Pentingnya Keluarga Dalam Bernegara


Ilustrasi keluarga (pixabay.com/ MabelAmber)

Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dan menjaga stabilitas serta perkembangan suatu negara. Sebagai tempat individu dilahirkan dan dibesarkan, keluarga tidak hanya menjadi wadah pertumbuhan, tetapi juga menjadi entitas yang membentuk karakter, nilai-nilai, dan tanggung jawab sosial individu terhadap masyarakat dan negara.

Dalam perumpamaan, keluarga serupa dengan pondasi yang kokoh bagi tumbuh kembang suatu bangunan. Jika pondasi tersebut kuat dan stabil, bangunan yang berdiri di atasnya akan kokoh, bertahan lama, dan mampu menghadapi guncangan. Pondasi yang kuat dimulai dari keluarga-keluarga yang berkualitas dan tangguh, sehingga tercipta ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Namun, saat ini masih terdapat banyak “pekerjaan rumah” bagi bangsa Indonesia dalam membangun ketahanan keluarga. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain tingginya tingkat perceraian, maraknya kekerasan, meningkatnya kenakalan remaja, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, ancaman radikalisme, serta menurunnya semangat nasionalisme. Semua ini menggambarkan sisi kelam yang menyiratkan kerapuhan kondisi keluarga Indonesia.

Jika kita melihat pada negara-negara yang memiliki persentase keluarga tidak lengkap atau broken home, seperti Amerika Serikat, data menunjukkan bahwa hampir seperempat anak-anak AS di bawah usia 18 tahun tinggal dengan satu orang tua tanpa kehadiran orang dewasa lainnya, jumlah ini lebih dari tiga kali lipat dari angka anak-anak dengan kondisi serupa di seluruh dunia (National Single Parent Day: March 21, 2023 (census.gov)). Fenomena ini menggambarkan dampak negatif dari situasi keluarga yang tidak utuh.

Selain itu, terdapat gerakan-gerakan aktivis yang merusak moral di beberapa negara, termasuk gerakan Woke, LGBT, dan Feminisme. Gerakan Woke, pada awalnya, bertujuan untuk melawan rasisme, tetapi dalam prakteknya gerakan ini seringkali menunjukkan tindakan rasisme terhadap orang yang berpandangan berbeda, dan anggotanya memiliki keinginan untuk menjadikan ras mereka lebih superior dari ras lainnya.

Gerakan LGBT berusaha untuk mengubah pandangan tentang pernikahan sesama jenis dan mengizinkan anak-anak memilih gender serta mengidentifikasi diri mereka dengan makhluk apa pun yang mereka inginkan. Sementara itu, gerakan Feminisme cenderung membenci laki-laki dan sifat maskulin, menganggap laki-laki sebagai sampah dan perempuan sebagai emas.

Kehadiran gerakan-gerakan ini sebagian besar disebabkan oleh hilangnya nilai-nilai keluarga yang kuat. Keluarga memiliki peran yang tak tergantikan dalam pembinaan tumbuh kembang anak, penanaman nilai-nilai moral, dan pembentukan kepribadian. Keluarga menjadi tempat belajar bagi anak-anak dalam mengenali diri mereka sebagai makhluk sosial.

Hanya keluarga yang kuat dan kokoh yang mampu menolak pengaruh negatif dari luar. Keluarga yang tangguh dan mampu melaksanakan fungsi-fungsi keluarga dengan baik dapat menjadi landasan dalam mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera.

Baca Juga:

Berikut adalah beberapa fungsi utama keluarga yang penting dalam membentuk keluarga yang berkualitas:

  1. Fungsi Reproduksi: Salah satu contohnya adalah mengamalkan kaidah-kaidah reproduksi yang sehat, seperti memperhatikan waktu kelahiran, jarak antara kelahiran anak, dan jumlah ideal anak yang diinginkan dalam keluarga.
  2. Fungsi Sosialisasi: Keluarga memiliki peran penting dalam membina proses pendidikan dan moral anak, memberikan pengajaran yang tidak diberikan oleh lingkungan sekolah atau masyarakat.
  3. Fungsi Pelestarian Lingkungan: Keluarga dapat membina kesadaran, sikap, dan praktik pelestarian lingkungan yang seimbang antara lingkungan keluarga dan lingkungan hidup masyarakat sekitarnya.
  4. Fungsi Agama: Keluarga dapat memberikan contoh konkret dalam pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Fungsi Cinta Kasih: Keluarga membina hubungan yang penuh kasih sayang antara anggota keluarga.
  6. Fungsi Budaya: Keluarga memiliki peran dalam meneruskan norma-norma dan budaya masyarakat serta bangsa yang ingin dipertahankan, serta menyaring norma dan budaya asing yang tidak sesuai.
  7. Fungsi Perlindungan: Keluarga bertugas melindungi anggota keluarga baik secara fisik maupun psikologis dari berbagai ancaman dan tantangan.
  8. Fungsi Ekonomi: Keluarga memiliki tanggung jawab dalam menafkahi kebutuhan anak agar mereka dapat berkembang dengan baik.

Dengan menerapkan fungsi-fungsi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, keluarga dapat menciptakan lingkungan yang bahagia dan stabil. Keluarga yang sehat, penuh kasih sayang, dan hangat akan menjadi modal mendasar dalam membangun bangsa yang efektif. Sebelum individu memasuki kehidupan sosial, mereka tumbuh dan berkembang dalam keluarga. Oleh karena itu, keluarga menjadi sangat vital dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang.

Kita perlu menyadari bahwa memperkuat keluarga adalah langkah penting dalam membangun ketahanan nasional, memperkuat persatuan, dan menghadapi tantangan zaman ini. Dengan melibatkan semua pihak, baik pemerintah, lembaga masyarakat, maupun individu, kita dapat menciptakan keluarga-keluarga yang berkualitas dan tangguh, yang pada akhirnya akan menjadi pondasi kuat bagi kemajuan bangsa Indonesia.

Baca Juga:

Membangun keluarga yang kokoh dan berkualitas membutuhkan komitmen dan upaya bersama. Pemerintah dapat memberikan dukungan melalui kebijakan-kebijakan yang mendukung keluarga, seperti penyediaan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang baik, serta penegakan hukum yang melindungi hak-hak keluarga. Lembaga masyarakat dapat mengadakan program-program pendidikan dan pelatihan bagi keluarga, serta menyediakan tempat-tempat untuk keluarga berkumpul dan berinteraksi. Individu dalam keluarga dapat saling mendukung, menghormati, dan membangun komunikasi yang baik satu sama lain.

Dalam era yang serba modern ini, tantangan yang dihadapi keluarga semakin kompleks. Namun, dengan kesadaran akan pentingnya keluarga dalam bernegara dan juga sebagai pondasi bangsa, kita dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Mari kita berkomitmen untuk membangun keluarga yang kuat, harmonis, dan penuh kasih sayang, sehingga kita dapat melahirkan generasi penerus yang berkualitas dan mampu menghadapi tantangan masa depan.

Daftar pustaka:

  • “United states census”, 21 maret 2023.
  • “8 Fungsi keluarga”.indonesiabaik.id, 17 mei 2017.
  • “peran keluarga dalam membangun negara”. kompasiana.com, 26 Juli 2015.

Baca Juga: 5 Kegiatan di Rumah untuk Memperkuat Ikatan Cinta Antar Anggota Keluarga

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *