezeki “tanpa ujung”. Oh ya, akan lebih baik jika jeruk yang dihidangkan masih memiliki daun. Daun jeruk dianggap melambangkan umur yang panjang.
13. Memotong Rambut
Selain menyiapkan baju baru berwarna merah untuk memberikan rasa optimis menghadapi tahun baru, mereka yang merayakan Imlek biasanya akan memotong rambut terlebih dulu beberapa hari sebelumnya. Selain untuk memaksimalkan penampilan saat Imlek, potong rambut juga bermakna membuang sial.
14. Menyalakan semua lampu
Menyalakan lampu sepanjang malam Tahun Baru merupakan simbol harapan agar sepanjang tahun ke depan jalan kehidupan akan tetap terang, tidak dipenuhi kemalangan.
15. Tradisi Yu Sheng
Tradisi makan Yu Sheng adalah tradisi yang akhir-akhir ini menjadi tren dalam keturunan Tionghoa. Tradisi ini dilakukan oleh nelayan dari China Selatan yang bermigrasi ke Semenanjung Malaysia pada abad ke-19. Yu Sheng sendiri adalah tradisi yang dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Imlek terkait dengan hidangan khusus pada pergantian tahun.
Menurut adat, menu ini harus disajikan dan disantap dengan doa ucapan syukur atas rezeki yang telah diberikan. Doa teman Yu Sheng bertujuan untuk membuat keluarga yang makan Yu Sheng mendapatkan keberuntungan yang lebih baik di tahun baru.
Dalam makanan tradisi ini disajikan dalam satu piring Yu Sheng. Di piring ada beberapa makanan dingin seperti irisan salmon, wortel, dan lain-lainnya. Lalu diberi saus wijen, buah plum, dan sebagainya. Para anggota yang duduk di meja akan mengaduk makanan bersama dan mengangkatnya dengan sumpit tertinggi sambil mengatakan “Lao Qi” atau “Lao Hei”.
Itulah beberapa tradisi unik saat tahun baru Imlek di seluruh dunia. Tak dapat dipungkiri bahwa tradisi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan ketika Tahun Baru Imlek tiba.
Baca Juga: 12 Makanan Khas Imlek di Indonesia, Penuh Dengan Makna di Dalamnya
















