Tidak Ada di Kota Lain, Berikut 6 Hal Unik di Jogja


Kopi joss dan jalan Malioboro Jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki suasana yang khas dan selalu dirindukan oleh para pelancong. Kota yang sangat kental dengan budaya Jawanya ini, merupakan kota yang sangat dinikmati oleh wisatawan untuk berlibur.

Sebagai kota yang terkenal, Yogyakarta memiliki hal unik yang mungkin saja belum kamu ketahui. Yuk, simak beberapa hal unik di Jogja!

1. Makanan dan minuman cenderung manis

Sebenarnya tidak hanya Jogja, masyarakat Jawa secara keseluruhan apalagi yang dekat dengan keraton (Solo dan Yogyakarta) cenderung menyukai makanan manis. Rasa manis bagi mereka adalah simbol kenikmatan. Rasa manis telah turun-temurun sejak zaman Majapahit.

Jawa menjadi bagian dari jalur perdagangan rempah-rempah, termasuk gula, yang sangat berharga. Kondisi alam di Pulau Jawa, yang melimpah pohon kelapa, memengaruhi kebiasaan membuat gula kelapa (gula Jawa).

Gula Jawa, diproduksi dari tebu di tanah Jawa, menjadi daya tarik bagi pedagang dari berbagai bangsa. Penggunaan gula dalam hidangan seperti gudeg, serabi, dan klepon mencerminkan pengaruh budaya asing.

Begitu juga dengan minuman. Semua terasa manis. Coba aja pesen es teh, pasti dikasih es teh manis.

Baca Juga:

2. Rujak dikasih es krim

rujak es krim merupakan perpaduan unik antara rujak buah dan es puter. Rasanya gimana ya?Pasti rasanya perpaduan antara manis, pedas, segar, semua lumer di mulut.

Rujak es krim termasuk kuliner unik, karena camilan ini tergolong sulit ditemui di luar Yogyakarta. Ada beberapa tempat yang sudah terkenal menjual rujak es krim ini di Jogja, seperti

Rujak Es Krim Pak Nardi

Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1978. Lokasinya di Jalan Harjowinatan, Purwokinanti, Pakualaman, Yogyakarta. Harga per porsi sebesar Rp8 ribu. Buka setiap hari dari jam 9.00-16.00 WIB.

Rujak Es Krim Pak Painojogja

Warung Pak Paino juga terletak di Jalan Harjowinatan, Purwokinanti, Pakualaman. Warung ini sudah berdiri sejak tahun 1990. Harga per porsi juga sama. Bukanya juga setiap hari dari jam 9.00-15.00 WIB.

Rujak es krim Bang Jack

Rujak es krim Bang Jack selalu ramai pengunjung, terutama saat hari libur. Warung ini terletak di Jalan Seturan Raya No. 168, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta. Buka setiap hari dari jam 11.00-20.00 WIB. Untuk harga per porsi sebesar Rp10 ribu rupiah.

Rujak es krim Pak Sony

Warung ini terletak di Komplek Puro Pakualaman, Jalan Sultan Agung, Pakualaman, Yogyakarta. Buka setiap hari mulai pukul 08.00-16.00 WIB. Untuk Harga per porsi Rp8 ribu rupiah.

3. Jika tanya arah, dijawab pakai arah mata angin

Jogja, kota yang penuh dengan keunikan dan tradisi. Salah satu kebiasaan yang menarik adalah penggunaan mata angin untuk menunjukkan arah.

Tidak sedikit wisatawan atau mahasiswa rantau kebingungan ketika meminta petunjuk arah ke warga Jogja. Sebab, mayoritas warga Jogja menggunakan petunjuk arah mata angin sebagai penanda lokasi. Orang Jogja lebih suka menggunakan arah mata angin seperti lor, kulon, wétan, atau kidul daripada kata kiri dan kanan untuk memberi pedoman jalan.

Buat orang jawa sih, mudeng dengan petunjuk arah mata angin tersebut. Kalau orang dari luar Jawa?. Ini BekelSego kasih kamusnya deh

  • Lor (Ngalor) = Utara
  • Lor Wetan = Timur Laut
  • Wetan (Ngetan) = Timur
  • Kidul Wetan = Tenggara
  • Kidul  (Ngidul) = Selatan
  • Kidul Kulon = Barat Daya
  • Kulon (Ngulon) = Barat
  • Lor Kulon = Barat Laut

4. Sarapan pakai gudeg

Masih cerita yang manis-manis nih. Nah, kalo ke Jogja, sarapan yang umum disajikan adalah gudeg jogja. Gudeg jogja adalah olahan dari nangka muda, yang dikasih santan dan gula jawa. Rasa gurih dan manisnya itu yang bikin kangen untuk selalu ke Jogja. Apalagi jika ditambah dengan kerecek, telur, atau ayam. Atau kalau mau yang agak pedas, kamu bisa menjajal gudeg mercon.

5. Kopi hitam dikasih arang

Kopi khas Jogja yang satu ini mungkin sudah tak asing lagi di telinga para pecinta kopi. Namanya kopi joss. Julukan joss ini tak lepas dari proses pembuatannya, yakni dengan mencelupkan arang membara ke kopi panas yang telah diseduh dengan gula, sehingga menimbulkan suara ‘joss’.

Arang itu diambil dari anglo yang memang dipakai untuk memanaskan air penyeduh kopi. Salah satu yang membuat rasanya berbeda, adalah penggunaan arang kayu asem. Ada sensasi tersenderi ketika minum kopi dikasih arang, ‘joss tenan’

6. Sampah dibuat jadi minuman

baru di Jogja doang sampah diolah menjadi minuman. Tapi bukan sembarang sampah ya. minuman sampah “wedang ewuh”. Tapi sebenarnya bukan sampah ya, hanya terlihat seperti sampah. Isinya itu berupa rempah-rempah seperti kayu manis kering, cengkeh (batang, daun, bunga cengkeh), jahe, gula batu, serutan kayu secang kering, sereh (akar dan daun), kapulogo dan pala kering (daun dan buah pala)

Saking banyaknya rempah-rempah yang ada dalam wedang uwuh, ya sepintas terlihat seperti sampah. Sudah gitu dalam penyajiannya, rempah-rempah tersebut tidak disaring. Biarkan orang yang minum berfikir, rempah tersebut mau disisihkan dulu atau mau ikutan diminum.

Baca Juga:

7. Belalang jadi cemilan

Belalang merupakan salah satu serangga yang sering kita lihat di rumput, karena memang habitatnya di sana. Tetapi kalo belalang masuk ke mulut manusia, dan terasa enak dan gurih, ya cuma di Jogja tempatnya.

Belalang goreng sudah menjadi bagian dari tradisi kuliner di Jogja, khususnya daerah Gunungkidul. Kamu dengan mudah bisa menemukan kuliner ini, terutama di sepanjang jalan Jogja-Wonosari. Soal rasa, gak kalah enaknya dengan udang goreng.

Menarik bukan? Itulah beberapa hal unik di Jogja yang tidak bisa kamu temukan di kota lain. Jogja memang selalu bikin kangen.

Baca Juga: Anti Gagal Liburan! Ini Dia 7 Tempat Wisata Edukasi di Jogja yang Instagramable