HobiLife

7 Media Tanam Anthurium Terbaik, Bikin Tanaman Subur dan Cantik!

Anthurium sebagai tanaman epifit, di habitat alam aslinya tidak pernah tumbuh di tanah. Untuk itu dalam penanaman anthurium hindari ditanam dengan media tanah. Bisa tumbuh, namun dengan media tanah tidak bisa memberikan pertumbuhan yang baik.

PH media tanam anthurium untuk pertumbuhan yang optimum berkisar 5.5 – 6,5. Bila lebih rendah atau lebih tinggi pertumbuhan tanaman akan terganggu. PH media tanam dipengaruhi oleh air siraman dan pemupukan. Penentuan PH media tanam saat awal penanaman, ditentukan oleh media tanam yang digunakan. Selanjutnya, PH ditentukan oleh unsur hara yang ada dalam pupuk yang digunakan, dan ini kondisinya cenderung asam. Untuk mengembalikan ke PH ideal perlu dilakukan pengapuran.

Media tanam anthurium dalam budidaya komersil yang besar, tidak harus mengandung unsur hara, karena unsur hara dapat diberikan lewat pemupukan. Media tanam bebas unsur hara akan memudahkan menentukan dosis pupuk dan interval pemupukan secara tepat sesuai kebutuhannya.

Tiga syarat bahan media tanam anthurium adalah tidak mudah lapuk dalam waktu relatif singkat, cukup kuat menahan berdirinya tanaman, memiliki drainase dan aerasi yang baik (porous). Harus porous karena anthurium tidak tahan dengan genangan air. Berikut beberapa bahan media tanam yang biasa dipakai untuk menanam anthurium.

1. Pakis kering cacah

Disarankan dari batang pakis yang tua, batang pakis tua berserat kasar dan mudah dipatahkan, tidak mudah lapuk. Pakis kering atau serbuk pakis banyak digunakan dalam praktik budi daya lokal sebagai media organik karena mampu menambah unsur hara dan membantu sirkulasi udara di sekitar akar. Peran pakis untuk meningkatkan kelembapan stabil dan mendukung pertumbuhan tanaman hias.

Baca Juga:

2. Arang sekam

Arang sekam adalah media tanam yang dapat digunakan sebagai campuran dalam tanah atau sekam. Arang sekam memiliki sifat yang baik untuk meningkatkan drainase dan sirkulasi udara di dalam pot. Ini membantu mencegah akar anthurium dari kelembapan berlebih. Disarankan yang tidak bercampur sekam mentah maupun abu. Media ini porous, mudah didapat, sudah disterilisasi sehingga tidak mudah ditumbuhi jamur.

3. Pasir Malang

Pasir malang ini cukup mudah didapatkan di toko-toko tanaman hias. Pasir malang untuk media tanam ini terdapat dua ukuran yaitu kasar dan halus. Media Tanam Pasir Malang terbuat dari lahar atau magma dari gunung berapi dan mendingin secara cepat, dari daerah dataran tinggi atau gunung berapi sekitar Malang.

Pasir ini digunakan sebagai campuran media sehingga lebih porous atau lebih cepat melewatkan air sehingga media tanam tidak mudah becek.

4. Cocopeat

Cocopeat berasal dari serabut sabut kelapa dan mendukung pertumbuhan akar yang sehat serta daun yang mengilap. Cocopeat sangat ideal karena mampu menahan air tinggi sekaligus tetap menyediakan aerasi cukup untuk akar. Disarankan yang sudah melalui proses perendaman dan pengapuran, karena media ini bersifat asam dan mengandung tannin, sebagai penghambat pertumbuhan tanaman.

5. Tanah Gembur

Media tanam yang paling umum digunakan untuk anthurium adalah tanah. Pastikan tanah yang digunakan steril dan tidak terkontaminasi oleh penyakit atau hama.

Tanah pot yang memiliki tingkat drainase yang baik sangat penting karena anthurium tidak menyukai kondisi akar yang terlalu lembap. Tanah berkepadatan tinggi akan memberikan dukungan yang baik bagi akar anthurium dan memungkinkan pertumbuhan yang kuat.

6. Sekam Biasa

Sekam adalah media tanam lain yang sering digunakan untuk anthurium. Ini adalah pilihan yang baik jika ingin mengurangi risiko kondisi tanah terlalu lembap. Sekam adalah serbuk yang dihasilkan dari kulit kelapa dan merupakan media yang ringan dan memiliki kemampuan drainase yang baik. Untuk menggunakannya sebagai media tanam, pastikan untuk merendam sekam dalam air sampai lunak sebelum menanam anthurium.

Baca Juga:

7. Tanah Humus

Tanah humus adalah campuran tanah organik yang kaya akan bahan-bahan dekomposisi organik. Tanah humus memiliki tingkat kelembapan yang baik dan memberikan nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan anthurium yang subur. Tanah humus biasanya lebih ringan daripada tanah pot biasa dan menjadikan sirkulasi udara yang baik di dalam pot.

Media tanam anthurium yang baik adalah media tanam yang tidak membawa bibit penyakit dan hama. Sebaiknya gunakan media tanam yang kering bila mau disimpan. Atau bisa juga untuk meminimalkan kontaminasi bibit penyakit dan hama, media tanam tersebut disterilisasi melalui pemanasan atau dengan bahan kimia.

Pemilihan media tanam anthurium yang pas tergantung daerah kamu masing-masing, media apa yang tersedia di daerahnya. Karena faktor harga yang murah dan media tersebut mudah didapat harus menjadi pertimbangan utama.

Untuk menanam anthurium bisa menggunakan satu macam media tanam, atau menggunakan campuran dua atau lebih media tanam. Penggunaan media tanam campuran dengan bahan organik seperti kompos sangat dianjurkan. Karena kompos sudah mengandung unsur hara, terutama nitrogen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Hal ini cukup praktis, karena kamu tidak direpotkan lagi untuk melakukan pemupukan. Perlu diketahui, anthurium tidak membutuhkan unsur hara dalam jumlah banyak. Anthurium tidak termasuk tanaman yang rakus akan unsur hara. Kebutuhan minimal unsur haranya telah tercukupi oleh kompos dalam campuran media tersebut.

Ukuran media tanam atau kehalusannya tergantung dari ukuran dan stadia tumbuh tanaman anthurium yang akan ditanam. Tanaman anthurium muda memerlukan media tanam yang lebih halus agar akar bisa berkembang dengan baik. Tanaman berukuran besar atau tanaman anthurium dewasa, memerlukan media tanam yang lebih kasar, agar aerasi dan drainase memadai.

Yang perlu diingat yaitu apapun jenis campuran media tanam yang digunakan, hendaknya tidak menggumpal atau mengendap. Karena akan menurunkan aerasi dan drainase, serta akan mengendapkan garam mineral dari unsur hara pupuk. Ini dapat menghambat pertumbuhan, karena akar anthurium peka terhadap garam mineral yang bersifat logam, seperti zat besi (Fe), Tembaga (Cu) dan mangan (Mn) dalam jumlah berlebihan.

Baca Juga: 10 Tanaman Hias Mudah Dirawat dan Ditanam, Cocok Buat Kamu Yang Super Sibuk!

Nur Asiah

Teruslah bermimpi untuk dapat bertahan hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button