Pendidikanbiologi

5 Pertanyaaan Ilmiah Tentang Rambut, Dari Fungsi Hingga Tumbuhnya Uban

Apa bagian-bagian rambut, apa fungsinya? Bagaimana rambut bertumbuh, dan mengapa rontok? Mengapa ada rambut lurus, ikal, keriting, hitam, pirang, cokelat, merah? Semua akan diuraikan satu-persatu.

Rambut manusia, selama ini kita selalu menyebut pada bagian yang tumbuh di kepala. Sesungguhnya, rambut juga meliputi semua yang ada di tubuh. Jadi mulai dari kepala, alis, hidung, telinga, kumis, jenggot, cambang, dada, tangan, hingga kaki tetap disebut rambut.

Memang, penamaan ‘bulu’ pada bagian-bagian selain rambut sudah umum, maka tak ada yang salah dengan penyebutan tersebut. Walau demikian, sel-sel yang membentuk ‘bulu’ pada hidung, mata, tangan, dada, kaki, sama dengan sel pada rambut di kepala. Ok, secara ilmiah, kita sebut semuanya dengan rambut.

1. Apa fungsi rambut?

Tuhan menciptakan rambut pada manusia dengan fungsi yang sangat berguna. Selain kini rambut berperan secara estetika (membuat kita lebih bergaya dengan tatanan rambut tertentu), juga berfungsi secara kesehatan.

Rambut di kepala membuat kita tetap hangat. Rambut pada hidung, telinga, dan sekitar mata untuk melindungi organ dari debu dan partikel lainnya. Alis dan bulu mata juga melindungi mata dengan cara mengurangi cahaya agar tak langsung menerpa indera netra kita. Rambut pada tubuh selain membuat lebih hangat, juga menjadi bantalan yang melindungi tubuh dari luka.

2. Sebutkan bagian-bagian dari rambut

Secara biologi, rambut terdiri dari tiga bagian utama, yaitu ujung rambut, batang rambut dan akar rambut. Ujung rambut merupakan bagian yang berbentuk runcing terdapat pada bagian akhir rambut. Lalu batang rambut adalah bagian rambut yang berada di luar kulit berupa benang-benang halus, terdiri dari keratin atau sel-sel tanduk.

Akar rambut adalah bagian yang terdapat di dalam kulit jangat. Ini terdiri atas folikel, bulbus (hair bulb), papila, pembuluh darah, kelenjar minyak, kelenjar keringat, dan pigmen rambut. Folikel merupakan saluran yang menyerupai kantong rambut dan berperan melindungi tunas rambut.

Sementara bulbus adalah bagian akar yang menggelembung dan mengandung sel-sel aktif yang membentuk rambut, terdapat di bawah folikel. Gunanya untuk menyerap udara serta kotoran dan sebum yang menumpuk.

Papila merupakan tempat untuk membuat sel-sel tunas rambut dan sel-sel pigmen melanin yang menentukan warna pada rambut. Papila berada di folikel paling bawah, sehingga juga bertugas menerima nutrisi dari folikel.

Ketika sel-sel rambut baru tumbuh dan bertambah, akan memproduksi keratin untuk mengeraskan strukturnya. Saat inilah rambut bertumbuh panjang, dan bagian sel-sel ini didorong ke luar folikel lalu muncul di permukaan sebagai batang rambut. Pembuluh darah yang berada di bagian akar rambut ini kemudian menyuplai nutrisi bagi sel-sel epidermis untuk tetap tumbuh.

Rambut diketahui tumbuh lebih cepat di cuaca panas dan tumbuh lebih lambat pada malam hari. Menurut penelitian, setiap helai rambut tumbuh sepanjang 6 mm dalam 1 bulan dan akan tetap tumbuh hingga 6 tahun. Selanjutnya rambut akan rontok dengan sendirinya.

Namun, kondisi di atas mungkin terjadi pada pertumbuhan rambut ‘normal’. Bila dilakukan perawatan, bisa jadi rambut akan terus bertumbuh panjang seperti beberapa orang yang mencetak rekor dengan rambut panjang hingga bermeter-meter.

Baca Juga:

3. Sebutkan Lapisan pada rambut 

Serupa kulit, bahan dasar rambut adalah serat protein keratin yang dibuat oleh keratinosit di dalam epidermis (lapisan kulit terluar). Tiap helai batang rambut terdiri dari kombinasi kompleks senyawa protein yang dibagi lagi menjadi tiga:

a. Kutikula

Disebut juga selaput rambut. Lapisan terluar yang tipis dan tak berwarna ini berperang melindungi agar inti keratin protein yang berserat senantiasa terjaga. Kutikula memiliki protein yang terkait erat sebagai pertahanan terhadap kerusakan.

Pemakaian zat-zat kimia berlebih pada rambut bisa merusak lapisan kutikula, yang pada akhirnya tidak mampu lagi melindungi tubuh dari kerusakan. Karena itulah, sebisa mungkin lakukan perawatan rambut yang tepat agar tak merusak kutikula.

b. Korteks

Korteks atau kulit rambut berada di antara kutikula dan medula. Terdiri dari kombinasi mikrofilamen, yaitu benang-benang halus atau fibril yang sangat terstuktur. Lapisan korteks yang tebal ini memuat pigmen melanin – zat yang memberi warna pada rambut.

