Pendidikan

3 Tips Jitu Lolos Seleksi Beasiswa LPDP, Dari Admininstrasi Hingga Wawancara

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) LPDP merupakan beasiswa yang diselenggarakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan.

LPDP adalah kepanjangan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. LPDP merupakan satuan kerja di bawah Kementerian Keuangan yang mengelola dana abadi pendidikan untuk mendanai beasiswa studi magister dan doktor di dalam maupun luar negeri, serta mendanai riset bagi Warga Negara Indonesia

Secara umum, ada tiga tahap seleksi Beasiswa LPDP mengacu kepada kebijakan terbaru pada tahun 2018:

  1. Seleksi Administrasi;
  2. Seleksi Berbasis Komputer (SBK);
  3. Seleksi Substansi.

Pada artikel ini, saya akan memberi tips umum untuk masing-masing jalur seleksi.

1. Tips lolos Seleksi Administrasi LPDP

Sesuai dengan namanya, seleksi ini bentuknya adalah penyeleksian via dokumen secara online. Berikut adalah tipsnya.

a. Persiapkan dari Jauh-Jauh Hari

Persyaratan daftar LPDP itu, apalagi untuk program afirmasi, ada banyak. Mulai dari surat sehat, ijazah, sertifikat bahasa Inggris, semuanya harus dilampirkan. Jangan sampai baru mempersiapkan berkas-berkas LPDP pada H-1 minggu pendaftaran. Jangan menargetkan submit pendaftaran pada hari H penutupan karena niscaya server-nya akan penuh.

b. Jangan Malas Membaca

Sebenarnya, segala teknis pendaftaran sudah sangat jelas tertera dalam booklet dan buku panduan LPDP. Yang kita butuhkan hanya kerajinan membaca agar bisa mendaftar sesuai ketentuan yang berlaku. Jika baca buku panduan saja malas, siap-siap saja, mungkin seleksi administrasi saja tidak akan lulu s.

c. Penuhi Semua Kriteria

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa lolos LPDP. Misalnya, batas minimal IPK S-1 dan skor bahasa Inggris minimal yang harus dimiliki. Lebih baik jangan mendaftar jika ada syarat yang masih belum dipenuhi (misalnya skor bahasa Inggris). LPDP bukan lembaga yang asal-asalan dalam menyeleksi calon penerima beasiswanya. Alangkah lebih baiknya menyisihkan waktu sejenak untuk memenuhi persyaratannya karena itu semua untuk kebaikan kita sendiri.

d. Perhatikan Format Berkas

Dalam booklet LPDP, dilampirkan pula format-format berkas yang dibutuhkan seperti surat rekomendasi dan surat pernyataan. Perhatikan baik-baik berkas yang kita buat agar sesuai format yang ditentukan atau kita tidak akan lolos seleksi administrasi.

e. Bertanya ke sekretariat LPDP jika merasa bingung

LPDP menyediakan call center dan fasilitas tanya jawab secara online. Jika ada hal-ha yang ingin ditanyakan, jangan ragu untuk langsung menanyakan hal tersebut kepada pihak call center. Jawaban dari para admin akan lebih akurat daripada sekadar bertanya ke teman atau senior.

f. Tulis esai dengan benar dan jangan ngasal

Dua esai yang harus di-submit ketika mendaftar LPDP tidak bisa dibuat dalam sehari atau dua hari. Both are very demanding. Pastikan untuk membuat esai sekeren mungkin dan sesuai dengan ketentuan LPDP. Akan lebih bagus jika esai tersebut di-proofread terlebih dahulu oleh yang berpangalaman sebelum di-submit. Esai ini juga akan menjadi modal dalam seleksi wawancara nanti.

g. Cek Berkali-kali Sebelum Submit

Ketika mendaftar LPDP, sekali submit pendaftaran, tidak ada lagi berkas dan isi CV yang bisa kita ubah. Jadi, pastikan semuanya betul dulu sebelum klik submit. Hati-hati.

Baca Juga:

2. Tips lolos Seleksi Berbasis Komputer (SBK)

SBK ini terdiri dari tiga jenis tes, yaitu tes potensi akademik (TPA), tes karakteristik pribadi (TKP), dan essai on the spot (EOTS). Berikut tipsnya:

a. Kerjakan soal yang mudah lebih dahulu

Semua soal dalam TPA berbobot sama (betul 5, salah / tidak diisi 0). Jadi, jangan menghabiskan waktu berkutat pada soal yang susah sementara ada belasan soal mudah yang lain. Kita tidak diharuskan untuk mengerjakan soal secara berurutan, after all. Ingat, optimalkan waktumu karena lulus atau tidaknya kita pada SBK ditentukan oleh nilai TPA kita.

b. Isi semua soal

Karena tidak ada sistem minus, akan sangat rugi jika ada soal yang kita kosongkan. Isilah semua soal tidak peduli soalnay susah atau mudah. Setidaknya, dengan memilih satu option, kita mempunyai peluang 1/5 untuk menambah poin.

