Life

Fase Setelah Remaja, 12 Perubahan Mindset yang Menandai Kamu Sudah Dewasa

Masa dewasa adalah masa awal seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Jika kamu sudah di fase ini bisa jadi pertanda bahwa kamu sudah bersikap dewasa karena kamu sudah lebih memahami arti kehidupan dan sudah bisa menilai serta membedakan mana yang baik dan tidak baik.

Masa dewasa dikatakan sebagai masa sulit bagi individu karena pada masa ini seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap orang tua dan berusaha untuk biasa mandiri.

Mindset atau pola pikir orang yang telah dewasa, berbeda dengan mindset anak atau remaja. Orang dewasa cenderung untuk berfikir dahulu sebelum bertindak. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa perubahan mindset yang menandai kamu sudah dewasa.

1. Bisa memilah yang baik dan buruk

Kamu dapat melihat baik dan buruk hal yang kamu pilih atau lakukan dalam hidup. Menjadi baik atau buruk adalah pilihan hidup. Ketika kamu sudah dewasa, tentunya kamu hanya akan memilih hal yang baik, bukan? Baik itu terkait dengan pergaulan, pertemanan, gaya bicara, gaya hidup, dan lainnya.

Baca Juga:

2. Berbesar hati ketika menerima kritik

Dalam proses mengejar mimpi, kamu akan menerima banyak kritik dari orang lain. Kritik jangan membuat kamu down atau bersedih, melainkan kamu jadikan sebagai bahan introspeksi diri dan memperbaiki hal-hal yang masih kurang dalam diri kamu. Menerima kritik memang tidak mudah, tetapi ketika kritik tersebut merupakan kritik membangun, Mengapa tidak kamu jadikan masukkan “gratis” untuk meningkatkan kualitas diri?

3. Selalu berpikir positif

Kamu dapat melihat sesuatu dari sudut pandang yang positif sehingga kamu lebih bijak dalam menanggapi sebuah masalah atau situasi. Kamu membuka diri untuk menerima pola pikir orang dengan pendapat yang berbeda dan terbuka untuk berdiskusi sehingga wawasan dan pikiran kamu terbuka. Dengan begitu kamu tidak menjadi pribadi yang egois dan selalu positif dalam menerima sudut pandang orang lain.

4. Mencari solusi dan mengakui kesalahan

Ketika kamu berhadapan dengan masalah dan kamu memang melakukan kesalahan tersebut, kamu akan berbesar hati untuk jujur mengakui kesalahan dan fokus mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kamu tidak akan berusaha mencari kambing hitam untuk disalahkan karena untuk kamu kesalahan merupakan pembelajaran.

5. Mengerti keadaan orang lain

Kamu dapat memahami perasaan orang lain dan mencoba melihat segala sesuatu dari sudut pandang orang tersebut. Kamu tidak egois, mementingkan diri sendiri, atau selalu ingin dimengerti.

Bila mindset diubah ke arah positif maka manusia akan merasa lebih nyaman terhadap dirinya, dan tidak perlu memusingkan apa yang dikomentari oleh orang lain. Bahkan komentar orang lain menjadi dorongan untuk berbuat yang lebih baik.

6. Tidak mudah emosi

Setelah kamu bisa memilah yang baik dan buruk juga selalu berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, kamu tidak mudah tersulut emosi ketika dihadapi oleh situasi yang kurang mengenakkan. Kamu mampu mengatur emosi kamu dan dapat  mengkomunikasikan perasaan tidak nyaman kamu dengan cara yang baik.

7. Tidak haus pujian

Kamu tidak memiliki keinginan untuk menjadikan semua hal tentang dirimu harus menjadi pusat perhatian orang lain. Kamu tidak harus selalu eksis dalam menjalani hidup dan tidak menganggap pengakuan dari orang lain sebagai tujuan utama hidup kamu.

