Pendidikanbiologi

Beda Dengan Fotosistesis, Mengenal Sistem Respirasi Pada Tumbuhan

Dalam kehidupan sehari-hari, respirasi sering disamakan dengan proses pernapasan. Hal ini tidak sepenuhnya benar sebab proses respirasi mencakup hal yang lebih kompleks ketimbang pernapasan. Namun demikian, apa yang terjadi dalam proses pernapasan tercakup dalam respirasi. Semua makhluk hidup melakukan respirasi, termasuk tumbuhan.

Hanya saja respirasi pada tumbuhan tersebut tidak bisa diamati seperti manusia atau hewan. Mereka melakukan respirasi pada bagian daunnya yang dikenal dengan nama stomata atau mulut daun. Melalui stomata, tumbuhan menyerap oksigen atau O2.

Pada dasarnya, proses respirasi bertujuan untuk mendapatkan energi yang digunakan dalam metabolisme dan proses pertumbuhan serta perkembangan untuk menjadi sebuah tanaman dewasa. Semakin besar suatu tanaman, maka makin besar pula kebutuhannya akan energi sehingga dalam respirasinya memerlukan oksigen yang banyak pula.

Respirasi dan fotosintesis mempunyai hubungan kerja yang sangat erat. Tanpa fotosintesis respirasi tidak akan terjadi karena ketiadaan senyawa –senyawa kompleks yang hanya dapat dihasilkan dari reaksi fotosintesis. Sedangkan tanpa respirasi, senyawa- senyawa kompleks yang di hasilkan reaksi fotosintesis tidak akan terisi menjadi energi, sehingga tumbuhan tidak dapat melakukan aktivitas metabolismenya.

Baca Juga:

Jenis jenis respirasi pada tumbuhan

Ada dua jenis respirasi yang terjadi pada tumbuhan, kedua jenis respirasi tersebut dibedakan sesuai dengan kebutuhan oksigen dalam proses respirasi. Berikut penjelasannya:

1. Respirasi aerob

Sistem respirasi suatu proses dimana tumbuhan menggunakan oksigen yang ada di udara untuk mendapatkan energi untuk dirinya. Pemecahan karbohidrat pada tumbuhan tergantung pada oksigen. Respirasi jenis ini terjadi seumur hidup dan sintesisnya adalah karbondioksida dan air.

2. Respirasi anaerob

Respirasi anaerob adalah sistem respirasi dimana tumbuhan tidak memerlukan oksigen untuk melakukan reaksi pemecahan rantai karbohidrat. Dalam respirasi ini akan dihasilkan ATP atau energi yang lebih sedikit dibandingkan dengan respirasi aerob.

Manfaat Respirasi bagi tumbuhan

Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin.

Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Tahapan respirasi tumbuhan

Adapun tiga tahapan proses respirasi tumbuhan, antara lain:

1. Penyerapan oksigen dari alam

Tumbuhan memiliki kemampuan untuk menangkap atau menyerap gas oksigen dari alam, meskipun mereka hanya membutuhkan karbondioksida saat melakukan fotosintesis, namun pada malam hari tumbuhan membutuhkan oksigen untuk proses respirasi.

2. Mobilisasi gas dan penyerapan oksigen

Dalam proses ini tumbuhan melakukan pertukaran gas lama dengan gas baru ditubuhnya. Tumbuhan juga memasukkan oksigen ke dalam selnya. Proses ini biasanya disebut dengan difusi.

3. Pertukaran karbondioksida

Dalam proses ini terjadi difusi yaitu terjadinya proses pelepasan O2, sedangkan CO2 yang dihasilkan akan diserap oleh tumbuhan sendiri.

Baca Juga:

Alat Respirasi pada tumbuhan

Alat respirasi pada tumbuhan meliputi:

  1. Stomata, Berfungsi sebagai tempat pertukaran gas pada tumbuhan
  2. Lentisel, merupakan lubang- lubang yang terdapat di batang yang memungkinkan sel- sel tetap hidup di dalam batang melalui permukaan gas dengan udara luar
  3. Rambut akar, berfungsi untuk menghisap air dan garam- garam mineral, serta berfungsi sebagai alat pernafasan
  4. Alat penafasan khusus, misalnya terdapat pada tumbuhan bakau yg hidup di lingkungan air laut mempunyai akar yg tumbuh ke atas permukaan tanah untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbondioksida, dan akar tersebut dinamakan akar napas.

Baca Juga: Mengenal Proses Fotosintesis Tumbuhan, Reaksi Kimia Sederhana Yang Sangat Penting Bagi Kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button