Parents, Begini 7 Cara Kelola Stres Saat Mengasuh Toddler


Ilustrasi kelola stres mengasuh toddler (pexels.com/ketut subiyanto)

Mengasuh anak, terutama di usia toddler menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Perasaan senang, bahagia, sedih, bingung, bahkan emosi yang berujung stress bisa melanda, karena itu penting sekali untuk tahu cara kelola stres saat mengasuh toddler agar kondisi tetap terkendali.

Membesarkan anak itu seperti rollercoaster, kadang bahagia, kadang kamu bisa emosi dan stres berlebih. Apalagi jika anak sudah mulai bertanya banyak hal dan melakukan apapun sesuai keinginan tanpa memikirkan akibat yang akan dihadapi.

Terkadang emosi tanpa sengaja menguap, lalu stres sendiri dan tanpa sengaja, intonasi suara bisa meninggi ke anak. Kalau sudah begini, segera yuk kelola stres dengan tujuh cara di bawah ini.

1. Sadari dan pahami, bahwa anak itu anugerah yang unik

Cara kelola stres saat mengasuh toddler pertama kali, kamu harus menyadari bahwa anak adalah anugerah unik yang telah Tuhan berikan padamu. Dengan segala tingkah lakunya, entah menyenangkan atau terkadang membuat emosi jiwa, kau harus menerima dengan segala keunikan dan konsekuensinya.

Penting juga untuk diingat, anak tidak membandingkan dengan anak yang lainnya. Setiap anak memiliki karakter unik yang berbeda dan ini yang bisa membuat hidup lebih berwarna.

Baca Juga:

2. Validasi perasaan stres tersebut

Menjadi orang tua, bukan serta-merta kamu menyembunyikan segala hal yang dirasakan. Kamu tetaplah seorang manusia yang memiliki hati dan perasaan, jadi sangatlah wajar merasa stres.

Tak masalah memvalidasi perasaan stres tersebut, karena itu salah satu upaya kamu menenangkan diri. Jangan pendam stres sendirian, karena bisa membuat emosi meledak dan berakhir melampiaskan segalanya pada anak.

3. Ceritakan kondisi stres yang dialami pada pasangan

Setelah berhasil memvalidasi perasaanmu, cobalah untuk ceritakan kondisi pada pasangan. Ungkapkan semua yang kamu rasakan agar dia juga mengerti kondisimu dan bersama mencari solusi.

Tak ada salahnya juga meminta pasangan untuk saling bergantian mengasuh anak agar kamu bisa mengelola perasaanmu. Selain itu, anak pun bisa merasakan bounding kedua orang tua, bukan hanya dengan ibunya saja.

4. Selain pasangan, bercerita juga pada orang-orang terdekat

Selain pada pasangan, menceritakan kondisi pada orang-orang terdekat juga membantumu menemukan solusi yang lebih baik.

Dengan bercerita, lalu bertukar pikiran dengan orang tua lainnya, kamu akan menemukan banyak perspektif lain yang bisa membantu. Jangan sungkan bercerita apapun yang kamu rasakan dan mencari solusi atas masalah yang menimpamu.

Baca Juga:

5. Miliki waktu sendiri

Tak ada salahnya untuk memiliki waktu sendiri, dengan memanjakan diri. Kamu bisa mengambil waktu sejenak dengan menonton film di rumah atau mengunjungi salon.

Manjakan dirimu dengan body spa, atau creambath. Dengan memanjakan diri sendiri, percayalah setelah ini kondisimu akan jauh lebih baik.

6. Hindari menuntut dan berharap lebih pada anak

Seringnya orangtua menginginkan anak menjadi apa yang mereka inginkan tanpa memikirkan bagaimana keinginan anak. Nah, ini yang harus dihindari sebagai orang tua.

Jangan memaksa dan berharap anak harus menjadi seperti yang kamu mau. Biarkan anak menjadi dirinya sendiri, namun tetap dalam pengawasanmu ya.

Sebab, menaruh harapan tinggi pada anak hanya akan membuatmu stres.

Baca Juga:

7. Ajak anak bermain sambil rekreasi

Terakhir, tak ada salahnya mengajak anak bermain keluar rumah seperti taman dekat rumah atau sambil berekreasi ke tempat wisata. Mencari suasana baru, biasanya akan membuat perasaan lebih tenang dan damai.

Ajak anak bermain bersama dengan permainan-permainan menyenangkan. Kemudian, posisikan diri sebagai teman ya bukan sebagai orangtua agar kenyamanan terasa.

Setelah membaca penjelasan cara kelola stres saat mengasuh toddler di atas, semoga perlahan-lahan stres bisa berkurang. Kamupun bisa lebih nyaman bersama anak-anak.

Baca Juga: 5 Ciri Pola Asuh Helicopter Parenting dan Dampaknya Untuk Anak

BekelSego adalah media yang menyediakan platform untuk menulis, semua karya tulis sepenuhnya tanggung jawab penulis.


Senior