Menuju World Class University, Pentingnya Mewujudukan Kampus Inklusif di Semua Level Pendidikan Tinggi

Istilah inklusif memiliki ukuran universal. Istilah inklusif dapat dikaitkan dengan persamaan, keadilan, dan hak individual dalam pembagian sumber-sumber seperti politik, pendidikan, sosial, dan ekonomi.
Dalam ranah pendidikan, istilah inklusif dikaitkan dengan model pendidikan yang tidak membeda-bedakan individu berdasarkan kemampuan dan atau kelainan yang dimiliki individu. Pendidikan inklusif didasarkan atas prinsip persamaan, keadilan, dan hak individu.
Tidak terbatas pada pendidikan dasar dan menengah, inklusif juga harus diterapkan di pendidikan tinggi. Namun kenyataannya, belum semua kampus pendidikan tinggi di Indonesia menerapkan sistem pendidikan inklusif.
Kampus inklusif adalah institusi pendidikan tinggi yang secara sadar merancang sistem, fasilitas, dan kurikulumnya agar dapat diakses oleh semua orang tanpa terkecuali. Ini mencakup mahasiswa dengan disabilitas (fisik maupun sensorik), perbedaan latar belakang ekonomi, suku, agama, hingga keragaman cara belajar.
Berikut beberapa hal yang mendasari pentingnya mewujudkan kampus insklusif di semua level pendidikan tinggi.
1. Terjaminnya hak asasi dan keadilan dalam pendidikan
Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya secara optimal. Konsep ini memandang pendidikan bukan sebagai hak istimewa (privilege), melainkan sebagai hak dasar yang harus dijamin oleh negara.
Setiap individu memiliki hak yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi. Pendidikan inklusi di perguruan tinggi memastikan bahwa setiap individu, terlepas dari perbedaan kemampuan atau latar belakang, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, meraih pengetahuan, dan pengembangan diri melalui pendidikan tinggi.
2. Memperkaya ekosistem belajar di perguruan tinggi
Pendidikan inklusi menciptakan lingkungan yang beragam, di mana mahasiswa dari berbagai latar belakang dan kemampuan dapat saling belajar dan tumbuh bersama. Dengan demikian akan merangsang pertukaran ide, pandangan, dan pengalaman yang beragam, membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan dalam suatu ekosistem belajar di perguruan tinggi.
3. Menyiapkan lulusan siap kerja yang memiliki daya saing
Dunia kerja modern sangat menghargai kemampuan collaboration dan cultural intelligence. Lulusan dari kampus inklusif cenderung lebih siap bekerja dalam tim yang heterogen dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
DI kampus insklusif, mahasiswa terbiasa bekerja sama dengan tim yang heterogen. Mereka belajar berkomunikasi dengan rekan yang memiliki cara berkomunikasi berbeda. Hal ini bisa menjadi praktik kerja langsung yang akan dibutuhkan dalam dunia kerja global.
Mahasiwa yang pernah kuliah di kampus inklusif akan memiliki problem solving yang Inovatif yang dibutuhkan dalam pekerjaan. Kampus Inklusif memaksa mahasiswa untuk berpikir keras, mencari solusi agar sebuah tugas bisa diakses oleh semua anggota mahasiswa.
4. Memutus Rantai Kemiskinan
Kemiskinan sering kali menjebak seseorang dalam lingkaran sosial yang terbatas. Di kampus inklusif, mahasiswa dari keluarga miskin akan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, membangun koneksi, dan mendapatkan akses ke informasi pekerjaan yang sebelumnya tidak didapat.
Dengan memberikan akses bagi mereka yang berada di garis ekonomi bawah atau memiliki keterbatasan fisik, kampus berperan langsung dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat secara luas.
Bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi rendah atau penyandang disabilitas, gelar sarjana dari kampus inklusif adalah gerbang menuju pasar kerja formal. Dengan keahlian yang diakui, mereka memiliki peluang mendapatkan penghasilan yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga mampu mengangkat taraf hidup keluarga secara keseluruhan.
5. Memperkaya Perspektif dan Inovasi
Inovasi lahir dari keberagaman pemikiran. Inovasi yang lahir dari kampus inklusif cenderung menerapkan prinsip Universal Design. Artinya, sebuah inovasi dirancang agar bisa digunakan oleh semua orang sejak awal. Ketika mahasiswa dari berbagai latar belakang berinteraksi, mereka membawa hal yang berbeda ke dalam lingkunngan kampus. Hal ini akan memicu kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah yang lebih komprehensif dibandingkan lingkungan yang homogen.
Baca Juga:
6. Mewujudkan empati dan kesalehan Sosial
Kampus insklusif dapat meningkatkan kesadaran serta penerimaan di antara mahasiswa mengenai perbedaan. Saat siswa dari beraneka latar belakang mempelajari dan berinteraksi sama, mereka akan lebih terbuka pada perbedaan dan mendapatkan kesempatan agar memahami nilai empati serta kolaborasi. Lingkungan yang inklusif mendorong mahasiswa agar saling membantu, mendukung serta menghormati satu sama lain, yang pada gilirannya menciptakan kesalehan sosial mahasiswa.
7. Mengembangkan keterampilan interpersonal
Keterampilan interpersonal yang dibutuhkan oleh individu dalam kehidupan bermasyarakat yang semakin berkembang secara global, perlu diasah dan dilatih secara intensif. Keterampilan tersebut diantaranya adalah keterampilan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan semua mahasiswa. Keterampilan interpersonal yang dilatih dalam lingkungan yang beragam dan berkembang dalam budaya, pandangan, dan kemampuan yang berbeda, akan mempersiapkan mereka untuk menjadi pribadi yang tangguh dan toleran.
Baca Juga: 5 Penyebab Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus, Seperti Fenomena Gunung Es


















