Cuci Mata Sepanjang Jalur Mudik? Ini 12 Oleh-oleh Khas Jalur Pantura Paling Dicari

Buat kamu yang sedang mudik, atau travelling menelusuri jalur pantura, tentunya tidak sah jika tidak membeli oleh-oleh khas dari jalur Pantura.
Jalur Pantura merupakan jalur nasional, yang membentang sepanjang pesisir utara pulau Jawa, dari Jawa barat hingga Jawa Timur. Jalur ini memiliki jarak lebih dari 1000 km.
Tentunya sayang sekali jika kamu tidak menyempatkan diri membeli oleh-oleh di sepanjang jalur pantura. Bingung, mau beli oleh-oleh apa? Berikut rekomendasi oleh-oleh khas jalur Pantura yang banyak dicari orang.
1. Kerupuk Melarat dan Sirup Tjampolay khas Cirebon
Kerupuk menjadi salah satu camilan yang disukai hampir semua kalangan. Namun di Cirebon ada kerupuk yang unik karena berbeda dengan jenis kerupuk lainnya, namanya Kerupuk Melarat. Salah satu keunikan yang menonjol dari kerupuk ini adalah cara memasaknya yang tanpa menggunakan minyak goreng.
Sebagai gantinya, kerupuk mengembang setelah dimasak menggunakan pasir hitam yang panas. Konon cara memasak seperti inilah yang membuat nama cemilan ini Kerupuk Melarat. Kerupuk ini agak manis berbeda dengan kerupuk jenis lainnya. Bahan dasarnya sendiri berupa tepung kanji sehingga tekstur Kerupuk Melarat menjadi lebih kesat.
Oleh-oleh berikutnya adalah Sirup Tjampolay alias Sirup Cap Buah Campolay yang melegenda. Nama Campolay merupakan sebutan lain untuk sawo belanda yang memiliki rasa manis dan tekstur yang lembut. Minuman ini sudah ada sejak tahun 1936 silam. Konon, rasanya yang manis dan legit tak hanya disukai oleh warga lokal saja, namun juga orang Belanda yang tinggal di Cirebon tempo dulu.
Baca Juga:
3. Mangga Gedong Gincu khas Majalengka
Daerah Majalengka terkenal dengan Buah Mangga Gedong Gincu yang memiliki cita rasa manis dan asam. Buah mangga ini bentuknya lebih bulat dari mangga biasa, dan warnanya jingga kemerahan seperti diberi gincu.
Soal rasa, mangga gedong gincu memiliki daging buahnya yang tebal, dan kaya akan serat serta aromanya begitu khas.
3. Keripik Nanas dan oncom khas Subang
Sebagai salah satu kota penghasil nanas terbesar di Indonesia, tentu tak mengherankan kalau di Subang ada banyak olahan nanas yang layak untuk dicicip. Di antaranya ada keripik nanas yang kerap menjadi oleh-oleh favorit wisatawan kala berada di Subang.
Jenis nanas yang digunakan dalam pembuatan keripik adalah nanas madu. Seperti yang diketahui nanas madu mempunyai bentuk mungil dan rasa asam manis. Sehingga, keripik nanas khas Subang memadukan rasa manis keasaman dengan tekstur garing yang menggoyang lidah.
Selain nanas, oncom khas Subang juga punya rasa yang khas. Ini dikarenakan dalam proses pembuatannya dicampurkan dengan kacang tanah. Bagi kamu yang suka dengan oncom, sepertinya wajib membeli untuk diracik di rumah.
4. Keripik Tike khas Indramayu
Kamu yang sedang mudik juga bisa menemukan Keripik Tike di Kabupaten Indramayu. Cemilan ini berbahan baku dari tanaman umbi-umbian atau biji rumput teki yang bisa ditemui pada musim tertentu saja. Keripik Tike sendiri berasal dari Desa Jumbleng Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Makanan ringan ini tetap eksis walau proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional oleh masyarakat setempat.
5. Telur Asin dan bawang merah khas Brebes
Masuk ke kabupaten brebes, Pemudik bisa membeli oleh-oleh khas Brebes yaitu telur asin dan bawang merah.
Telur asin Brebes merupakan oleh-oleh khas jalur Pantura yang paling populer saat mudik Lebaran. Cita rasanya gurih dengan tekstur kuning telur yang masir membuatnya disukai banyak orang. Produk ini tersedia dalam berbagai varian seperti telur asin original, bakar, hingga oven dengan rasa lebih khas.
Selain enak, telur asin juga tahan lama sehingga aman dibawa perjalanan jauh. Kamu bisa dengan mudah menemukan telur asin Brebes di sepanjang jalur Pantura wilayah Brebes.
Selain telur asin, oleh-oleh yang terkenal dari Brebes adalah bawang merah. Bawang merah khas Brebes memang memiliki ukuran tidak terlalu besar, namun lebih renyah setelah digoreng karena kandungan airnya sedikit.