C. Abaikan nilai TPA yang langsung keluar

Begitu selesai mengerjakan TPA, nilai kita akan langsung muncul pada layar. Nah, di sini yang agak berbahaya. Jika nilai kita dirasa jelek, akan mempengaruhi mood kita pada tes TKP dan On The Spot Writing. Jadi, saran saya, tidak usah pikirkan dulu hasil tesnya dan segeralah move on ke tes selanjtutnya.

d. Jujur dalam mengisi soal TKP

Dalam soal TKP, tidak ada jawaban benar dan salah. Semua soal ditujukan untuk mengetes kepribadian kita. Jadi, jawablah dengan jujur-jangan sok dibagus-baguskan. TKP ini dibuat oleh orang / lembaga yang paham ilmu psikologi. Jadi, jika kita tidak mengisi secara jujur sesuai kepribadian, pasti akan muncul sesuatu yang janggal yang mungkin akan jadi bumerang dalam tes wawancara nanti. Sama seperti TPA, skor TKP juga akan langsung muncul begitu tes selesai. Jadi, solusinya? abaikan!

e. Atur waktu dengan baik untik menjawab EOTS

Waktu dalam EOTS ini sangat sempit (30 menit). Oleh karena itu, atur waktu dengan baik supaya esai bisa selesai tepat waktu. Alokasikan waktu yang spesifik untuk men-develop ide, menulis esai, sampai pemeriksaan esai. Esai akan diketik dalam komputer (tidak ditulis). Jadi, tidak harus khawatir dengan tulisan tangan bagi yang merasa tulisan tangannya susah dibaca.

f. Usahakan Rajin Membaca Berita

Topik EOTS yang diambil tidak akan jauh-jauh dari isu-isu hangat di Indonesia. Jadi, membaca banyak berita akan membantu menambah wawasanmu sehingga isi esai akan lebih berbobot (walaupun sebenarnya, LPDP akan memberikan secuplik artikel yang cukup informatif mengenai topik yang diberikan).

3. Tips lolos Seleksi Substansi

Seleksi ini terdiri dari tiga jenis, yaitu verifikasi dokumen, Leaderless Group Discussion (LGD), dan wawancara. Berikut tips lolos seleksi substansi

a. Kumpulkan dan Susun dokumen dengan rapi

Untuk verifikasi dokumen tidak ada tips khusus. Siapkan saja semua dokumen secara rapi dan tersusun dengan baik dalam satu bundel / map berkas.

b. Atur durasi bicara saat group discussion 

Ingat, ini adalah Leaderless Group Discussion. Artinya, tidak ada pemimpin dalam diskusi ini. Semua peserta statusnya sama. Jangan sampai kita terlihat mendominasi di forum dengan sok-sokan berbicara panjang lebar tanpa memberi kesempatan berbicara kepada orang lain atau mengatur jalannya diskusi. Jangan pula terlalu pasif sampai-sampai hanya berbicara satu kali dengan kalimat singkat (misalnya). Jalanilah diskusi dengan elegan dan peka terhadap peserta lain.

Dalam LGD ini, yang dinilai bukan hanya isi argumen, melainkan sikap kita selama dalam diskusi. Jaga bahasa tubuh dan intonasi saat menyampaikan pendapat agar tidak terlihat arogan ataupun tidak pede. Tirulah contoh-contoh forum diskusi yang baik di YouTube.

c. Kumpulkan list pertanyaan yang sering ditanyakan saat wawancara

List pertanyaan yang umum diajukan di LPDP bisa dengan mudah didapatkan di internet. Buatlah daftar pertanyaan beserta jawabannya untuk persiapan wawancara ini. Tapi ingat, Kuasai juga setiap pertanyaan agar jawaban kita matang dan komprehensif. Jangan hanya dihafal.

d. Perhatikan penampilan, etika, dan bahasa tubuh saat wawancara

Sama seperti LGD, dalam wawancara, etika dan sikap kita juga akan dinilai. Perhatikanlah sikap kita selama wawancara dan etika kita ketiak berbicara. Jangan memotong pembicaraan. Jangan mendominasi. Jangan terdengar arogan maupun rendah diri. Jaga juga sopan santun.

Penampilan juga mempunyai peranan penting di sini. Usahakan untuk tampil rapi, tetapi tidak terlalu nyentrik.

Baca Juga:

e. Jadilah diri sendiri, jujur, dan elegan saat wawancara

Dalam wawancara LPDP, akan ada psikolog yang menilai. Jika kita tidak menjadi diri sendiri dan mencoba berbohong atau menjadi orang lain, pewawancara akan tahu dan pastinya ini akan menurunkan nilai integritas kita di mata LPDP. Namun, tetaplah bersikap elegan agar kita tidak terlihat pecicilan di mata LPDP.

f. Siapkan dokumen pendukung saat wawancara

Segala sesuatu tentunya akan lebih meyakinkan jika disertai dengan bukti. Untuk menguatkanmu saat wawancara, tidak ada salahnya untuk membawa dokumen-dokumen pendukung yang nantinya bisa ditunjukan kepada pewawancara seperti sertifikat organisasi, portofolio pengabdian, dan publikasi jurnal.

Oke. Itulah beberapa tips lolos seleksi beasiswa LPDP kali ini. Oh ya, jangan lupa mengabdi untuk negara jika sudah lulus kuliah ya. Semangat!

Baca Juga: Sambut Mahasiswa Penerima Beasiswa KNB 2025, Mendiktisaintek Dukung Pembangunan SDM di Negara Berkembang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button