8. Bisa mengalahkan rasa takut

Kamu mengerti rasa takut adalah musuh yang harus dikalahkan dan tidak boleh jadi penghalang atau pengambat kesuksesan dalam mengejar mimpi atau kebahagiaan kamu.

Beranjak dewasa, kamu akan berhadapan dengan berbagai macam pilihan hidup, misalnya ketika kamu dihadapkan dengan pilihan untuk memilih sekolah atau jurusan yang tepat. Ketakutan salah dalam memilih, kekhawatiran tidak sesuai dengan bakat dan minat memang wajar. Akan tetapi rasa takut ini tidak sepantasnya menghalangi langkah kamu dalam mewujudkan mimpi kan?

9. Tidak tertarik dengan obrolan yang dangkal

Semakin dewasa dirimu, kamu tidak tertarik dengan bahan perbincangan yang dangkal. Kamu menjadi malas ketika ada orang yang mengajakmu basa-basi. Ketika berbicara dengan orang lain, yang kamu inginkan adalah wawasan dan ide-ide yang membuatmu belajar hal baru. Karena itu, orang yang dewasa senang jika ada yang mengajak bicara tentang hal-hal yang dalam, bukan hal-hal dangkal yang sifatnya basa-basi atau membicarakan orang lain.

10. Lebih suka di rumah

Semakin dewasa dirimu, kamu tidak lagi tertarik menghabiskan waktu luang di luar rumah. Malam minggu yang dulunya identik dengan jalan-jalan ke luar rumah, kini menjadi rutinitas biasa. Bahkan jika harus memilih, mereka yang memiliki karakter dewasa lebih suka menghabiskan malam minggu di rumah untuk bercengkrama dengan keluarga.

Baca Juga:

11. Tidak mudah menilai

Pemikiran seseorang yang terbuka membuatnya tidak berani cepat menilai. Ketika ada hal-hal yang dirasa tidak tepat, ia tidak serta merta menghakimi dan menjatuhkan penilaian benar atau salah. Ia lebih suka memutuskan untuk melihat latar belakang dari segala sesuatu. Mengetahui permasalahan dari segala sisi membuatnya tampak lebih bijak ketika menghadapi sebuah permasalahan atau perbedaan.

12. Memiliki tanggung jawab

Menjadi orang yang bertanggung jawab adalah ciri dari kedewasaan. Individu yang dewasa tau bagaimana bertanggung jawab atas tindakan mereka. Bertanggung jawab artinya melaksanakan tugas dan kewajibannya, menjalankan perannya dengan sebaik mungkin. Jika ada yang salah dengan usaha mereka, mereka tidak akan menyalahkan orang lain atas masalah tersebut. Jika ada kerugian atas perbuatannya, dia tidak lari dan sembunyi. Ia menghadapinya sampai selesai.

Tanggung jawab juga melibatkan menjaga diri sendiri dan tidak terlalu bergantung pada orang lain agar mereka memberi dukungan dan bantuan yang kalian butuhkan. Orang yang bertindak dengan kesadaran dan keberanian, itulah tanggung jawab. Sadar siapa dirinya, kewajibannya, aturan dan norma yang harus dijalaninya.

Umur tidak menjadi patokan untuk mengetahui kedewasaan seseorang. Bisa jadi kamu akan bertemu dengan orang yang lebih muda dari kamu, tetapi pemikirannya lebih dewasa dibandingkan orang yang berusia 20, 30, atau 40 tahun.

Kedewasaan tidak datang secara instan, tetapi juga tidak bisa sekadar ditunggu begitu saja. Kamu harus melatih pola pikir dan sikap dewasa melalui berbagai proses kehidupan. Kuncinya adalah kemampuan dan keinginan untuk terus berproses, memperbaiki diri menjadi lebih baik, dan open minded serta berkeinginan untuk belajar dalam setiap prosesnya. Selamat mengevaluasi diri! Apakah tanda-tanda itu sudah ada dalam dirimu?

Baca Juga: 10 Tips Menjadi Dewasa, Semua Butuh Proses!

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button