Food

Cara Menyimpan Makanan Sisa Lebaran Tanpa Takut Basi, Dijamin Tetap Higienis dan Lezat!

Setelah lebaran, biasanya kita sudah mulai bosan dengan makanan yang itu-itu saja. Sayangnya, karena kebanyakan memasak hidangan, mungkin beberapa dari kamu ada yang memiliki banyak sisa makanan lebaran.

Kamu bisa menyimpan makanan sisa tersebut dan memanaskannya untuk kembali disantap di lain waktu. Berikut cara menyimpan makanan sisa lebaran, agar tetap awet dan rasanya tidak berubah.

1. Cara menyimpan Ketupat 

Setelah ketupat matang, pastikan kamu meniriskannya terlebih dahulu. Ketupat Lebaran yang masih mengandung banyak air cenderung lebih cepat basi karena kelembapan memicu pertumbuhan bakteri. Gantung ketupat atau letakkan di tempat yang memungkinkan sisa air menetes dengan sempurna.

Kemudian gantung Gantung Ketupat di Tempat Sejuk dan Kering. Pastikan ketupat tidak menempel satu sama lain agar udara mengalir dengan baik. Metode ini membantu menjaga ketupat tetap segar hingga satu atau dua hari.

Jika ingin menyimpan ketupat lebih lama, kulkas adalah solusi terbaik. Bungkus ketupat dengan plastik atau masukkan ke wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke kulkas. Penyimpanan dalam suhu rendah memperlambat pertumbuhan bakteri, sehingga ketupat bisa bertahan hingga 3-4 hari.

Ketupat yang basah cenderung lebih cepat berlendir dan berbau asam. Pastikan ketupat benar-benar kering sebelum disimpan. Jika ketupat terasa lembap, lap bagian luarnya dengan tisu dapur bersih agar tidak ada air tersisa.

Sebelum disajikan, panaskan kembali ketupat agar teksturnya lebih kenyal dan rasanya tetap lezat. Anda bisa mengukus ketupat selama 10-15 menit atau memanaskannya di microwave maupun rice cooker.

Baca Juga:

2. Cara menyimpan rendang

Untuk menyimpannya sendiri bisa dengan menggunakan 2 cara, yaitu menyimpannya di dalam chiler dan juga freezer. Kalau kita simpan rendang di dalam chiler, rendang akan awet sampai 2 minggu, dan kalau kita simpan di freezer justru akan awet lebih lama, bisa sampai 2 bulan. Jangan menyimpan rendang ke dalam kulkas dalam keadaan masih panas.

Sebelum menyimpan rendang di dalam kulkas, masukkan rendang yang sudah bersuhu ruangan ke dalam wadah kedap udara atau plastik vakum. Apabila tidak mempunyai plastik vakum, gunakan plastik biasa. Namun, pastikan plastik tersebut tertutup rapat. Sebaiknya hindari rendang sampai terpapar udara dalam kulkas karena dapat menurunkan kualitasnya.

Apabila kamu membuat rendang dalam porsi cukup banyak, maka sebaiknya jangan simpan menjadi satu. Sebaiknya, kemas rendang dalam porsi kecil. Cara ini memudahkan kamu untuk memanaskan rendang.

Baca Juga:

3. Cara menyimpan opor ayam

Opor ayam dapat disimpan tanpa menggunakan kulkas. Sebelum disimpan di dalam kulkas, panaskan opor dalam panci hingga mendidih. Setelah opor ayam mendidih, matikan kompor dan buka tutup panci untuk menghilangkan uap panasnya. Biarkan opor ayam yang sudah mendidih di atas kompor. Jangan aduk opor ayam dan tutup kembali pancinya setelah uap panasnya menghilang.

Jika kamu ingin menyimpan ke dalam kulkas, pindahkan terlebuih dahulu ke wadah yang tertutup rapat. Simpan opor ayam yang sudah dingin di bagian chiller. Opor ayam yang disimpan dalam chiller dapat bertahan kurang lebih tiga hari.

Jika ingin menyimpan lebih lama, masukkan opor ayam yang sudah dingin ke dalam plastik yang tipis. Simpan opor ayam ke dalam freezer agar tahan lebih lama. Opor ayam yang disimpan di freezer bisa bertahan hingga tiga pekan.

Jika ingin dihidangkan kembali, Sebelum dipanaskan opor ayam yang telah beku di freezer perlu dicairkan di chiller selama kurang lebih tiga puluh menit. Hindari melelehkan opor ayam yang beku di suhu ruang, karena akan merusak santan.

Setelah meleleh, panaskan opor ayam dalam panci di atas kompor dengan api kecil. Jika sudah mendidih, opor ayam siap disajikan.

Baca Juga: Sering Dilakukan, Padahal Salah! 10 Makanan Yang Tidak Boleh Masuk Kulkas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button