Pendidikanbiologi

Biodiversitas hotspot, Peta Persebaran Keanekaragaman Hayati di Dunia

Jika kita melihat peta planet ini dari sudut pandang biologis, kita akan melihat pola-pola rumit yang menunjukkan di mana kehidupan berkembang paling pesat dan di mana ia harus berjuang untuk bertahan hidup.

Setiap wilayah yang memiliki karakteristik sendiri, hanya makhluk hidup yang mampu beradaptasi dengan karakteristik wilayah tersebut, yang akan dapat bertahan hidup. Keadaan iklim sangat berpengaruh terhadap keadaan tumbuhan, sedangkan keadaan tumbuhan memengaruhi jenis-jenis hewan di suatu wilayah. Akibat pengaruh iklim, mahkluk hidup dapat dikelompokkan berdasarkan habitatnya.

Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah variasi kehidupan di Bumi, mulai dari tingkat genetik, spesies, hingga ekosistem. Sebarannya tidak merata; ada wilayah yang sangat kaya akan spesies, sementara wilayah lain memiliki jumlah spesies yang terbatas namun unik.

Pemahaman tentang peta persebaran keanekaragaman hayati di dunia sangat penting untuk upaya konservasi dan keberlangsungan hidup manusia.

Peta Persebaran Flora di Dunia

Persebaran flora di dunia dapat dilihat dari keberadaan biomanya. Bioma merupakan pengelompokan ekologi terbesar pada setiap wilayah di permukaan bumi yang didasarkan pada ciri-ciri formasi tumbuhan.

Bioma terbentuk karena perbedaan letak geografis dan astronomi. Bioma merupakan jaringan interaksi
yang kompleks anatara tanaman, hewan, dan lingkungannya, sehingga secara tidak langsung hewan tertentu bergantung pada tumbuhan tertentu untuk makanannya.

Pada dasarnya, bioma terdiri dari produsen, konsumen, dan pengurai. Perbedaan antar bioma tampak dari vegetasi yang tumbuh. Bioma terbagi dalam beberapa jenis yang ditentukan oleh iklim, curah hujan, letak
geografis, dan intensitas cahaya.

1. Tundra

Tundra merupakan bioma terdingin dari semua bioma. Tundra berasal dari bahasa Finlandia tunturia yang berarti daratan tanpa pohon. Bioma ini memiliki daratan yang beku, suhu yang sangat rendah, curah hujan sedikit, dan musim tanam yang pendek. Tundra dibagi menjadi tundra Arktik dan tundra Alpine.

Tanaman yang mendominasi wilayah ini, antara lain lumut serta tumbuhan berbunga kecil (seperti saxifraga dan bilberry), semak rendah, lumut, dan rumput

2. Hutan Hujan Tropis (Tropical Rain Forest)

Hutan tropis memiliki ciri khas dengan keragaman spesies terbesar. Hutan tropis berada di daerah khatulistiwa, dengan daerah bergaris lintang 23,50 LU dan 23,50 LS. Hutan ini hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Jenis flora di sini sangat beragam. Satu kilometer persegi terdiri dari seratus jenis pohon berbeda dengan tinggi 25-35 meter. Juga terdapat anggrek, tanaman merambat, pakis, lumut, dan palem.

3. Hutan Gugur/Hutan Iklim Sedang (Deciduous Forest)

Hutan gugur didominasi oleh pepohonan yang menggugurkan daunnya pada musim gugur dan bertunas pada musim semi. Temperature mengakibatkan hutan ini menutupi hampir keseluruhan bagian timur US, bagian utara dan selatan Eropa, dan setengah bagian timur Asia.

Dengan adanya musim panas dan musim dingin, tumbuhan di daerah tersebut beradaptasi dengan menggugurkan daunnya menjelang musim dingin. Sejak musim dingin hingga musim semi, pertumbuhan menahun terhenti. Tumbuhan musiman mati pada musim dingin dan meninggalkan bijinya. Tumbuhan yang tahan dingin dapat bertunas kembali menjelang musim panas. Beberapa flora yang ada seperti pohon oak, beech, elm, dan rowan

4. Taiga (Coniferous Forest)

Hutan boreal atau taiga merupakan bioma terestrial terbesar di dunia. Hutan taiga ini dapat ditetmukan di Amerika Utara, Siberia, Skandinavia, Alaska, dan Kanada. Floranya terdiri dari jenis tumbuhan yang berumur panjang dan berdaun jarum, seperti pinus, dan cemara.

5. Padang Rumput (Grasslands)

Padang rumput merupakan bioma terluas yang tersebar di bagian barat USA dan Kanada, sebagian besar Meksiko, bagian tengah Asia, Afrika Selatan, Australia dan bagian selatan Amerika Selatan. Hujan yang tidak teratur dan porositas tanah yang rendah mengakibatkan tumbuhan sulit mendapatkan air.

Flora yang tumbuh di wilayah ini pada umumnya terdiri atas rumput-rumput pendek dan diselingi oleh semak belukar.

6. Sabana (Savanna)

Savanna adalah padang rumput dengan pohon individu yang tersebar. Savanna mencakup hampir setengah permukaan Afrika, Australia, Amerika Selatan, dan India. Savanna dipengaruhi oleh iklim.

Savanna ditemukan pada daerah beriklim hangat atau panas dengan curah hujan tahunan berkisar 50,8-127 cm pertahun. Tanah sabana berpori dengan drainase yang cepat. Vegetasi didominasi oleh rumput.

