11+ Oleh-Oleh Wajib Jalur Pansela yang Tak Boleh Terlewatkan Saat Mudik

Menempuh perjalanan jauh ke kampung halaman sayang sekali jika tidak dimanfaatkan dengan berwisata dan membeli oleh-oleh. Salah satu jalur yang biasa dilewati pemudik di Pulau Jawa adalah jalur pantai Selatan (Pansela)
Walau tidak seramai jalur pantura saat musim mudik, jalur mudik melalui pansela merupakan jalur yang mengasyikan dan lebih menantang. Dibanding Pantura, Jalur pansela ini tidak monoton, karena akan banyak melewati jalur perbukitan, dengan jalan yang berkelok-kelok.
Jalur pansela menawarkan deretan kuliner dan buah tangan yang khas. Karena rutenya melewati banyak kabupaten, oleh-olehnya sangat bervariasi tergantung titik mana yang kamu lalui.
Nah, buat kamu yang mudik mengambil jalur Pansela, Pastinya penasaran sama destinasi wisata dan oleh-oleh khas jalur Pansela, ini dia beberapa di antaranya.
1. Sate bandeng dan ceplis khas Banten
Sate bandeng merupakan makanan khas Banten yang dibuat dari ikan bandeng yang sudah dihilangkan durinya. Daging ikan bandeng ini dibumbui dan dimasukkan ke dalam kulitnya, kemudian ditusuk menggunakan bambu dan dibakar di atas arang.
Selain sate bandeng, oleh-oleh khas Banten lainnya adalah ceplis. Makanan khas Banten ini terbuat dari bahan dasar melinjo. Ceplis mirip dengan emping, tetapi rasanya lebih gurih. Bentuknya bulat gemuk, sedangkan ukurannya lebih kecil dibandingkan emping.
Baca Juga:
2. Dodol dan batik khas garut
Siapa sih yang enggak kenal sama oleh-oleh khas Garut ini? Betul banget, dodol Garut! Dodol banyak disukai karena teksturnya kenyal dengan rasa manis yang khas. Varian rasa dodol juga makin berkembang dan unik, salah satunya dodol coklat. Banyak juga aneka pilihan dodol dari Garut yang bisa jadi pilihan buah tangan, seperti dodol buah, dodol tomat, dodol wijen, atau dodol kacang.
Garut juga punya batik khas lho. Motif khas dari batik Garut adalah Merak Ngibing, yang dalam bahasa Sunda berarti merak menari. Gambar merak ini berhadapan dan ekornya saling melebar. Selain itu, ada motif Bulu Hayam dan Mojang Priangan.
3. Noga Kelapa dan ikan asin jamal roti khas Pangandaran
Ini dia manisan khas Tanah Sunda yang cuma terbuat dari dua bahan, namanya noga kelapa. Proses pembuatannya sederhana, yaitu dimulai dari kelapa tua yang diparut lalu disangrai hingga kekuningan yang kemudian disiram dengan gula merah yang sudah dilarutkan dengan air. Tinggal dicetak dan tunggu sampai kering, noga kelapa siap disajikan.
Ikan asin ini menjadi salah satu oleh-oleh yang diburu ketika berada di Pangandaran. Ikan asin jambal roti ini mempunyai rasa yang gurih. Pengolahan ikan asin diproses secara alami, yaitu dengan proses penggaraman, kemudian dikeringkan dengan bantuan sinar matahari.
4. Sandal kayu dan makanan khas Tasikmalaya
Bagi pemudik yang melewati wilayah Tasikmalaya bisa membeli oleh-oleh satu ini. Sendal kayu atau kerap kali disebut juga dengan Kelom Geulis merupakan sandal berbahan dasa kayu kemudian diberikan sulaman benang dan mote cantik di sabut kulit yang melengkapi sendal.
Selain suvenir, kamu juga bisa membeli oleh yang berupa makanan khas tasikmalaya. Banyak jensi makanan khas dari wilayah ini seperti wajit, rengginang oyek, citruk, kelontong, opak dan kemplang.
5. Geblek dan kue Lompong khas Purworejo
Kalau lagi mampir di Purworejo, bawa pulang geblek sebagai oleh-oleh adalah sebuah kewajiban. Camilan ikonik dari Jawa Tengah ini terbuat dari tepung kanji atau tepung tapioka yang dicampur bawang putih dan juga garam. Ketika baru digoreng dan masih hangat, sensasi kenyal serta gurih yang berpadu dengan cocolan sambal kacang sebagai pendampingnya, dijamin bikin kamu enggak bisa berhenti ngunyah.