Dari pigmen melanin pada korteks inilah yang membuat seseorang bisa memiliki rambut hitam, pirang, merah, cokelat. Pada rambut pirang, hal ini terjadi akibat rendahnya jumlah melanin dalam korteks ini.

c. Medula

Medula disebut juga sumsum rambut. Letaknya pada lapisan terdalam yang dibentuk oleh zat tanduk yang berwujud anyaman dengan rongga-rongga berisi udara. Lapisan ini dapat memantulkan cahaya.

Pada lapisan ini pula yang menjadi dasar rambut berbentuk lurus atau keriting. Pada rambut lurus, penampang melintangnya berbentuk bundar atau lonjong, dan berombak pada satu sisi. Sementara pada rambut keriting, bentuk penampang melintangnya tidak menentu, kadang berbentuk menyerupai ginjal.

4. Bagaimana rambut bisa tumbuh?

Semua sel pada tubuh, termasuk sel rambut, memiliki siklus tumbuh, tidak tumbuh, dan akhirnyat mati. Pada sel rambut berarti kerontokan.

Seperti disinggung di atas, proses pertumbuhan rambut dimulai dengan pembentukan sel-sel baru di bagian akar rambut. Lalu sel-sel ini didorong ke luar dan menjadi batang rambut. Saat tumbuh ke luar, sel-sel ini berhenti menyerap nutrisi dan mulai menghasilkan keratin. Proses ini dinamai ‘keratinisasi’. Saat inilah, sel-sel rambut pun mati dan bersama keratin membentuk batang rambut.

Ada tiga fase pertumbuhan rambut yakni:

1. Fase anagen

Pada kulit kepala terdapat sekitar 100.000 helai rambut dan sebagian besar masih dalam fase pertumbuhan. Rambut berada pada fase ini selama 2-6 tahun (bervariasi pada tiap individu secara genetis).

2. Fase katagen

Fase anagen diikuti oleh fase katagen. Yakni fase peralihan di mana terjadi regresi folikel rambut, pengurangan panjang, dan volume rambut. Fase ini berlaku sekitar 2-3 minggu.

3. Fase telogen

Fase ini merupakan fase istirahat dari siklus rambut, berlangsung sekitar 3 bulan. Lalu diakhiri dengan perontokan serta pembentukan tunas rambut baru. Kerontokan rambut yang terjadi pada ambang normal adalah 75-100 helai rambut. Kulit kepala yang normal memiliki sekitar 90% rambut dalam fase anagen dan 10% rambut dalam fase telogen.

Baca Juga:

5. Mengapa bisa tumbuh uban?

Rambut dapat memutih atau kita sebut ‘uban’ karena pada usia tua, pigmen melanin pada rambut tidak lagi terbentuk.

Pada umumnya seiring dengan bertambahnya usia seseorang, warna rambutnya yang hitam pun mulai berubah menjadi putih, yang biasa kita sebut “uban”. Kemunculan uban ternyata erat kaitannya dengan pigmen (zat warna) rambut yang disebut dengan melanin. Ada dua jenis melanin yaitu eumelanin yang berwarna hitam atau coklat tua, dan pheomelanin yang berwarna kuning kemerah-merahan. Dua zat warna ini dibuat oleh sejenis sel yang disebut melanocyte yang terletak di pangkal rambut dan di bagian dasar dari lapisan kulit terluar atau epidermis. Kata para ahli, produksi pigmen rambut dikontrol oleh gen, yang salah satunya bernama gen MC1R.

Jadi penyebab rambut bisa berubah warna dari hitam menjadi putih adalah  karena tak ada lagi zat pewarna (melanin) pada rambut. Sementara jika warna rambut belum putih benar (alias abu-abu) artinya masih ada melanin pada rambut, tapi jumlanya sedikit. Selain faktor usia, banyak sedikitnya kandungan melanin pada rambut juga bisa dipengaruhi oleh faktor genetik.

Pernah melihat orang yang masih muda  sudah beruban?, padahal usianya masih 20 tahunan? Dan sebaliknya ada orang yang sudah berusia 60 tahunan tapi rambutnya masih hitam legam. Lho kok, aneh ya? Nah, ternyata dalam kasus seperti itu, faktor genetiklah yang lebih banyak berperan.

Lalu, bagaimana proses hilangnya pigmen dari rambut seseorang? Sampai sekarang, para ahli masih belum punya jawaban yang benar-benar pasti soal ini. Yang jelas, ketika rambut mulai berubah warna ke arah abu-abu, melanocyte (sebagai pabriknya zat warna) masih ada, tapi tidak aktif. Kemudian secara perlahan, jumlah melanocyte semakin berkurang hingga akhirnya tak ada lagi melanin yang diproduksi dan akhirnya muncullah si uban.

Uban adalah cara Tuhan untuk “menegur” kita secara halus bahwa tua akan datang menjelang. Dengan uban di kepala kita diingatkan dengan waktu yang terus berputar. Pertambahan usia tidak bisa dihalangi, dan kita diingatkan bahwa kematian pasti akan datang. Sudahkah kita mempersiapkan bekal ke akhirat?

Baca Juga: 8 Fakta Menarik Tentang Burung Merpati, Si Cantik Yang Tak Pernah Ingkar Janji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Back to top button