Bukan Sihir! 9 Hewan Yang Memiliki Cahaya Sendiri Secara Alami

Beberapa jenis hewan di bumi ini, mampu mengeluarkan cahaya untuk keperluan masing-masing. Kegunaan cahaya pada hewan adalah untuk berkomunikasi dan sebagai pelindung terhadap serangan dari predator.
Secara ilmiah, cahaya dari hewan ini tidak dihasilkan oleh listrik, melainkan reaksi kimia di dalam tubuh. Sebagian besar melibatkan pigmen bernama lusiferin dan enzim lusiferase. Menariknya, efisiensi cahaya ini hampir mencapai 100%. Cahaya yang dikeluarkan oleh hewan ini adalah cahaya dingin, semua energinya murni menjadi sinar.
Mau tahu apa saja? Berikut beberapa hewan yang memiliki cahaya sendiri dari tubuhnya.
1. Anglerfish
Anglerfish merupakan ikan yang unik. Penampilannya sekilas menyeramkan karena tubuhnya berbentuk bulat dan memiliki mulut yang lebar dan bertaring melengkung panjang. Ciri khas lain ikan angler adalah organ lampu pada semacam “tali pancing” di bagian atas moncongnya. Ikan angler jenis lain, misalnya Thaumaticthys pagidostomus, memiliki organ cahaya di bawah giginya.
Ikan angler tidak memiliki gelembung renang (karena pada kedalaman itu gelembung renang atau paru-paru manusia) akan hancur akibat tekanan bawah laut, sehingga ikan itu menghabiskan seluruh hidupnya di laut dalam dan tidak pernah naik ke permukaan.
Baca Juga:
2. Cumi-Cumi Kunang
Cumi-cumi kunang adalah spesies cumi-cumi yang hidup di perairan dangkal di sekitar perairan Australia. Adapun spesies tersebut termasuk dalam famili Chiroteuthid. Spesies yang ditemukan memiliki ukuran panjang sekitar 70 cm ini memiliki organ yang mampu memancarkan cahaya untuk menakuti mangsanya. Spesies tersebut ditemukan di bagian dasar laut yang terjal.
Hewan ini memiliki organ khusus di tubuhnya yang disebut dengan photophores. Organ ini menghasilkan cahaya melalui reaksi kimia yang melibatkan senyawa luciferin dan luciferase. Cahaya biru atau hijau yang dikeluarkan berguna untuk menarik mangsa dan berkomunikasi dengan temannya.
3. Siput Hinea brasiliana
Cara unik menghindari mangsa juga dimiliki spesies siput yang bernama Hinea brasiliana. Hewan laut ini bisa mengeluarkan cahaya dari cangkangnya. Cahaya yang bisa dipancarkan secara tiba-tiba itu mungkin untuk mengejutkan predator yang akan menyerangnya sehingga siput punya waktu untuk berlindung ke dalam cangkang.
4. Kunang-Kunang
Ada lebih 2.000 spesies kunang-kunang, yang sebenarnya adalah kumbang bersayap. Mekanisme bercahaya kunang-kunang biasanya menunjukkan beberapa informasi misalnya masa hidupnya. Kunang-kunang bersinar bahkan ketika mereka masih berupa larva kecil. Kedipan kepucatan mereka, cahaya kapur bertindak sebagai peringatan bagi pemangsa.
5. Ubur-Ubur Jengger
Ubur-ubur jengger (Ctenophore) adalah makhluk lembut yang mirip dengan ubur-ubur dan anemon laut. Mereka umumnya memakan tanaman mikroskopis dan hewan-hewan laut kecil. Sebagian menangkap mangsa menggunakan tentakel (organ menyerupai belalai) yang lengket dan dapat bergerak di air seperti tali alat memancing. Selain itu, hampir semua ubur-ubur jengger memiliki sel penghasil cahaya khusus di sepanjang punggung tubuh mereka yang berlipit.
6. Cacing Bom
Spesies cacing baru yang ditemukan di kedalaman laut memiliki keunikan karena tubuhnya bisa menampakkan cahaya. Ilmuwan mengatakan, cacing langka itu bisa mengeluarkan “bom alami” dari pendaran cahaya dalam tubuhnya. Karena kemampuannya yang unik itu cacing itu mendapatkan nama ilmiah Swima bombiviridis. Karen Osborn dan timnya dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, melaporkan temuan tujuh spesies cacing baru dalam jurnal ilmiah Sains.
7. Krill
Krill adalah crustacea seperti udang yang dapat ditemui di semua samudera dunia, dan berukuran sangat kecil. Mereka dimakan oleh banyak binatang, termasuk burung, paus, cumi-cumi dan hiu paus. Mereka biasanya ditemukan pada grup besar, dengan lebih dari 10.000 krill per meter kubik. Kelebihan dari krill ini yaitu mereka bisa memancarkan cahaya dari tubuhnya untuk menakuti pemangsanya.
Baca Juga:
8. Temopteris
Tomopteris adalah satu-satunya anggota plankton yang menghasilkan cahaya kuning yang cukup langka. Hewan ini termasuk kecil, ukurannya kurang dari 2,5 sentimeter. Ia akan bertahan hidup dengan melepaskan suatu partikel bercahaya dari tonjolan otot di tubuhnya. Cahaya yang dikeluarkan temopteris ini bertujuan untuk mengalihkan perhatian predator.
9. Glowworm
Glowworm adalah nama berbagai kelompok larva serangga yang bercahaya melalui bioluminesensi. Kelompok larva serangga istimewa ini menggantung di langit-langit di dalam gua-gua di Selandia Baru. Glowworm Selandia Baru yang merupakan serangga bersayap memiliki seperti tali lengket seperti jaring laba-laba untuk menangkap serangga.
Ituah beberapa binatang yang bercahaya. Selain indah dipandang, para ilmuwan kini mempelajari bioluminesensi untuk kemajuan medis. Gen yang membuat makhluk ini bercahaya kini digunakan sebagai penanda biologis untuk melacak sel kanker atau mempelajari bagaimana virus menyebar di dalam tubuh manusia.
Baca Juga: Memahami Siklus Kehidupan, Bagaimana Cara Hewan Berkembang Biak?
















