Warisan Dapur Kolonial, 14 Makanan Indonesia Hasil Akulturasi Budaya Dengan Belanda


1ee88498 d7d9 446b 845d 003d9d64532d.jpg 43
Makanan Indonesia hasil akulturasi budaya dengan Belanda

Kehadiran bangsa Belanda di Pulau Jawa menciptakan pertemuan dua budaya yang berbeda jauh antara budaya Eropa dangan budaya Indonesia.

Belanda menjadi salah satu negara yang punya pengaruh paling kuat bagi perkembangan budaya kita. Menjadi negara jajahan Belanda selama 350 tahun membuat bangsa kita sedikit-banyak bersentuhan dengan budaya negeri kincir angin.

Akibatnya beberapa unsur budaya dari Belanda terserap dan membaur dengan budaya lokal. Dan hal ini bisa dilihat dari banyak hal, salah satunya kuliner.

Beberapa menu makanan yang merupakan bagian akulturasi budaya dari bangsa Eropa (Belanda), beberapa di antaranya sebagai berikut

1. Bistik Jawa/Selat Solo

Bistik dari kata Belanda yakni “Biefstuk”, atau juga dapat dikatakan dengan istilah “Steak”, merupakan jenis olahan daging yang basa dimakan orang Belanda bersama kentang, kacang polong, dan wortel atau beberapa sayur lainnya. Di Indonesia sendiri “Biefstuk” menjadi “Bistik” karena faktor lidah orang Indonesia terutama Jawa yang tidak dengan mudah menyebutkan dengan sebutan Biefstuk.

Bistik (Biefstuktjes) sendiri bagi orang Belanda merupakan hidangan daging utuh yang sudah dipasahkan dari lemak dan ototnya, kemudian dipukul-pukul. Masyarakat pribumi pun akhirnya mengadaptasi makanan bistik ini menjadi Bistik Djawa. Yang secara pengolahan sedikit berbeda dengan versi bistik Belanda. Perbedaanya pada pengolahan daging terlebih dahulu.

Daging digiling terlebih dahulu, kemudian dibumbui baru dipanggang. Bistik jawa ini, sama-sama menjadi makanan untuk kelas sosial atas/elit. Menu ini biasanya disajikan untuk para priyayi, khusunya untuk keluarga keraton. Bistik jawa ini dikenal dengan nama lain Selat Solo. Dengan bahan tambahan pada saosnya menggunakan kecap.sampai saat ini menu ini menjadi salah satu identitas kuliner  Kota Solo.

2. Semur

Mungkin beberapa dari kita tidak menyangka kalau menu makanan semur merupakan racikan kuliner dari Bangsa Belanda – Jawa. Meskipun citarasa dari semur sangatlah lokal, ternyata merupakan kuliner Belanda. Istilah Semur diadaptasi dari kata “Smoor” yang berarti rebusan.

Di Belanda Smoor merupakan menu dengan bahan daging dengan tomat. Lambat laun, menu semur pun mulai menjadi salah satu menu yang dilirik masyarakat pribumi dengan cita rasa yang khas rempah Indonesia. dan bukan hanya berbahan dasar daging saja. Salah satunya Semur jengkol yang menjadi salah satu kuliner khas betawi.

Baca Juga:

3. Perkedel

Perkedel merupakan gorengan khas Indonesia, salah satu menu pendamping nasi atau lauk. Paling umum terbuat dari kentang yang ditumbuk. Namun seiring waktu berbagai bahan diinovasikan menjadi perkedel. Tahukah bahwa Perkedel merupakan menu dari Eropa.

Perkedel sendiri adalah kata serapan yang diambil dari bahasa Belanda “Frikadel”. Karena masyarakat pribumi yang kesulitan mengucapkan kata itu akhirnya menyebut frikadel dengan perkedel. Dalam versi aslinya di Benua Eropa, frikadel (perkedel) dibuat dari daging cincang yang dilumatkan dan kemudian digoreng, sedangkan di Indonesia sendiri dibuat dengan bahan kentang yang dilumatkan yang kemudian ditambahkan sedikit daging cincang.

4. Lapis Legit

Lapis legit adalah salah satu jajanan manis yang biasanyan ikut disajikan dalam jamuan bekelas rijsttafel masyarakat tempo dulu. Kue lapis legit pada saat itu lebih dikenal dengan sebutan “Spekkoek”. Mirip dengan kue lapis Eropa, namun sedikit mendapat pengaruh dari negara Asia karena adanya masa penjajahan pada saat itu. Tampilan sajian Spikoek sendiri berwarna kuning dan coklat. Dibuat berlapis-lapis, dihidangkan sperti kue tart. Kue ini sampai sekarang sangatlah diminati. Karena rasa dari rempah sangatlah terasa, ini yang menjadikan kuliner ini tetap bertahan.

5. Kue Cubit

Mungkin tidak banyak yang mengira, kalau kue cubit nan imut ini merupakan salah satu makanan akulturasi budaya antara Belanda – Indonesia. kue cubit ini hampir sama dengan kue pukis yang berasal dari Belanda pula. Kue cubit berasal dari “poffertjes”, penekuk mini yang pada saat penjajahan oleh Belanda diperkenalkan ke masyarakat pribumi.

