Food

Wajib Coba! Menikmati Kelezatan Empuknya Ikan Sili Dalam Seporsi Nasi Boran Lamongan

Apa yang terlintas di benak anda jika mendengar kata ‘Lamongan’?. Salah satunya adalah mungkin Soto Lamongan. Soto Lamongan adalah salah satu makanan khas dari daerah Lamongan Jatim dan sekarang ini dijadikan salah satu produk rasa mie instan. Namun, tahukah anda, ada satu lagi makanan khas Lamongan yang hanya ada di Lamongan dan belum ada di daerah lain. Namanya adalah Sego Boran atau nasi Boran.

Nasi Boran berbeda dengan nasi khas daerah lainnya

Makanan khas Lamongan yang satu ini memang sangat unik karena nasi hangat yang menjadi unsur utama menu ini diletakkan dalam boran yaitu sejenis tempat nasi zaman dahulu yang terbuat dari anyaman bambu.

Beda dengan wadah nasi di daerah Jawa Tengah, disana disebut dengan bakul. Walaupun sama sama terbuat dari anyaman bambu tapi ada beberapa perbedaan, yaitu; dari ukurannya, bentuknya dan fungsinya. Dilihat dari ukurannya, boran lebih besar dari pada bakul, boran bisa menampung nasi dengan jumlah yang besar kira kira diatas lima puluh porsi. Kalau bakul ukurannya lebih kecil paling bisa muat nasi sekitar untuk 5 porsi atau lebih, cukuplah untuk satu keluarga atau satu rombongan.

Dilihat bentuknya boran seperti tabung besar setinggi 30 cm – 50 cm, diameter 40 cm sampai dengan 60 cm dengan tutup bagian atasnya, kadang juga tidak diberi tutup dari anyaman bambu, tapi ditutupi dengan kain.  sedangkan bakul bentuknya seperti piala besar yang mempunyai 2 bagian yaitu bagian tempat nasi dan bagian kaki, dengan dua pegangan diatasnya.

Nasi boran Lamongan disajikan dalam wadah piring porselain atau piring seng dengan lapisan, tetapi tempat makan ini tidak mengikat, tiap pedagang memiliki tempat nasi khusus yang berbeda. Salah satu contoh inovasi pedagang nasi boran ada yang menggunakan piring dari lidi yang diatasnya diberi kertas minyak, piring dari lidih dipilih karena luas permukaannya lebih lebar dan praktis tidak perlu mencuci piring bekas dipakai pelanggan, tinggal buang kertas minyak yang lama diganti dengan kertas minyak yang baru, jadinya siap dipakai lagi untuk menyajikan menu istimewa nasi boran.

Baca Juga:

Nasi boran dilengkapi dengan pilihan berbagai lauk pauk

Sajian nasi hangat dengan lauk wajib begedel dilengkapi dengan sambal kental, sekilas mirip sambel pecel itulah nasi boran mantap, ditambah ikan sili, ayam, telur, ikan mujaer, ikan bandeng, dan lain-lain. Lauk kuliner nasi boran Lamongan ini bukan ikan impor atau berasal dari daerah lain loh, tetapi hasil budidaya ikan darat Lamongan sendiri yang sudah terkenal di jawa timur dan nusantara. Bahkan Lamongan merupakan lumbung pangan jawa timur bahkan nasional terutama komoditi beras dan ikan.

Kalau anda  mau mencicipi nasi boran yang dijajakan oleh ibu ibu hebat Lamongan jangan khawaatir masalah harga. Hanya dengan sepuluh ribu sampai lima belas ribu rupiah anda sudah bisa meledakkan perut yang tadinya keroncongan. Semua kalangan bisa menikmatinya, semua usiapun bisa merasakannya.

Masih binggung nyarinya di mana? Jangan khawatir. Nasi boran Lamongan ada di penjuru Lamongan terutama di wilayah Lamongan kota. Bila anda jalan jalan di sekitar alun-alun kota Lamongan, ada ibu-ibu dengan boran besar ditutupi kain yang keluar asap kecil dari dalamnya. Di pinggirnya ada ember besar penuh dengan lauk, itulah ibu-ibu yang menjual Nasi Boran.

Bahkan sekarang lebih keren lagi untuk menghindari dari terik matahari dan hujan, stan nasi boran dipasangi dengan payung besar. Mau dibungkus atau dimakan di tempat? Monggo saja asalkan jangan pesan antar aja ya, kayaknya sih belum bisa melayani dan belum ada aplikasinya. Tapi mungkin beberapa tahun lagi ada pengusaha Lamongan yang memanfaatkan peluang bisnis sego boran dengan mengembangkan usaha waralaba nasi boran mumpung belum diserang pengusaha kuliner dari negara Thailand dan Jepang.

Pedagang nasi boran biasanya mangkal mulai jam empat sore sampai jam sepuluh malam, ya itupun kalau belum habis. Rata rata pedagang nasi boran sudah kehabisan dagangannya jam delapan atau jam sembilan malam. Waktu yang paling pas menikmati nasi boran Lamongan adalah sekitar jam enam sampai jam sembilan malam, karena selain waktunya jam makan, cuaca yang dinginpun menambah selera makan anda.

Kuliner nasi boran enak ini menjadi inspirasi terbentuknya tarian boranan yaitu rangkaian gerak tari yang menggunakan alat berupa boran. Pengucapan kata-nya hampir mirip ya dengan tarian jaranan yang menggunakan seperangkat alat yang menyerupai jaran atau kuda. Tarian boranan ini dimainkan oleh anak anak sampai sampai remaja dalam setiap momen acara acara warga Lamongan atau acara acara khusus seperti hari jadi kota Lamongan. Bahkan bila tarian boranan ini dilombahkan, akan menyemarakkan suasana dan menambah khasanah kesenian nusantara.

Baca Juga:

Nasi Boran ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb)

Saat ini, Nasi boran Lamongan, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025.

Sertifikat penetapan diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksar, pada agenda Penyerahan Apresiasi Seniman/Pelaku Budaya, Tunjangan Kehormatan Juru Pelihara Cagar Budaya, dan Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Malang, Minggu 22 Pebruari 2026.

Sego Boran ditetapkan dalam kategori WBTb bidang Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. Penetapan ini menjadi bentuk pengakuan negara atas kekayaan budaya lokal yang terus dijaga kelestariannya.

Baca Juga: Ragam Makanan Khas Pacitan Terkenal, Dari Nasi Tiwul Hingga Soto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button