Penting! Ini 4 Tips Menentukan Latar Dalam Sebuah Cerita


Ilustrasi membuat latar dalam sebuah cerita (pixabay.com/Tumisu)

Ketika menyusun sebuah cerita, tentu latar merupakan salah struktur yang tidak bisa ditinggalkan, karena mengingat fungsinya yang memudahkan pembaca untuk mendeteksi keberadaan tokoh-tokoh yang sedang bermain di dalam setiap jengkal kisah kehidupannya.

Latar sendiri terbagi ke dalam tiga jenis yaitu latar suasana (menggambarkan atmosfer dari peristiwa yang terjadi), latar tempat (mengondisikan lokasi kejadian cerita), dan latar waktu (menerangkan ketetapan detail waktu seperti hari, bulan, atau musim).

Sudah bisa dipastikan kalau latar dalam sebuah cerita tidak hanya dibuat dengan cara sesuka hati saja, namun harus memperhatikan beberapa hal agar dapat mendukung cerita yang bagus, menarik, dan logis bagi pembaca kesayangan.

Berikut ini tips yang bisa menjadi pedomanmu dalam menentukan latar dalam sebuah cerita.

1. Kenali atmosfer latar

Jika sudah menentukan latar cerita yang akan dibuat, maka tahap berikutnya adalah bagaimana mengolah rasa yang dihasilkan dari latar yang sudah dipilih.

Misalnya, kamu telah menetapkan suasana cerita dalam satu bab yang akan menimbulkan kesan horor, seram serta menakutkan. Lalu, cobalah mulai resapi dan investigasi dalam-dalam bagaimana cara menggubah sebuah tempat agar menimbulkan kesan mengerikan.

Baca Juga:

Adapun yang bisa dilakukan untuk mendalami suasana atau atmosfer sebuah cerita ialah dengan cara meriset melalui berbagai macam media seperti video di internet, buku-buku yang mengandung informasi lengkap tentang latar cerita, pengalaman dari pihak eksternal, atau melakukan perjalanan khusus untuk menapaki tempat-tempat yang sekiranya mirip dengan bayangan latar cerita yang ada di dalam pikiranmu.

Begitupula ketika kamu ingin mengangkat tema yang bersifat romantis, pastilah tempat-tempat yang berciri khas seperti taman penuh bunga atau restoran dengan alunan pengiring musik bernuansa syahdu di dalamnya menjadi senjata utama untuk membangun kesan cerita.

2. Pilih latar dalam sebuah cerita yang relevan

Pembahaasan poin ini masih ada kaitannya dengan poin sebelumnya. Hanya saja, pada poin ini lebih memantapkan dan menegaskan latar yang akan dibangun dari sebuah cerita.

Misalnya, ketika kamu akan mengangkat cerita tentang seorang tokoh yang bermukim di desa pedalaman dan tidak bersentuhan dengan segala hal yang bersifat kemutakhiran, lalu tokoh tersebut malah menghidupkan sebuah lampu di dalam rumahnya. Tentulah hal itu sama sekali tidak relevan dan tidak cocok.

Jadi, buatlah terlebih dahulu skema cerita dengan sebaik mungkin, lalu masuk ke dalam pemilihan latar sesuai kebutuhan cerita.

3. Cocokkan karakter dengan latar

Menghidupkan seorang tokoh atau karakter di dalam cerita tentu mesti selaras dengan detail perkembangan yang dilekatkan ke tokoh itu sendiri.

Anggaplah seorang tokoh yang akan kamu buat memiliki kisah yang sangat pelik dalam menggapai mimpinya di dunia pendidikan hingga berhasil menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Tentu latar cerita yang melekat dari tokoh tersebut ialah hidup di dalam rumah yang pas-pasan atau jauh dari kata sederhana, bahkan bisa jadi berasal dari desa yang sangat jauh dari kemajuan ibukota dengan segala kemudahannya.

Sangat tidak mungkin seorang tokoh yang digambarkan sangat susah mengenyam pendidikan, namun berasal dari keluarga yang sangat berada dan tinggal di rumah mewah dengan kelengkapan fasilitas yang cukup memadai.

Begitupula ketika kamu ingin menulis kisah bertema fantasi dengan seorang tokoh yang memiliki kulit seperti sisik ikan dan sistem pernapasannya menggunakan insang, pastilah asal muasalnya berlatar dari samudra atau laut lepas, bukan dari padang savanah atau gurun pasir.

Baca Juga:

4. Beri sentuhan tantangan pada latar

Bangunan cerita yang akan dibuat tentulah semakin menggigit, mengasyikkan, dan luar biasa jika diberikan sentuhan-sentuhan tantangan berupa konflik atau permasalahan yang berkaitan dengan pemilihan latar di baliknya sehingga seorang tokoh yang berperan di dalam cerita tidak hanya berpusat menghadapi persoalan-persoalan rumit dengan sesama tokoh saja.

Misalnya, seorang tokoh wanita dalam sebuah cerita sudah terbiasa hidup di Indonesia yang terkenal malas berjalan kaki, bahkan ke warung yang ada di depan gang saja harus menggunakan sepeda motor. Kemudian, tokoh tersebut menikah dengan warga negara Jepang dan mau tidak mau ikut bersama suaminya lantaran pekerjaannya yang sudah stabil di sana sekaligus membangun keluarga kecil yang diidam-idamkan bagi semua pasangan baru.

Dan setelah sampai di Jepang beberapa hari, wanita tersebut terkejut dengan segala aktivitas yang masih terbilang begitu natural seperti kebiasaan berjalan kaki atau lebih suka menggunakan sepeda ketika berpergian. Akhirnya, dia pun mencoba untuk menyesuaikan diri meskipun pada awalnya hal tersebut merupakan tantangan yang sungguh lumayan dibandingkan di negara asalnya.

Itu dia keempat tips yang bisa kamu cermati dan diaplikasikan untuk menentukan latar dalam sebuah cerita. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: 5 Tips Menulis Novel di Wattpad Agar Lebih Keren


Emperor