Food

Berburu Kuliner Jogja, 9 Minuman Khas Yogyakarta Yang Bikin Selalu Kangen

Selain terkenal dengan makanan khas-nya, ternyata Yogyakarta pun tak ingin ketinggalan dalam hal minuman khas-nya. Yogyakarta menyimpan minuman khas yang bakal memanjakan lidah dan membuat ketagihan siapa saja yang meminumnya. Minuman ini mudah ditemukan di Jalanan Yogyakarta dengan harga terjangkau yang membuat beberapa minuman ini menjadi favorit.

Berikut beberapa minuman khas Yogyakarta yang bakal memanjakan lidah dan membuat kamu ketagihan.

1. Rujak Es Krim

Rujak Es Krim ini sudah ada sejak tahun 1990. Rujak Es Krim banyak ditemui di pinggiran jalan Yogyakarta, namun yang paling terkenal ada di lapangan Pakualaman. Dinginnya Es Krim dipadu dengan rujak buah serut seperti mangga, kedondong, nanas, pepaya muda, dan bengkuang kemudian disiram bumbu gula Jawa dengan campuran cabai, pasti nikmat sekali dimakan ketika cuaca Jogja sedang panas-panasnya.

Baca Juga

2. Wedang Uwuh

Wedang berarti minuman hangat dan uwuh berarti sampah. Dinamakan demikian karena wedang ini dipenuhi dengan dedaunan sehingga mirip dengan minuman yang berisi sampah. Tapi tentu saja bukan sampah yang ada di dalamnya. Melainkan aneka dedaunan dan rempah yang memiliki rasa kuat serta bisa menghangatkan tubuh dan merupakan minuman khas daerah Imogiri.

Wedang uwuh memiliki rasa merah karena pengaruh kayu secang yang dimasukkan ke dalamnya. Bahan lain yang biasa digunakan untuk memperkaya rasa wedang uwuh adalah jahe, cengkeh, kayu manis, pala, serai, kapulaga, dan gula batu.

3. Wedang Ronde

Minuman yang cocoknya dinikmati ketika malam hari karena memberikan kehangatan ini sebenarnya bukan minuman asli Jogja. Minuman ini adalah hasil akulturasi dari kuliner Tionghoa dan Indonesia, yang kemudian dibuat dengan cita rasa lokal sesuai selera masyarakat Yogyakarta. Di negeri asalnya, ronde dikenal dengan nama tang yuan.

Wedang ronde terbuat dari air jahe yang dicampur gula dan diberi isian berupa bola-bola kacang tanah giling yang sudah dicampur gula sehingga memiliki rasa manis. Kacang tanah giling ini dibungkus dengan kulit yang terbuat dari beras ketan, sehingga bentuknya mirip onde-onde. Bedanya, isian ronde ini berukuran lebih kecil dan tidak dibubuhi biji wijen.

4. Es Semlo

Bagi sebagian orang mungkin jarang mendengar nama es semlo. Minuman ini jarang pula ditemukan di pinggir jalan. Es semlo sendiri merupakan minuman khas Kraton Yogyakarta dan konon merupakan kesukaan Sultan Hamengkubuwono IX. Meski disajikan dingin, es ini cukup unik karena menggunakan berbagai rempah yang biasa dipakai untuk membuat aneka wedang.

Dengan bahan utama pisang sebagai isiannya, kuah es semlo terbuat dari campuran gula pasir, berbagai rempah, serta perasan air jeruk nipis. Untuk membuat tampilannya semakin menarik, ditambahkan pewarna merah alami yang terbuat dari kayu secang.

5. Bir Pletok

Di masa pemerintahan Sultan Hamengkubuwono VII di tahun 1930-an, beliau tertarik dengan kebiasaan orang Belanda meminum bir untuk menghangatkan diri. Terinspirasi dari hal ini, sang Sultan ingin membuat minuman sejenis yang bisa menghangatkan tubuh namun tentu saja tidak beralkohol. Dari situ, terciptalah Bir Pletok.

