Intip Perbedaan Durasi Waktu Puasa Tiap Negara, Dari 9 Hingga 21 Jam!

Kita di Indonesia sudah terbiasa menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan rata-rata 13 jam sehari. Kita memulai menahan makan dan minum sejak adzan Subuh hingga Maghrib, yang kalau dihitung sekitar 13 jam.
Beberapa perbedaan panjang siang hari terjadi seiring dengan perbedaan lokasi di mana umat Islam melakukan ibadah puasa. Hal ini sering menjadi perdebatan, tetapi banyak juga yang menganggap ini hal yang tidak perlu dibahas terlalu dalam.
Untuk beberapa daerah pada derajat lintang Utara tinggi maka memang menjadi masalah karena ada daerah yang hanya menyisakan waktu malam satu-dua jam saja. Bahkan ada yang tidak ber-malam sama sekali. Tentunya para ulama punya solusi untuk mengatasi hal ini.
Baca Juga:
Perbedaan waktu karena gerak semu tahunan matahari

Seperti yang kita tahu, Bumi kita selalu setia mengitari Matahari dalam periode 1 tahun (tepatnya 365,25 hari). Tapi jika dilihat dari Bumi, maka seolah-olah Matahari yang berubah posisi. Berubahnya posisi Matahari inilah yang disebut sebagai gerak semu tahunan Matahari.
Kemiringan poros Bumi dan gerak Bumi mengitari Matahari mengakibatkan terjadinya perubahan iklim sepanjang tahun di daerah iklim sedang dan lamanya siang dan malam.
Perubahan lamanya siang dan malam tidak berlaku untuk daerah yang berada dekat 0° lintang atau berada di equator (khatulistiwa) seperti di Indonesia. Daerah-daerah di sekitar equator tetap mengalami siang dan malam sama lamanya sepanjang tahun.
Karena perbedaan lokasi dan waktu, tidak semua umat muslim di dunia menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan waktu yang sama. Bahkan, ada negara yang memiliki waktu puasa yang sangat lama dibanding Indonesia.
Perputaran Bumi dalam mengelilingi matahari tidaklah lurus melainkan miring. Hal ini menyebabkan dalam waktu tertentu (maret – september), negara-negara di belahan bumi utara menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di selatan, dan di waktu yang lain (oktober – februari) negara-negara di belahan bumi selatan menerima cahaya matahari lebih lama dari yang di utara).
Baca Juga:
Perbedaan durasi waktu puasa di berbagai negara
Data yang telah dihimpun menunjukkan bahwa negara-negara yang terletak di utara garis khatulistiwa memang memiliki waktu puasa lebih lama dari negara di selatan khatulistiwa.
Rentang waktu puasa saudara kita di Eropa adalah antara 16,5-21 jam. Di Italia, Inggris, Perancis, dan Jerman, Spanyol waktu puasa sekitar 17,5 jam, di Belanda dan Belgia sekitar 18,5 jam, di Islandia, Swedia, dan Norwegia jumlah jam puasa sekitar 20 jam, dan rekor tertinggi jumlah jam puasa adalah di Denmark selama 21 jam!
Sebagai perbandingan, jumlah jam puasa di Timur Tengah rata-rata berkisar antara 14-15 jam. Di Irak, Kuwait, Suriah, Libya, Aljazair, Maroko, dan Sudan, waktu puasa sekitar 14 jam. Di Qatar, Yaman, Arab Saudi, Bahrain, Lebanon, dan Palestina sekitar 15 jam, di Iran sekitar 16 jam dan Mesir sekitar 16,5 jam. Untuk negara di belahan bumi bagian Selatan, waktu puasa cenderung sangat singkat, di Brazil misalnya hanya 11 jam, di Afrika Selatan sekitar 10,5 jam, di Australia 10 jam dan rekor terpendek adalah Argentina: 9 jam. Beruntung di Indonesia Kita Hanya Puasa 13 Jam.
Demikian, semoga menjadi motivasi dalam mensyukuri segala nikmat yang diberikan kepada kita. Karena di manapun kita berada, selama ridho Alloh yang kita cari maka sesuatunya akan berbuah kebaikan.
Baca Juga: Jenis-Jenis Puasa dalam Islam, Dari yang Wajib Hingga yang Haram
