Selain geblek adalagi Kue lompong. Kue ini adalah kue hitam khas Purworejo. Rasa makanan ini kenyal dan legit. Makanan ini terbuat dari batang daun talas atau lompong, tepung merang, gula pasir, dan tepung ketan. Di dalamnya, biasanya diberi isian kacang tanah tumbuk.
6. Lanting dan sale pisang khas Kebumen
Lanting adalah salah satu makanan khas Kebumen. Rasa makanan ini gurih. Lanting terbuat dari bahan dasar ubi kayu yang diparut, kemudian dibentuk seperti angka delapan dan digoreng. Awalny, hanya ada Lanting rasa manis. Akan tetapi, seiring perkembangan zaman rasanya kini bervariasi, seperti jagung bakar, rasa pedas, dan rasa keju.
Sale pisang juga bisa kamu dapatkan di wilayah Kebumen. Makanan ini terbuat dari pisang yang diiris tipis-tipis, kemudian dijemur. Setelah proses penjemuran selesai, pisang ini digoreng. Sale pisang ini memiliki cita rasa yang manis.
7. Kue adrem khas Bantul
Mau sedikit bernostalgia? Nah, kamu bisa mencoba kue adrem dari Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pasalnya, kue legit yang berbentuk mirip fortune cookie ini sudah eksis sejak tahun 90an dengan cita rasa yang masih dipertahankan hingga sekarang. Kalau mau borong kue adrem, mampir ke pasar tradisional dan kamu bisa langsung membeli kue khas ini dengan harga Rp5-10 ribu per bungkusnya.
8. Geblek dan tempe benguk khas Kulon Progo
Penganan berbentuk angka delapan berwarna putih bersih ini rasanya gurih dan kenyal, mirip cireng. Geblek terbuat dari tepung singkong, yang diolah dengan cara sederhana.
Di Kulon Progo, geblek sering dijual bersama tempe benguk. Tempe ini tidak memakai kedelai biasa, melainkan kacang benguk berukuran lebih besar, bertekstur padat, serta memiliki cita rasa khas. Ketika diolah menjadi bacem atau digoreng tipis, tempe benguk menghadirkan nuansa rasa berbeda dibanding tempe kedelai. Konten kuliner Lebaran bisa terasa lebih variatif ketika menyajikan menu berbahan dua ikon ini.
9. Bakpia dan gudeg khas Yogyakarta
Makananan ini adalah oleh-oleh yang biasa ditemukan di wilayah Yogyakarta. Isian dari makanan ini adalah kacang hijau. Proses pembuatannya adalah dipanggang menggunakan tungku atau oven. Seiring berjalannya waktu, varian rasa bakpia ini semakin banyak, seperti keju, coklat, greentea, dan durian.
Selain bakpia, gudeg juga bisa dijadikan oleh-oleh dari Yogyakarta. Gudeg biasa ditemukan di Yogyakarta, makanan ini bisa dijadikan oleh-oleh saat mudik. Jika ingin menjadikan gudeg ini sebagai oleh-oleh, biasanya disiapkan bungkusan khusus gudeg, sehingga bisa lebih tahan lama.
Baca Juga:
10. Manco khas Trenggalek
Selanjutnya ada manco yang merupakan salah satu jajanan tradisional dari Trenggalek, Jawa Timur. Ciri khas dari manco terletak pada taburan wijen yang melimpah dan menciptakan sensasi gurih di antara manisnya adonan tepung beras berbalut gula merah. Teksturnya renyah seperti kerupuk dan dibanderol dengan harga yang murah meriah.
11. Kue bagiak khas Banyuwangi
Kamu yang suka kue kering pasti ketagihan cicipin camilan asal Banyuwangi yang satu ini, yaitu kue bagiak. Dengan campuran tepung sagu dan kelapa parut sebagai bahan utamanya, kue bagiak paling cocok disantap bersama teh hangat. Beberapa varian rasa lain juga tersedia lho, di antaranya rasa susu, rasa kayu manis, rasa jahe, dan rasa kacang.
Itulah beberapa oleh-oleh khas dari jalur pansela yang bisa kamu beli saat mudik. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: 6 Tips Mudik Aman dan Nyaman Bersama Anak Selama Perjalanan dengan Mobil Pribadi
