Minuman ini terbuat dari berbagai jenis rempah seperti kayu secang, kapulaga, pandan, serai, dan juga cengkeh. Semua bahan tersebut direbus dengan tambahan gula batu lalu didinginkan. Setelah dingin, ditambahan air perasan jeruk nipis kemudian disaring dan disimpan dalam botol. Sebelum dikonsumsi, minuman ini harus dikocok terlebih dahulu hingga berbusa, makanya dinamakan Bir Pletok.

6. Kopi Joss

Kopi Joss adalah kopi tubruk panas yang diberi arang membara. Keunikannya terletak pada cara penyajian, di mana kopi panas dicampur dengan arang membara yang membuat bunyi “joss”. Selain memberikan sensasi berbeda, arang yang digunakan juga dipercaya mampu menetralkan asam pada kopi, sehingga rasanya lebih lembut.

7. Sarsaparilla

Minuman sarsaparilla mungkin hanya bisa ditemukan di Yogyakarta. Minuman berwarna ungu kecoklatan ini pada masa lalu pernah menjadi minuman favorit kaum bangsawan Yogyakarta. Maklum, kala itu minuman jenis ini memang berharga relatif mahal. Minuman rasa sarsaparilla ini kini semakin sulit didapatkan di Yogyakarta karena produk ini kalah bersaing dengan jenis-jenis atau produk minuman baru seperti coca cola dan sejenisnya.

Minuman ini pada masanya sering menjadi minuman khusus untuk orang yang memiliki hajat tertentu, misalnya sunatan, pengantenan, atau tetesan. Sarsaparilla sendiri adalah nama jenis herbal yang dalam bahasa Latinnya dinamakan Smilax aristolochiaetolia.

8. Es Dawet

Es Dawet adalah minuman unik yang hanya dapat kamu temukan di Jogja. Minuman ini mirip dengan es dawet pada umumnya, Cendol dalam es dawet ini dipadukan dengan santan, gula jawa.

Rasa pedas manisnya sangat segar dan cocok untuk dinikmati saat siang hari yang panas. Perpaduan pedas dan manis memberikan pengalaman kuliner yang tidak biasa dan membuat es dawet sambel menjadi salah satu minuman favorit di Jogja.

9. Wedang Secang

Minuman tradisional lainnya yang bisa kamu temukan di Jogja adalah wedang secang. Terbuat dari kayu secang yang memberikan warna merah alami pada minuman, wedang secang memiliki rasa yang manis dan sedikit pedas karena tambahan jahe. Kayu secang juga memiliki banyak manfaat kesehatan, seperti membantu melancarkan sirkulasi darah dan menjaga daya tahan tubuh. Biasanya, wedang secang dinikmati dalam keadaan hangat dan cocok untuk menemani suasana sore atau malam hari di Jogja.

Baca Juga:

10. Wedang Tahu

Wedang tahu adalah minuman tradisional yang populer, terutama saat malam hari. Minuman ini terdiri dari tahu sutera yang lembut dan kuah jahe manis yang hangat. Biasanya disajikan dalam mangkuk kecil, tekstur tahu yang lembut bercampur dengan rasa jahe yang hangat memberikan sensasi nyaman saat diminum. Wedang tahu sering dianggap sebagai pilihan minuman yang menenangkan dan mengenyangkan.

11. Es Gempol Pleret

Es gempol pleret adalah minuman tradisional khas Jogja yang menggunakan bahan utama berupa gempol dan pleret. Gempol adalah bulatan kecil dari tepung beras, sedangkan pleret adalah adonan tepung yang dipipihkan. Minuman ini disajikan dengan kuah santan manis dan es serut yang menyegarkan. Rasa manis dan tekstur kenyal dari gempol serta pleret menjadikan minuman ini favorit untuk menyejukkan diri di tengah teriknya cuaca Jogja.

Demikian beberapa minuman khas Yogyakarta yang bakal memanjakan lidah dan membuat ketagihan. Lengkapi wisata dan kunjungan kamu ke Jogja dengan berwisata kuliner menikmati minuman khas Jogja ini.

Baca Juga: Dari Kedai Kopi Hingga Kaki Lima, 10 Minuman Khas Medan yang Wajib Kamu Buru!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button