9 Jenis Kecerdasan Manusia Versi Howard Gardner, Kamu Termasuk Yang Mana?

Kecerdasan ialah istilah umum yang digunakan untuk menjelaskan sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar.
Cerdas dapat diartikan sebagai sikap manusia yang mampu mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap persoalan sekaligus upaya mereka untuk menjadi lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Terdapat beberapa cara untuk mendefinisikan kecerdasan. Dalam beberapa kasus, kecerdasan bisa termasuk kreativitas, kepribadian, watak, pengetahuan, atau kebijaksanaan. Namun, beberapa psikolog tak memasukkan hal-hal tadi dalam kerangka definisi kecerdasan.
Dr. Howard Gardner mendefinisikan kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang bernilai dalam satu latar belakang budaya atau lebih. Dengan kata lain kecerdasan dapat bervariasi menurut konteknya. Dalam bukunya Frames of Mind, Gardner menjelaskan sembilan jenis kecerdasan manusia, berikut ulasannya.
1. Kecerdasan Linguistik
Orang dengan kecerdasan linguistik yang tinggi memiliki kemampuan berpikir dalam bentuk kata-kata, menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan menghargai makna yang kompleks.
Karir yang yang pas untuk orang dengan kecerdasan ini seperti sastrawan, pembaca puisi, penulis buku, Penulis Skenario, Penulis Naskah Drama, Wartawan, Editor, Orator, Ahli Politik, Penyiar Radio, Presenter, Guru/Dosen, Penceramah, Penerjemah, Pengacara, Pembaca Berita, Announcer, Public Speaker, MC, Pelawak, Negosiator.
Baca Juga:
2. Kecerdasan Logis-Matematis
Orang dengan kecerdasan logis-matematis memiliki kemampuan dalam berhitung, mengukur, dan mempertimbangkan proposisi dan hipotesis, serta menyelesaikan operasi-operasi angka.
Orang dengan tipe seperti ini akan cocok menjadi seorang astronot, Ilmuwan (Saintis), Ahli Ekonomi, Bankir, Ahli Statistik, Analis Pasar Modal, Pengacara, Dokter, Pilot, Insinyur, Akuntan, Aktuaris, Konsultan Keuangan, Programmer.
3. Kecerdasan Spasial-Visual
Merupakan kecerdasan cara pandang dalam proyeksi tertentu dan kapasitas untuk berpikir dalam tiga dimensi. Kecerdasan ini memungkinkan seseorang untuk melakukan eksplorasi imajinasi.
Orang dengan kecerdasan seperti ini cocok untuk menjadi perancang Kota, Seniman, Pelukis, Pilot, Arsitek, Perancang Bangunan, Desainer Grafis, Videografer, Koreografer, Fotografer, Montir, Teknisi, Kaligrafer.
4. Kecerdasan Kinestetis
Orang dengan kecerdasan kinestetis memiliki kemampuan belajar lewat tindakan dan pengalaman melalui praktik langsung. Pemilik jenis kecerdasan ini lebih senang berada di tempat di mana dia bisa memahami sesuatu lewat pengalaman nyata. Kemampuan bergerak di sekitar objek dan keterampilan fisik yang halus, serta kemampuan mengolah tubuh ke dalam bentuk gerakan tertentu merupakan pola dasar kecerdasan kinestetis.
Orang dengan kecerdasan kinestetis cocok menjadi atlet, Penari, Guru Tari, Karateka, Pematung, Aktor, Dokter Bedah, Pemeran Pantomim, Petualang, Pendaki Gunung, Mekanik, Gitaris, Penabuh Drum.
5. Kecerdasan Musik
Merupakan kemampuan seseorang dengan sensitivitas pada pola titik nada, melodi, ritme, dan nada. Musik tidak hanya dipelajari secara audiotori, tapi juga melibatkan semua fungsi pancaindra.
Orang dengan tipe kecerdasan ini cocok untuk menjadi penyanyi, komposer, konduktor, pembuat instrumen musik, sound engineer.
6. Kecerdasan Interpersonal
Merupakan kemampuan memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Kecerdasan interpersonal memungkinkan kita memahami dan berkomunikasi dengan orang lain secara baik. Termasuk juga menjaga hubungan, serta mengetahui berbagai peran yang terdapat dalam suatu kelompok.
Orang dengan tipe kecerdasan ini cocok untuk menjadi seorang konselor, politikus, negosiator, penghibur, pemimpin, pekerja sosial, manajer, kepala sekolah, Agen penjualan, public relations.
Baca Juga:
7. Kecerdasan Intrapersonal
Merupakan kemampuan membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan semacam itu dalam merencanakan dan mengarahkan kehidupan seseorang. Anak belajar melalui perasaan, nilai-nilai, dan sikap.
Orang dengan tipe kecerdasan ini cocok untuk menjadi seorang Filsuf, Psikoterapis, Pemimpin Agama, Penasihat, Motivator, Psikolog.
8. Kecerdasan Naturalis
Merupakan jenis kecerdasan yang erat hubungannya dengan lingkungan, flora, dan fauna, yang tidak hanya menyenangi alam untuk dinikmati keindahannya, akan tetapi sekaligus juga punya kepedulian untuk kelestarian alam tersebut.
Orang dengan tipe kecerdasan ini cocok untuk menjadi seorang Peneliti, Ahli Cuaca dan Iklim, Ahli Gunung Berapi, Ahli Geologi, Ahli Biologi, Hortikulturis, Dokter Hewan, Aktivis Peduli Binatang, Anggota LSM Lingkungan, Aktivis Peduli Lingkungan, Jagawana (Polisi Hutan).
9. Kecerdasan Eksistensial
Kecerdasan eksistensial berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam menempatkan diri dalam lingkup kosmos, memaknai hidup, memaknai kematian, memahami nasib dunia jasmani dan kejiwaan, dan memaknai pengalaman mendalam seperti cinta atau kesenian. Orang dengan kecerdasan eksistensial memiliki sensitivitas dan kapasitas untuk menghadapi pertanyaan mendalam tentang kehidupan, seperti “Apa arti hidup? Mengapa kita mati? Mengapa kita ada?”
Kecerdasan eksistensial banyak ditemukan pada orang yang berprofesi sebagai ahli agama, akademisi, peneliti, dan pemikir teori.
Itulah jenis-jenis kecerdasan manusia. Setelah kamu baca, kamu masuk ke dalam jenis kecerdasan yang mana?
Baca Juga: Kenali 7 Jenis Kecerdasan untuk Optimalkan Potensi Anak, Eksplor Bakat Terpendam Mereka
















