geografisPendidikan

10 Bentuk Lahan di Permukaan Bumi dan Proses Terbentuknya

Secara geomorfologi atau ilmu tentang bentuk lahan, bentuk permukaan bumi tidaklah rata. Melalui proses geologi yang memakan waktu jutaan tahun, terbentuklah berbagai variasi relief yang kita sebut sebagai bentuk lahan (landforms).

Bentuk lahan merupakan bentukan permukaan bumi sebagai hasil dari perubahan bentuk permukaan bumi oleh proses-proses geomorfologi.

Bentuk lahan dikelompokkan berdasarkan karakteristik seperti elevasi, kemiringan, orientasi, dan struktur batuan. Secara umum, bentuk lahan terbentuk melalui dua proses besar: tenaga endogen (dari dalam bumi seperti tektonisme dan vulkanisme) serta tenaga eksogen (dari luar bumi seperti erosi, sedimentasi, dan pelapukan).

Bentuk lahan memberikan gambaran pada kita tentang kondisi lokasi secara umum. Melalui informasi bentuk lahan juga dapat diperoleh gambaran karakteristik lahan yang lain, misalnya bentuk lahan yang bergunung akan mempunyai jenis-jenis tanah tertentu, biasanya kelerengannya curam dan solum tanahnya relatif dangkal. Sebaliknya bentuk lahan aluvium akan memberi gambaran tentang kondisi yang datar dengan drainase yang kurang baik, teksturnya halus dan solum tanahnya dalam.

1. Bentuk lahan Asal Vulkanik

Bentuk lahan bentukan asal vulkanik dibentuk oleh kegiatan magma yang sudah keluar ke permukaan bumi (lava) maupun yang membeku di dekat permukaan bumi.

Beberapa contoh bentuk lahan tersebut adalah: kepundan, (kawah/ kaldera), kerucut gunung berapi, lereng (atas, tengah dan bawah) gunung berapi, dataran fluvial gunung berapi, medan (lava, lahar, abu, lapili) gunung berapi, sumbat gunung berapi (volcanic nick), bocca, dike, dan barranco.

Baca Juga:

2. Bentuk lahan Struktural

Bentuk lahan struktural adalah kelompok bentang alam yang pembentukannya dikontrol oleh struktur geologi batuan di bawahnya. Jika bentuk lahan vulkanik dibentuk oleh magma, maka bentuk lahan struktural murni dibentuk oleh tenaga endogen (tektonisme) yang menyebabkan perubahan posisi batuan, seperti pengangkatan, pelipatan, atau patahan. Contoh lahan struktural ini antara lain, pegunungan, bukit, dataran tinggi, ataupun tebing terjal.

3. Bentuk lahan Asal Denudasional

Bentuk lahan ini terjadi karena adanya berbagai proses pelapukan, erosi, gerak massa batuan. Berbagai macam bentuk lahan denudasional adalah pegunungan/perbukitan denudasional, monadnock, nyaris dataran (peneplain), kerucut talus (kipas koluvial), lereng kaki pebukitan (foot slope), dan lahan rusak (bad-land).

4. Bentuk lahan Asal Fluvial

Terbentuknya bentuk lahan ini terutama berhubungan dengan daerah-daerah penimbunan, seperti lembah-lembah sungai besar dan dataran rendah di kiri-kanan sungai (dataran aluvial).

Beberapa contoh bentuk lahan fluvial adalah: kipas aluvial, crevasse-splays, danau tapal kuda (oxbow lake) tanggul alam sungai (natural levee), beting, gosong sungai titik (poin bar), dataran banjir, cekungan fluvial dan teras sungai.

5. Bentuklahan Asal Marine

Bentuklahan marine terbentuk karena proses marine seperti gelombang, arus laut, dan pasang-surut air laut. Beberapa contoh bentuklahan marine adalah: pelataran pasang-surut (tidal platform), tebing terjal dan takik pantai (cliff), gisik (beach), beting gisik (beach ridges), dataran pantai, dataran aluvial pantai, teras pantai, lagun, spit, tombolo (bura), dan delta.

6. Bentuk lahan Asal Glasial

Pembentukan bentuk lahan asal glasial berhubungan dengan proses pencairan es/salju yang pada umumnya terdapat di daerah yang terletak pada lintang tinggi, maupun pada tempat-tempat yang mempunyai elevasi sangat tinggi. Beberapa centoh bentuklahan glasial ini adalah horn, cirques, moraine, dan lembah menggantung.

7. Bentuk lahan Asal Aeolin

Bentuk lahan asal Aeolin (atau Eolin) adalah bentang alam yang proses pembentukannya didominasi oleh aktivitas angin. Istilah ini berasal dari nama dewa angin Yunani, Aeolus. Bentuk lahan ini berkembang sangat baik di daerah dengan curah hujan rendah (arids), vegetasi jarang, dan terdapat suplai material sedimen (pasir/debu) yang melimpah, seperti gurun atau pesisir pantai.

Bentuk lahan asal proses aeolin yang banyak dikenal adalah gumuk pasir (sand dunes) dengan berbagai variasi bentuknya.

8. Bentuk lahan Asal solusional

Bentuk lahan asal solusional adalah bentang alam yang terbentuk akibat proses pelarutan batuan oleh air. Fenomena ini paling umum terjadi pada batuan karbonat seperti batu gamping (limestone) dan dolomit, namun bisa juga terjadi pada batuan evaporit seperti gips dan garam pelana.

Dalam dunia geomorfologi, kawasan yang didominasi oleh bentuk lahan ini disebut sebagai Topografi Karst. Beberapa contoh bentuk lahan karst yang negatif adalah sinkhole, doline, uvala, polje, cookpit dan lembah buta (blind valley); sedangkan bentuk lahan karst yang positif antara lain kegelkarst dan turmkarst.

Baca Juga:

9. Bentuk lahan Asal Organik

Bentuk lahan asal proses organik (sering disebut sebagai bentuk lahan biogenik) adalah bentang alam yang terbentuk secara dominan oleh aktivitas makhluk hidup, baik flora (tumbuhan) maupun fauna (hewan).

Berbeda dengan bentuk lahan struktural atau vulkanik yang dipicu oleh tenaga dari dalam bumi, bentuk lahan organik terbentuk melalui akumulasi material organik atau hasil sekresi organisme dalam jangka waktu yang sangat lama.

Terumbu karang dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan utama, yaitu terumbu paparan dan terumbu samudera. Kedua tersebut pertumbuhannya diawali dari pertumbuhan koloni-embrinik

10. Bentuk lahan asal antropogenik (A)

Bentuk lahan ini disebabkan oleh aktivitas yang sengaja dibuat oleh manusia. Berbeda dengan bentuklahan alami yang membutuhkan waktu ribuan hingga jutaan tahun, bentuklahan ini seringkali terbentuk dalam waktu yang relatif singkat namun memiliki dampak lingkungan yang luas. Contohnya seperti lubang bekas tambang, danau buatan, atau juga reklamasi pantai.

Itulah sepuluh bentuk lahan di permukaan bumi. Setiap bentuk lahan memilki karakteristik masing-masing yang memengaruhi ekosistem dan aktivitas ekonomi manusia di atasnya.

Baca Juga: 7 Tokoh Geografi Terkenal di Dunia, Awal Sejarah Perkembangan Ilmu Tentang Wilayah di Bumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button