Baca Juga:
6. Olos Khas Tegal
Olos merupakan camilan khas dari Tegal yang sudah lama digemari oleh kalangan muda di daerah tersebut. Terbuat dari campuran tepung kanji dan terigu, olos berbentuk bulat dan diisi dengan sayuran seperti kol serta irisan cabai. Jajanan ini sangat mudah ditemukan di berbagai tempat, seperti pusat oleh-oleh maupun rumah makan di wilayah Tegal.
Setiap daerah memiliki kopi khasnya masing-masing, termasuk Rembang yang dikenal lewat Kopi Lelet. Kopi ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh, khususnya bagi pecinta kopi sejati. Proses pembuatannya cukup unik. Biji kopi disangrai menggunakan pembakaran dari akar pohon jati, menghasilkan aroma khas yang menggugah selera.
Setelah itu, biji kopi digiling sangat halus hingga menyerupai bubuk bedak. Kopi disajikan seperti biasa untuk diminum. Namun, ketika cairannya telah habis, ampasnya bisa dicampur dengan susu kental manis, lalu digunakan untuk melapisi batang rokok kretek. Aktivitas ini dikenal sebagai ngelelet oleh masyarakat Rembang.
7. Kue Lumpang Khas Pekalongan
Kue lumpang merupakan jajanan basah tradisional asal Pekalongan yang cukup digemari wisatawan. Biasanya disajikan sebagai hidangan pembuka. Nama “lumpang” diberikan karena bentuk kuenya menyerupai alat tumbuk tradisional dengan warna cokelat khas.
Keunikan dari kue ini terletak pada topping-nya, yakni siraman areh, yaitu santan kental yang dimasak bersama irisan daun bawang, memberikan cita rasa gurih yang khas.
8. Bandeng Presto dan lumpia khas Semarang
Oleh-oleh ikonik dari Semarang ini menggunakan ikan bandeng yang dimasak dengan metode presto, membuat durinya menjadi lunak dan dapat disantap tanpa repot. Bandeng presto umumnya dibumbui dengan rempah-rempah khas yang memberikan rasa gurih dan lezat, cocok dijadikan lauk pendamping makan siang maupun malam.
Selain bandeng presto, oleh-oleh khas Semarang lainnya yang patut kami beli adalah lumpia. Lumpia Semarang adalah oleh-oleh khas Pantura yang terkenal dengan perpaduan rasa gurih dan manis. Isian rebung, ayam, dan udang memberikan cita rasa autentik yang khas dari Semarang.
Lumpia tersedia dalam dua jenis, yaitu basah dan goreng, yang bisa disesuaikan dengan selera. Agar tahan lama saat perjalanan mudik, lumpia biasanya dikemas secara vakum.
9. Prol Tape dari Probolinggo
Prol tape adalah kue tradisional dari Probolinggo yang dibuat dari tape singkong manis. Umumnya, kue ini dipadukan dengan taburan keju cheddar atau kismis untuk menambah cita rasa. Kata “prol” dalam bahasa Jawa berarti pecah, menggambarkan teksturnya yang rapuh dan mudah hancur di mulut saat digigit, yang memberikan sensasi tersendiri saat menikmatinya.
10. Marning khas Lamongan
Camilan ini sering disajikan untuk jamuan bertamu, tapi tidak banyak yang tahu namanya. Marning atau empeng adalah kudapan yang dibuat dari jagung yang dikeringkan lalu digoreng hingga renyah. Mudah sekali menemukan marning dalam perjalanan mudik melalui Pantura, terutama bila Sobat Pesona melewati daerah Lamongan. Rasanya yang gurih, teksturnya yang renyah, serta kemudahan menyantapnya pasti bisa bikin sesi ngobrol bersama keluarga di kampung halaman jadi lebih seru.
Baca Juga:
11. Kue Lapis dan sambel Bu Rudi khas Surabaya
Dikenal juga dengan sebutan spekkoek atau lapis legit, kue khas Surabaya ini memiliki rasa manis, gurih, dan tekstur yang lembut. Keunikan rasanya yang tidak bisa ditemukan di tempat lain menjadikannya oleh-oleh favorit bagi mereka yang sedang mudik atau berkunjung ke Surabaya.
Di Kota Pahlawan ini kamu juga bisa membawa pulang Sambal Bu Rudy, yang memiliki banyak rasa ragam dan ukuran pedas. Selain itu ada juga petis, kerupuk udang, dan bandeng asap.
Itulah beberapa oleh-oleh khas jalur pantura, yang banyak dicari oleh orang. Mudah-mudahan membantu kamu memilih oleh-oleh yang pas.
Baca Juga: 7 Oleh-Oleh Khas Lampung yang Wajib Masuk Koper, Selalu Bikin Nagih!
