Bioma sabana ini sekilas mirip dengan bioma padang rumput, karena memang wilayahnya juga banyak ditumbuhi rerumputan. Hal yang membedakannya dengan bioma padang rumput adalah wilayah bioma sabana juga ditumbuhi semak dan pohon, seperti eukaliptus, akasia, dan gebang.

g. Gurun (Desert)

Gurun atau desert mencakup sekitar seperlima permukaan bumi dengan curah hujan kurang dari 50 cm/tahun. Gurun terletak di daerah lintang rendah. Bioma gurun dapat ditemukan di wilayah Afrika Utara (Gurun Sahara), Australia (Gurun Great Sandy), dan Asia Barat (Gurun Gobi).

Cuma tanaman yang bisa beradaptasi di lingkungan kering aja yang bisa hidup, antara lain kaktus dan tumbuhan semusim, seperti alang-alang, jujube, black saga, dan creosote bush.

Ini biasanya karena mereka memiliki akar panjang dengan jaringan spons untuk menyimpan air, dan jaringan parenkim yang bisa menyimpan air. Selain itu,  serta daun berukuran kecil atau duri untuk mengurangi penguapan air. Bahkan, jenis tanaman seperti kaktus, memiliki kemampuan untuk menyerap air selama musim hujan dan menghemat penggunaannya selama musim panas.

Baca Juga:

Peta Sebaran Fauna di Dunia

Persebaran keanejaragaman hayati di dunia e1769093083710
Biodiversity hotspot

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa kanguru hanya ada di Australia, atau mengapa harimau tidak ditemukan di Afrika? Distribusi hewan di bumi tidaklah acak. Pola ini dipengaruhi oleh sejarah geologi, isolasi geografis, serta adaptasi terhadap iklim.

Pada tahun 1876, Alfred Russel Wallace membagi wilayah persebaran fauna dunia menjadi enam wilayah utama yang kita kenal sebagai Wilayah Zoogeografi.

1. Zona Neartik

Zona neartik meliputi wilayah Amerika Utara (Amerika Serikat, Alaska, Kanada, Meksiko Utara) dan Greenland. Wilayah pada zona neartik memiliki berbagai macam bioma, seperti taiga, padang rumput, dan hutan gugur.

Nah, karena zona neartik berada di wilayah yang suhunya rendah, jadi, jenis fauna yang hidup di zona ini sebagian besar memiliki bulu yang sangat lebat untuk melindungi diri saat musim dingin, seperti muskox dan kambing gunung.

Selain itu, ada juga jenis fauna lain, seperti kalkun, bison, caribou, alligator mississippi, ular derik, dan red cardinal. Eh, di zona neartik ini juga terdapat gurun yang cukup luas, yaitu gurun Mojave, jadi ada juga beberapa fauna gurun seperti rubah, antelop, koyote, dan singa gunung.

2. Zona Neotropik

Zona neotropik meliputi wilayah Amerika Tengah dan Amerika Selatan (dataran rendah Meksiko, Kepulauan Karibia, dan Florida). Kondisi iklim di wilayah ini sebagian besar adalah tropis dan beriklim sedang di wilayah Amerika Selatan.

Fauna yang terdapat di zona ini, antara lain armadillo, alpaka, llama, kelelawar penghisap darah, piranha, anaconda, burung beo, dan katak pohon Brazil.

3. Zona Paleartik

Zona paleartik merupakan zona dengan kawasan paling luas di antara zona lainnya. Zona paleartik mencakup hampir seluruh kawasan di benua Eropa, Rusia, daerah di dekat Kutub Utara, Pegunungan Himalaya, Kepulauan Inggris, Tibet, Tiongkok Utara, Korea, Selat Bering, Afrika Utara, dan Asia Barat. Wow, luas banget, ya!

Karena wilayahnya yang luas, fauna yang ada juga sangat beragam dan hidup bergantung pada kondisi wilayah dan kemampuan adaptasi yang dimilikinya. Fauna tersebut, di antaranya panda, panda merah, unta, rusa kutub, beruang kutub, yak, serigala, dan dormice.

4. Zona Afrotropical

Zona afrotropical bisa kita sebut juga dengan zona ethiopian. Zona ini terletak di sebagian besar wilayah Afrika (kecuali Afrika Utara dan Gurun Sahara), dan kepulauan di Samudra Hindia bagian Barat. Sebagian besar jenis fauna yang ada di zona ini merupakan hewan vertebrata (bertulang), seperti gajah Afrika, jerapah, singa, hyena, lemur, zebra, gorila, babun, dan antelop.

Baca Juga:

5. Zona Oriental

Zona oriental meliputi wilayah India, Indochina (Kamboja, Laos, Vietnam), serta Indomalayan (Malaysia, Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Filipina). Kalau kita lihat dari wilayahnya, sebagian besar beriklim tropis, ya. Selain itu, banyak terdapat juga hutan hujan tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang paling tinggi.

Beberapa jenis fauna khas yang terdapat di zona oriental, yaitu primata (owa, orang utan, surili, siamang, langur, dan monyet), fauna air tawar (lumba-lumba sungai indus dan gangga), mamalia berukuran besar (gajah, banteng, tapir, badak, pelanduk), tupai raksasa India, kukang, beberapa aves (burung poksay, cica kopi, batu siul).

6. Zona Australian

Wilayah ini mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Irian, Maluku, dan pulau-pulau di sekitarnya. Sebagian besar wilayah ini berupa gurun dan semak belukar kering, namun memiliki hutan hujan di bagian utara.

Beberapa hewan khas wilayah ini adalah kanguru, kiwi, koala. Terdapat beberapa jenis burung yang khas wilayah ini seperti burung cendrawasih, burung kasuari, burung kakaktua, dan betet. Kelompok reptil antara lain buaya, kura-kura, ular phyton.

Baca Juga: Peta Sebaran Keanekaragaman Hayati di Indonesia, Dari Pulau Sumatera Hingga Papua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button