Penekuk yang terasa manis ini sepanjang masanya sangat populer di masyarakat. Hingga sekarang penekuk mini (kue cubit) ini menjadi jajajan yang populer dikalangan anak-anak hingga orang tua. Karena semakin banyak inovasi untuk membuat kue cubit ini lebih menarik dan lezat.

6. Sop Senerek

Makanan berkuah khas Magelang ini, terakulturasi dari negara Belanda dengan nama snert soup, yang berarti sop kacang polong dengan roti.

Tetapi di Indonesia, sop ini menggunakan kacang merah dilengkapi dengan isian lain seperti bayam, wortel, seledri, dan daun bawang.

7. Kroket

Kroket merupakan olahan daging berbalut tepung panir yang bisa ditemui hampir di semua negara. Di Belanda, kroket adalah sejenis gorengan berbentuk lonjong yang terbuat dari ragout dan dilapisi tepung panir.

Kroket seperti inilah yang diadaptasi oleh kuliner Indonesia. Kentang tumbuk dengan isian ragout yang dilapisi tepung panir dan digoreng hingga kecoklatan.

Citarasa Indonesia juga mempengaruhi kroket Belanda. Bisa dilihat dari satekroket, kroket isi ragout bumbu sate yang populer sebagai jajanan pinggir jalan di Belanda hingga saat ini.

8. Klappertaart

Hidangan penutup yang berarti ‘tart kelapa’ ini merupakan salah satu kuliner khas dari Manado, Sulawesi Selatan. Klappertaart terbuat dari terigu, susu, santan, gula, mentega, dan daging buah kelapa. Kue ini mulai muncul pada masa penjajahan Belanda dan biasa muncul

9. Kastangel

Kue keju yang satu ini paling sering muncul saat lebaran. Bisa ditebak dari namanya, kastengel merupakan kue kering yang dibawa oleh penjajah Belanda pada masa kolonial.

Orang Belanda menyebut kue ini dengan nama Kaasstengels sendiri berarti ‘stik keju’. Makanan ini merupakan salah satu hapjes (snack) yang cukup populer di Belanda dan bisa dijumpai di toko-toko kue lawas yang menyediakan roti dan panganan ringan bergaya tempo dulu.

10. Sup brenebon

Sup brenebon merupakan sup berbahan kacang merah yang cukup populer di daerah-daerah timur Indonesia. Menurut Jeff Keasberry, pakar kuliner Hindia Belanda, makanan ini diadaptasi dari bruine bonensoep asal Belanda.

Namun jika sup brenebon berkuah bening, bruine bonensoep lebih menyerupai sup kental yang kuahnya dicampur dengan krim.

11. Nastar

Sama dengan kue keju, nastar juga makanan warisan belanda yang wajib ada saat lebaran. Nama nastar sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu annanas taart yang berarti ‘tart nanas’.

Pada awalnya di Eropa sana, kue ini menggunakan isian seperti selai stroberi, persik, maupun buah-buahan lain yang populer di Eropa. Sebab buah tersebut sulit ditemukan di Indonesia, maka mereka mengganti dengan nanas yang lebih mudah dijumpai.

12. Risoles

Risoles merupakan kuliner yang sangat populer di banyak negara di Eropa, termasuk Prancis dan Belanda. Dadar tipis membungkus daging cincang serta sayuran, lalu dibalut dengan tepung panir sebelum digoreng hingga matang. Begitu pun risol di Indonesia yang mengadopsi bentuk rissole dari Belanda.

Baca Juga:

13. Roti Gambang

Roti gambar merupakan kuliner warisan Belanda dengan cita rasa yang unik dan khas. Kue ini memiliki memiliki ciri khas berbentuk balok dengan warna kecoklatan dari gula merah. Tidak lupa taburan biji wijen selalu ada di atasnya.

Biasanya roti gambang dinikmati dengan cara sobek terlebih dahulu sebagian kecil roti, lalu celupkan ke kopi pahit atau teh tawar agar meresap hingga dalam. Minuman tersebut tidak perlu manis sebab rasa manis sudah berasal dari roti gambang itu sendiri.

14. Roti Buaya

Terkenal sebagai budaya yang harus ada dalam pernikahan masyarakat Betawi, rupanya roti budaya tidak terlepas dari pengaruh Belanda. Awalnya roti ini dibuat dari singkong atau ketela, namun setelah Belanda masuk, barulah mereka memperkenalkan teknik pembuatan roti berbahan gandum sehingga roti buaya menjadi seperti yang dikenal sekarang ini.

Betapa kaya kazanah kuliner di bumi nusantara ini, dan diantaranya merupakan perpaduan budaya satu dengan yang lainnya. hal ini menandakan bahwa budaya asing juga berpengaruh terhadap kehidupan dan telah meresap ke dalam budaya kita.

Baca Juga: Mengenal 7 Kuliner Enak Olahan Daging


Professional

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *